|
Mata Pelajaran |
|
|
Kelas/Fase |
8 CD / Fase D |
|
Materi |
Kehidupan Masa Kolonialisme dan
Imperialisme |
|
Pertemuan ke |
1 |
|
Guru Pengampu |
|
|
Waktu Pembelajaran |
Senin 19 Januari 2026 |
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Murid memahami keberagaman
kondisi geografis Indonesia, konektivitas antarruang terhadap upaya pemanfaatan
dan pelestarian potensi sumber daya alam, faktor aktivitas manusia terhadap
perubahan iklim dan potensi bencana alam.
Tujuan Pembelajaran
Murid mampu menganalisis
Kehidupan Masa Kolonialisme dan Imperialisme
melalui diskusi kelompok dan studi kasus secara
kritis, serta mempresentasikan di depan kelas menggunakan
Canvas, PPT atau video/mind map atau karya lain sesuai dengan kesiapan siswa.
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin,
wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa
wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum
biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
Motivasi Utama: Semboyan 3G
Bangsa Eropa tidak sekadar
jalan-jalan; mereka memiliki misi ambisius yang dikenal dengan 3G:
- 💰 Gold (Emas): Keinginan
mencari kekayaan. Saat itu, rempah-rempah (cengkih, lada, pala) nilainya
sangat mahal, bahkan sempat dianggap sebagai "Emas Hitam" atau
"Emas Hijau" karena harganya bisa menyamai harga logam mulia di
Eropa.
- 👑 Glory (Kejayaan):
Semangat untuk membuktikan dominasi bangsa. Memiliki wilayah jajahan di
tempat jauh adalah simbol kekuatan dan harga diri sebuah negara Eropa.
- ✝️ Gospel (Kesucian): Misi religius untuk
menyebarkan ajaran agama Kristen ke seluruh dunia, termasuk ke
wilayah-wilayah baru yang mereka temukan.
Mari kita kaitannya materi
minggu lalu dengan mareri hari ini..
MATERI
Masa kolonialisme dan imperialisme
di Indonesia, yang berlangsung selama berabad-abad, membawa perubahan mendalam
dalam struktur kehidupan masyarakat. Dari dominasi ekonomi hingga pergeseran
nilai budaya, periode ini membentuk wajah Indonesia modern.
1. Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme
- Kolonialisme adalah sistem penguasaan
suatu wilayah oleh negara asing dengan tujuan menguasai sumber daya alam,
tenaga kerja, dan pasar.
- Imperialisme adalah kebijakan atau hasrat
suatu negara untuk memperluas kekuasaan dan pengaruhnya terhadap wilayah
lain, baik secara politik, ekonomi, maupun budaya.
Perbedaan utama:
- Kolonialisme
lebih menekankan pada penguasaan wilayah secara langsung.
- Imperialisme
lebih luas, mencakup pengaruh tidak langsung, termasuk ekonomi dan
ideologi
2. Bangsa-Bangsa Penjajah di
Indonesia
Bangsa Eropa yang pernah menjajah
Indonesia antara lain:
- Portugis (abad ke-16) – menguasai
Malaka dan Maluku.
- Spanyol – sempat hadir di Maluku.
- Belanda – penjajahan terlama melalui
VOC dan Pemerintah Hindia Belanda.
- Inggris – berkuasa singkat
(1811–1816)
3. Kehidupan Masyarakat di Bidang Ekonomi
- Rakyat
diwajibkan membayar pajak tinggi.
- Diterapkan
sistem tanam paksa (Cultuurstelsel) sejak 1830:
- Petani
harus menanam tanaman ekspor (kopi, tebu, nila).
- Hasilnya
diserahkan kepada pemerintah kolonial.
- Banyak
rakyat mengalami kemiskinan dan kelaparan.
- Perkebunan
besar dikuasai penjajah dan swasta asing
4. Kehidupan Sosial Masyarakat
- Terjadi
diskriminasi sosial:
- Golongan
Eropa (kelas atas)
- Timur
Asing (Tionghoa, Arab)
- Pribumi
(kelas bawah)
- Kerja
paksa (rodi) sering diterapkan.
- Angka
kemiskinan dan penyakit meningkat.
5. Kehidupan di Bidang Politik dan Pemerintahan
- Kekuasaan
raja-raja lokal dibatasi atau dihapus.
- Pemerintahan
dikendalikan oleh pejabat kolonial.
- VOC
memiliki hak istimewa (hak oktroi), seperti:
- Mencetak
uang
- Membentuk
tentara
- Mengadakan
perjanjian dengan raja
- Pendidikan
hanya untuk golongan tertentu (Eropa dan bangsawan pribumi).
- Rakyat
pribumi sulit mengakses pendidikan.
- Masuknya
budaya Barat:
- Sistem
hukum Barat
- Gaya
hidup Eropa
- Namun,
pendidikan Barat melahirkan kaum terpelajar yang kemudian
memelopori pergerakan nasional.
Dampak negatif:
- Penindasan
dan penderitaan rakyat
- Kerusakan
tatanan sosial dan ekonomi
- Hilangnya
kedaulatan bangsa
Dampak positif (terbatas):
- Pengenalan
pendidikan modern
- Pembangunan
infrastruktur (jalan, rel kereta)
- Munculnya
kesadaran nasional dan perlawanan
8. Perlawanan Rakyat terhadap
Penjajah
Beberapa contoh perlawanan:
- Perlawanan
Sultan Hasanuddin
- Perang
Diponegoro
- Perang
Padri
- Perang
Aceh
Perlawanan ini menunjukkan semangat
rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan dan harga diri bangsa.
Resume
Masa kolonialisme mengubah tatanan
hidup bangsa Indonesia secara fundamental melalui empat aspek utama:
1. Transformasi Politik
- Perubahan
Sistem:
Peralihan dari sistem kerajaan feodal ke birokrasi modern yang
sentralistik.
- Degradasi
Kekuasaan:
Raja/Sultan kehilangan kedaulatan; Bupati diubah menjadi pegawai negeri di
bawah kendali Gubernur Jenderal.
- Taktik
Belanda:
Penggunaan strategi Devide et Impera (adu domba) untuk
melemahkan kekuatan lokal.
2. Eksploitasi Ekonomi
- Perubahan
Mata Pencaharian:
Dari pertanian untuk konsumsi sendiri ke ekonomi pasar global
(komersialisasi).
- Sistem
Penindasan:
Adanya monopoli dagang VOC dan Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel)
yang menyebabkan kelaparan.
- Modernisasi
Ekonomi: Pengenalan
sistem uang, perbankan, dan pembangunan infrastruktur (Jalan Raya Pos
& Kereta Api) untuk memobilisasi hasil bumi.
3. Stratifikasi Sosial (Kasta
Rasial)
Masyarakat dibagi menjadi tiga
tingkatan kasta yang ketat:
- Eropa: Kelas atas dengan hak
istimewa.
- Timur
Asing (Cina, Arab, India):
Kelas menengah/pedagang perantara.
- Pribumi: Kelas terendah yang menjadi
objek kerja paksa (rodi).
4. Dampak Budaya dan Pendidikan
- Pendidikan: Munculnya golongan
terpelajar yang menjadi motor penggerak kemerdekaan.
- Budaya: Masuknya gaya hidup Barat (Westernisasi),
bahasa serapan, dan penyebaran agama Kristen.
- Tradisi: Memudarnya pengaruh adat
istana karena pengaruh protokol Eropa.
Evolusi Perlawanan Bangsa
Perlawanan terhadap penjajahan
mengalami transformasi metode:
- Lokal
(Abad 16-18):
Dipimpin bangsawan/tokoh agama, bersifat kedaerahan.
- Perang
Besar (Abad 19):
Meletusnya Perang Diponegoro, Padri, dan Aceh.
- Nasional
(Abad 20):
Perjuangan melalui organisasi modern (Budi Utomo, PNI, dll) yang
lebih terorganisir secara intelektual.
Soal Essay (Latihan Pemahaman)
1.
Jelaskan
bagaimana perubahan sistem pemerintahan dari feodal menjadi birokrasi modern
pada masa kolonial memengaruhi kedudukan raja atau sultan di Indonesia!
2.
Sistem
Tanam Paksa (Cultuurstelsel) dianggap sebagai salah satu periode paling
kelam dalam ekonomi kolonial. Analisislah dampak kebijakan tersebut terhadap
ketahanan pangan rakyat pribumi!
3.
Pada
masa kolonial, terdapat stratifikasi sosial berdasarkan kasta rasial. Sebutkan
pembagian golongan tersebut dan jelaskan dampak psikologis maupun sosialnya
bagi golongan pribumi!
4.
Pendidikan
Barat yang diperkenalkan pemerintah kolonial sebenarnya bertujuan mencetak
tenaga kerja murah, namun memberikan "senjata makan tuan" bagi
Belanda. Mengapa demikian?
5.
Bandingkan
karakteristik perlawanan bangsa Indonesia terhadap kolonialisme sebelum abad
ke-20 dengan perlawanan pada awal abad ke-20!
Sumber Literasi & Bacaan
Ø
https://aprizal79.blogspot.com/
Ø
Buku
Teks Utama: Kemendikbudristek. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas
VIII. (Edisi terbaru kurikulum Merdeka/K-13).
Ø
https://www.gramedia.com/literasi/kolonialisme-dan-imperialisme/
Ø
https://pahamify.com/blog/pahami-materi/materi-ips/kolonialisme-dan-imperialisme-di-indonesia/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar