https://www.youtube.com/watch?v=mFlYpcG2Szs
Idendtitas
|
Nama Guru |
: |
Aprizal |
|
Mata Pelajaran |
: |
Ilmu Pengetahuan Sosial |
|
Hari/Tanggal |
: |
Senin 19 Oktober 2026 |
|
Fase/Kelas |
: |
D / 8C |
|
Judul Materi |
: |
Keragaman Aktivitas
Ekonomi Masyarakat (Variasi profesi masyarakat berdasarkan karakteristik
keruangan wilayah serta memproyeksikan pergeseran sektor kerja akibat
industrialisasi modern) |
|
Pertemuan ke
- |
: |
16 |
|
Capaian Pembelajaran |
: |
Pada akhir Fase D, Peserta
didik mampu Peserta didik mampu mengklasifikasikan berbagai sektor mata
pencaharian masyarakat (agraris, maritim, industri, jasa) di Indonesia. |
|
Tujuan Pembelajaran |
: |
Peserta didik dapat
mengategorikan variasi profesi masyarakat berdasarkan karakteristik keruangan
wilayah serta memproyeksikan pergeseran sektor kerja akibat industrialisasi
modern. |
|
ü
Mindfull
(Berkesadaran) |
: |
Peserta didik diajak
mengamati secara saksama (observasi sadar) melalui media gambar, video, atau
teks mengenai kontribusi sektor agraris tradisional dengan industri
manufaktur modern., lalu diminta menuliskan atau mengungkapkan apa yang
mereka lihat, dengar, dan rasakan tanpa tergesa-gesa menilai. |
|
ü
Meaningfull (Bermakna) |
: |
Pembelajaran dikaitkan
langsung dengan konteks kehidupan nyata peserta didik di lingkungan sekitar
atau daerah tempat tinggal mereka (kontribusi sektor agraris tradisional
dengan industri manufaktur modern). |
|
ü Joyful
(Menyenangkan) |
: |
Suasana kelas dibuat
gembira melalui metode permainan tebak profesi berdasarkan ciri-ciri
lingkungan kerja di sektor agraris tradisional dengan industri manufaktur
modern, sehingga peserta didik antusias dan aktif berpartisipasi tanpa
tekanan. |
|
AlurnTujuan Pembelajaran |
|
|
|
Tahap 1: Eksplorasi Konsep Karakteristik Wilayah |
: |
Peserta didik mampu
mengenali dan membedakan ciri-ciri sektor agraris tradisional dengan industri
manufaktur modern. |
|
Tahap 2: Pengenalan Jenis Pekerjaan Berdasarkan
Wilayah) |
: |
Peserta didik mampu
menghubungkan kondisi geografis suatu wilayah dengan jenis pekerjaan sektor
agraris tradisional dengan industri manufaktur modern yang dilakukan oleh
penduduknya. |
|
Tahap 3: Analisis Komparatif dan Identifikasi
Komprehensif |
: |
Peserta didik dapat mengidentifikasi,
membandingkan, dan menyimpulkan karakteristik serta keterkaitan jenis
pekerjaan penduduk di datasektor agraris tradisional dengan industri
manufaktur modern secara utuh. Indikator
Ketercapaian:
Peserta didik mampu menjelaskan secara komprehensif mengapa karakteristik
suatu wilayah menentukan jenis pekerjaan penduduknya melalui contoh konkret. |
MATERI
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ
العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ
، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi robbil
‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin,
nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa
mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
Anak-anakku, sebelum kita membahas kearifan
lokal mari kita renungkan bersama kebeearan Allah yang terkandung dalam Asmaul husna ini dengan materi ini :
·
Al-Khaliq
(Maha Menciptakan): Allah SWT menciptakan alam semesta dengan
berbagai bentuk muka bumi yang beragam, seperti dataran rendah dan wilayah
pesisir, masing-masing dengan keunikan dan potensi sumber daya alamnya
sendiri. Peserta didik diajak untuk mengagumi ciptaan Allah melalui keragaman
geografis ini
·
Al-Malik
(Maha Memelihara): Allah
SWT yang mengatur dan memelihara keseimbangan alam di setiap wilayah (dataran
rendah dan pesisir). Manusia diberi amanah untuk mengelola dan menjaga
kelestarian lingkungan tempat mereka tinggal dan bekerja.
·
Ar-Razzaq (Maha Pemberi
Rezeki): Keragaman
wilayah (dataran rendah dan pesisir) melahirkan jenis pekerjaan yang berbeda
(misalnya petani, pedagang, atau pegawai di dataran rendah, serta nelayan,
petani tambak, atau pembuat garam di pesisir). Semua pekerjaan tersebut
merupakan bentuk ikhtiar manusia dalam menjemput rezeki yang telah diatur dan
disebarkan oleh Ar-Razzaq.
Pernahkah kalian memperhatikan mengapa mata pencaharian
orang-orang di sekitar kita berbeda-beda? Ada yang bekerja di pasar, berdagang,
menjadi buruh pabrik, hingga melaut menangkap ikan.
Tahukah kalian bahwa kondisi geografis suatu
wilayah sangat memengaruhi cara masyarakatnya memenuhi kebutuhan hidup? Bentuk
muka bumi seperti dataran rendah dan wilayah pesisir memberikan sumber daya
alam yang berbeda, sehingga menciptakan jenis-jenis pekerjaan yang khas. Yuk,
kita pelajari bersama bagaimana masyarakat di dataran rendah dan pesisir
memanfaatkan wilayahnya melalui aktivitas ekonomi!"
Karakteristik keruangan suatu
wilayah (kondisi geografis, topografi, dan aksesibilitas) secara langsung
menentukan variasi profesi dominan masyarakat setempat karena perbedaan
potensi sumber daya alam yang tersedia. Namun, industrialisasi modern secara
masif memproyeksikan pergeseran dari sektor-sektor berbasis alam (primer)
menuju sektor manufaktur dan jasa (sekunder dan tersier). https://www.youtube.com/watch?v=XePSKgv0hcU&t=341s
1. Variasi Profesi Berdasarkan Karakteristik Keruangan
Wilayah
Kondisi geografis Indonesia yang beragam menciptakan
ruang hidup yang berbeda-beda bagi penduduknya. Karakteristik ruang memengaruhi
ketersediaan Sumber Daya Alam (SDA), aksesibilitas, serta iklim, yang pada
akhirnya membentuk variasi profesi dominan masyarakat:
|
Karakteristik
Keruangan |
Karakteristik
Fisik & Iklim |
Ragam Profesi
Dominan |
Hubungan
Kausalitas Ekonomi |
|
Wilayah Pesisir
& Laut |
Dekat garis
pantai, suhu hangat, kaya biota laut. |
Nelayan, petani
garam, pembudidaya rumput laut, pemandu wisata bahari, buruh logistik
pelabuhan. |
Akses langsung
ke laut mendorong pemanfaatan sumber daya laut untuk kegiatan produksi. |
|
Dataran Rendah |
Ketinggian
<200 mdpl, relief landai, suhu cenderung panas, akses transportasi mudah. |
Petani padi,
peternak unggas, buruh pabrik, pedagang grosir, pegawai kantor, penyedia jasa
transportasi. |
Pusat
konsentrasi penduduk dan infrastruktur yang memicu berkembangnya sektor
sekunder dan tersier. |
|
Dataran Tinggi
& Pegunungan |
Ketinggian
>500 mdpl, relief berbukit, suhu sejuk/dingin, tanah vulkanis subur. |
Petani
hortikultura (sayur/buah), pekebun kopi/teh, pemandu wisata alam, pemilik
penginapan (homestay). |
Iklim sejuk dan
kesuburan tanah sangat mendukung budidaya komoditas pertanian bernilai tinggi
dan pariwisata. |
2. Industrialisasi Modern dan Proyeksi Pergeseran
Sektor Kerja
Industrialisasi modern adalah proses transformasi
ekonomi dari yang semula berbasis agraris (padat karya tradisional) beralih ke
industri manufaktur berbasis mesin dan teknologi tinggi (padat modal).
Perubahan ini memicu fenomena transformasi struktural ketenagakerjaan:
- Penyebab Pergeseran: Masuknya pabrik modern, alih
fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri, serta otomatisasi
teknologi.
- Arah Pergeseran (Proyeksi Masa Depan):
- Sektor Primer ke Sekunder: Berkurangnya jumlah
petani tradisional karena tanahnya beralih fungsi menjadi kawasan
industri. Mantan petani atau anak-anak muda di pedesaan bergeser menjadi
operator mesin, buruh pabrik, atau teknisi industri. https://www.youtube.com/watch?v=qBteDS3k1IY
- Sektor Sekunder ke Tersier (Jasa): Bersamaan
dengan tumbuhnya pusat industri, muncul kebutuhan jasa penunjang di
sekitarnya. Hal ini melahirkan profesi baru seperti penyedia kos-kosan,
pengemudi ojek daring, penyedia jasa katering karyawan, hingga ahli
pemrograman (programmer) penunjang mesin pabrik digital. https://www.youtube.com/watch?v=s4Yv-eA-Z_A
- Ledakan Sektor Jasa
Digital (Mengaburkan Batas Geografis)
Ø Pergeseran: Industrialisasi modern memicu knowledge-based economy
(ekonomi berbasis pengetahuan) di mana modal utama kerja bukan lagi kekuatan
fisik atau letak lahan, melainkan keahlian digital.
Ø Proyeksi Profesi Baru: Batasan keruangan akan semakin pudar karena maraknya sistem kerja Remote (WFH). Masyarakat di dataran rendah maupun tinggi dapat mengakses profesi global seperti software engineer, content creator, analis keamanan siber, dan spesialis pemasaran digital selama terhubung dengan jaringan internet. https://www.youtube.com/watch?v=w2l8pzz-PNc
ALAT PERAGA/MEDIA PEMBELAJARAN :
- Video Pembelajaran (tertuang dalam link)
- PPT Pembelajaran /CANVA/GAMBAR (sesuai materi)
- LCD, Laptop/Layar PID/Android
ASSESSMENT
- Jelaskan dengan singkat Transformasi akibat Industrialisasi Modern: Industrialisasi modern memicu pergeseran struktur ketenagakerjaan dari sektor primer (berbasis alam/agraris) menuju sektor sekunder (manufaktur dan pabrik) serta sektor tersier (jasa dan perdagangan penunjang).
KESIMPULAN MATERI
Pengaruh
Kondisi Geografis terhadap Profesi: Kondisi geografis, topografi, dan
aksesibilitas suatu wilayah (seperti wilayah pesisir, dataran rendah, serta
dataran tinggi dan pegunungan) secara langsung menentukan variasi potensi
sumber daya alam yang tersedia, sehingga membentuk profesi dominan yang khas
bagi masyarakat setempat.
Transformasi
akibat Industrialisasi Modern: Industrialisasi modern memicu pergeseran
struktur ketenagakerjaan dari sektor primer (berbasis alam/agraris) menuju
sektor sekunder (manufaktur dan pabrik) serta sektor tersier (jasa dan
perdagangan penunjang).
Perkembangan
Sektor Jasa Digital: Kemajuan teknologi dan ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based
economy) mengaburkan batasan keruangan, sehingga masyarakat dari berbagai
wilayah kini dapat mengakses profesi global secara remote (jarak jauh)
bermodal jaringan internet dan keahlian digital.
KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN