![]() |
| https://aprizal79.blogspot.com/2026/10/agit-cd-interaksi-maysarakat-abad-21_01119474001.html |
Idendtitas
|
Nama Guru |
: |
Aprizal |
|
Mata Pelajaran |
: |
Ilmu Pengetahuan
Sosial |
|
Hari/Tanggal |
: |
Senin, 26 Oktober 2026 |
|
Fase/Kelas |
: |
D / 9CD |
|
Judul Materi |
: |
Interaksi Maysarakat Abad 21 |
|
|
|
|
Capaian
Pembelajaran |
: |
Pada akhir Fase
D, peserta didik mampu Memahami karakter masyarakat jaringan (network
society) dan kolaborasi global melalui media sosial. |
|
Tujuan
Pembelajaran |
: |
Peserta
didik dapat mengevaluasi pola interaksi dalam masyarakat jaringan (network
society) guna merancang kolaborasi global yang positif dan etis di media
sosial.
|
|
ü Mindfull
(Berkesadaran) |
: |
Peserta didik
secara kritis, teliti, dan sadar penuh (present & reflective)
merefleksikan pola interaksi dalam masyarakat
jaringan (network society) |
|
ü Meaningfull
(Bermakna) |
: |
Pembelajaran
dikaitkan langsung dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, sehingga
mereka paham pentingnya mengevaluasi pola
interaksi dalam masyarakat jaringan (network society) guna merancang
kolaborasi global yang positif dan etis di media sosial. |
|
ü Joyful
(Menyenangkan) |
: |
Belajar
dilakukan melalui aktivitas kolaboratif yang interaktif seperti game/quiz
kuis keamanan digital, bermain peran (role-play), atau analisis pola interaksi dalam masyarakat jaringan (network
society) guna merancang kolaborasi global yang positif dan etis di media
sosial dalam format diskusi kelompok yang seru |
|
AlurnTujuan
Pembelajaran |
|
|
|
Pengenalan &
Pemahaman Ekosistem Ekonomi Digital |
: |
Pada tahap ini,
peserta didik mampu mengevaluasi pola interaksi
dalam masyarakat jaringan (network society) guna merancang kolaborasi global
yang positif dan etis di media sosial. |
|
Pemetaan Risiko
Transaksi Keuangan Digital |
: |
Peserta didik mampu
Menganalisis dan mengidentifikasi pola interaksi
dalam masyarakat jaringan. |
|
Penerapan
Prosedur Keamanan & Evaluasi Transaksi |
: |
Pada
tahap akhir, peserta mampu menerapkan
langkah-langkah preventif dan prosedur aman dalam pola
interaksi dalam masyarakat jaringan. |
MATERI
Assalamu'alaikum
Wr.Wb.
الـحَمْدُ للهِ
رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ
، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi
robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal
mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi
aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
Anak-anakku, sebelum kita membahas pola
interaksi dalam masyarakat jaringan mari kita
renungkan bersama:
·
Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah
Pencipta alam semesta beserta segala akal pikiran dan potensi manusia, yang
kemudian melahirkan inovasi pola interaksi dalam
masyarakat jaringan.
·
Al-Malik (Maha Memelihara): Allah SWT adalah Penguasa mutlak yang
memelihara segala urusan hamba-Nya. Dalam konteks pola
interaksi dalam masyarakat jaringan, pemeliharaan ini tercermin dari
perlunya pengaturan, regulasi, dan prosedur keamanan yang ketat untuk
melindungi privasi sesama manusia.
·
Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah
SWT menjamin dan memberikan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya melalui berbagai
jalan, termasuk melalui pola interaksi dalam
masyarakat jaringan yang jujur, serta transparan
Pernahkah kalian memperhatikan bagaimana orang tua kalian berinteraksi?
Apakah mereka selalu menggunakan alat komunikasi? Saat ini, kita hidup di era
di mana cara kita berkomunikasi telah bertransformasi secara signifikan. Jika
dahulu masyarakat berkomunikasi secara langsung, kini dapat selesai hanya dalam
hitungan detik melalui gawai di genggaman tangan.
Pada pembelajaran kali ini, kita akan menjelajahi pola interaksi dalam
masyarakat jaringan hingga dampaknya terhadap aktivitas masyarakat modern. Mari pelajari
bagaimana teknologi digital mengubah tata cara berinteraksi kita secara bijak
dan aman!
https://www.youtube.com/watch?v=5nMQaB9TNPE
I. Pengertian dan Hakikat Interaksi Masyarakat Abad 21
Abad ke-21 merupakan era transformasi peradaban manusia yang didorong
oleh dua mesin utama: Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
yang masif serta Globalisasi.
·
Karakteristik Utama:
- Tanpa Batas Geografis (Borderless): Jarak fisik bukan lagi hambatan utama dalam membangun relasi
sosial.
- Interaksi Hibrid (Hybrid Interaction): Manusia abad 21 hidup di dua dunia secara bersamaan—dunia nyata
(tatap muka) dan dunia maya (digital).
- Kecepatan & Instanitas: Informasi,
tren, dan komunikasi mengalir dalam hitungan detik secara global.
II. Bentuk-Bentuk Interaksi Masyarakat Abad 21
Interaksi sosial kini bertransformasi ke dalam tiga ranah utama:
1. Interaksi Digital (Dunia Maya / Cyberspace)
o Berlangsung melalui media sosial (Instagram, TikTok, X), aplikasi
perpesanan (WhatsApp, Telegram), hingga platform konferensi video (Zoom, Google
Meet).
o Melahirkan Komunitas Virtual (Interest-based Communities),
yaitu kelompok sosial yang terbentuk bukan karena kedekatan tempat tinggal,
melainkan kesamaan hobi, minat, atau ideologi.
2. Interaksi Ekonomi Digital (E-Commerce & Digital Economy)
o
Pergeseran pola konsumsi dari pasar konvensional
menuju pasar daring (marketplace) dan sistem pembayaran non-tunai (e-wallet,
QRIS, internet banking).
o
Munculnya Ekonomi Berbagi (Sharing Economy)
dan sistem kerja fleksibel (gig economy seperti freelancer global
yang dapat dikerjakan dari mana saja).
3. Interaksi Budaya Transnasional (Cultural Hybridization)
o
Terjadinya pertukaran budaya antarbangsa yang sangat
cepat, seperti demam K-Pop, anime Jepang, fesyen barat, hingga kuliner global.
o
Proses Akulturasi dan Asimilasi melahirkan tren
budaya populer baru (pop culture) di kalangan remaja.
III. Dampak Interaksi Masyarakat Abad 21
https://www.youtube.com/watch?v=XY-5FZ1sn80
Setiap perubahan selalu membawa dua sisi mata uang: peluang dan
tantangan.
A. Dampak Positif (Peluang)
ü Efisiensi & Konektivitas: Akses ilmu
pengetahuan dan komunikasi menjadi jauh lebih cepat, mudah, dan murah.
ü Kolaborasi Global: Memungkinkan pelajar atau
profesional bekerja sama lintas negara dalam proyek sains, pendidikan, maupun
bisnis.
ü Peluang Ekonomi Baru: Lahirnya profesi
modern yang diminati generasi muda, seperti content creator, digital
marketer, data analyst, dan UI/UX designer.
ü Demokratisasi Informasi: Ruang publik
digital memberikan kesempatan yang setara bagi siapa saja untuk menyampaikan
aspirasi dan belajar secara mandiri.
B. Dampak Negatif (Tantangan & Ancaman)
ü Individualisme & Degradasi Interaksi Langsung: Intensitas gawai yang tinggi berpotensi menurunkan empati, kepekaan
sosial, dan kemampuan komunikasi langsung (face-to-face).
ü Kejahatan Siber (Cybercrime): Ancaman
nyata berupa penipuan daring (phishing), pencurian data pribadi, cyberbullying,
hingga masifnya penyebaran berita bohong (hoaks).
ü Kesenjangan Digital (Digital Divide): Ketimpangan fasilitas teknologi dan internet antara wilayah perkotaan
dan perdesaan, atau antargolongan ekonomi.
ü Pengikisan Budaya (Cultural Erosion): Risiko tergesernya nilai-nilai kearifan lokal, etika ketimuran, dan
identitas nasional akibat adopsi budaya luar yang tidak disaring.
IV. Sikap Bijak dan Solusi Menghadapi Interaksi Abad 21
Sebagai pelajar kelas 9 yang dipersiapkan menjadi Warga Negara
Digital yang Bertanggung Jawab (Smart Digital Citizen), kalian perlu
menguasai kompetensi berikut:
1. Literasi Digital:
Kemampuan aktif untuk mengakses, memahami, mengevaluasi secara kritis,
dan menggunakan media digital secara aman, produktif, dan beretika.
2. Keterampilan Abad 21 (4C):
o
Critical Thinking (Berpikir
Kritis): Mampu memilah informasi yang valid dan
mengidentifikasi berita hoaks sebelum membagikannya.
o
Creativity (Kreativitas): Memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk menciptakan karya yang
positif dan inovatif.
o
Collaboration (Kolaborasi): Bekerja sama secara luas dan positif melalui jaringan digital.
o
Communication (Komunikasi): Menerapkan etika berkomunikasi di dunia maya (netiquette),
menghargai pendapat orang lain, dan menghindari ujaran kebencian.
3. Penguatan Identitas Nasional & Kearifan Lokal:
Menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai filter utama dalam menyaring
arus informasi dan budaya global agar jati diri bangsa tetap terjaga.
ALAT PERAGA/MEDIA PEMBELAJARAN :
Ø Video Pembelajaran (tertuang dalam link)
Ø PPT Pembelajaran /CANVA/GAMBAR (sesuai materi)
Ø LCD, Laptop/Layar PID/Android/Gawai
ASSESSMENT
Pertanyaan: "Sebagai
remaja yang tumbuh di era digital, apa satu kebiasaan kecil yang bisa kamu
lakukan mulai hari ini untuk mengurangi dampak negatif media sosial terhadap
kesehatan mental dan kehidupan sosialmu di dunia nyata?" tidak perlu dijawab, namun refleksilah diri kalian sendiri!!!
KESIMPULAN MATERI
DEFINISI
Interaksi
masyarakat Abad 21 adalah pola hubungan antarindividu/kelompok yang
memanfaatkan teknologi digital dan komunikasi canggih, sehingga dapat
berlangsung secara lintas batas wilayah dan waktu (tanpa batas).
BENTUK INTERAKSI
o
Interaksi Digital: Komunikasi via media
sosial, platform pesan singkat, dan komunitas virtual.
o
Interaksi Ekonomi Digital: Jual beli
online (E-commerce), pembayaran nontunai (QRIS/E-Wallet), dan pekerjaan jarak
jauh.
o
Interaksi Budaya: Pertukaran dan pengaruh
budaya global (pop culture) melalui media massa digital.
3. DAMPAK
INTERAKSI ABAD 21
§ Positif
: Akses informasi cepat, komunikasi global, efisiensi ekonomi, dan munculnya
peluang kerja baru.
§ Negatif
: Ancamannya berupa hoaks, cyberbullying, kejahatan siber, menurunnya empati
langsung, dan pudarnya kearifan lokal.
4. KUNCI SUKSES
ABAD 21
§ Menguasai
Literasi Digital & Etika Berinternet (Netiquette).
§ Mengembangkan
Keterampilan 4C (Berpikir Kritis, Kreatif, Kolaboratif, dan Komunikatif).
§ Menjadikan
Nilai Pancasila sebagai Filter Budaya Luar.
KESIMPULAN
HASIL PEMBELAJARAN
