Welcome

<< Mulai dengan cerita yang menarik>> << SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA >>

Senin, 19 Januari 2026

K9D Pembangunan Masa Reformasi dan Tolok Ukur Pembangunan



 https://www.youtube.com/watch?v=YhoKGELkfgg&t=4s

 

Mata Pelajaran

IPS

Kelas/Fase

9 D  / Fase D 

Materi

Pembangunan Masa Reformasi dan Tolok Ukur Pembangunan

Pertemuan ke

 1

Guru Pengampu

Aprizal

Waktu Pembelajaran

Senin,  18  Januari 2026

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Murid   memahami  keberagaman kondisi geografis Indonesia, konektivitas antarruang terhadap upaya pemanfaatan dan pelestarian potensi sumber daya alam, faktor aktivitas manusia terhadap perubahan iklim dan potensi bencana alam.

 

Tujuan Pembelajaran

Melalui pemahaman dan penyampaian  Murid mampu mendeskripsikan upaya pembangunan dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat pada masa Orde Lama dan Orde Baru serta mempresentasikan di depan kelas menggunakan Canvas, PPT atau video/mind map atau karya lain sesuai dengan kesiapan siswa.

 

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du. 

 

Pembangunan Orde Lama lebih menitikberatkan pada pembangunan fisik yang bersifat simbolis untuk memperkuat jati diri bangsa di tingkat global. Sebaliknya, Orde Baru lebih pragmatis dengan memprioritaskan stabilitas ekonomi, pembangunan infrastruktur rakyat, dan peningkatan taraf hidup melalui sektor pertanian (Revolusi Hijau).

Secara garis besar, perbedaan pembangunan kedua era ini terletak pada prioritasnya: Orde Lama membangun "Jiwa dan Harga Diri", sedangkan Orde Baru membangun "Pertanian dan Ekonomi". Ok guys kita masuk pada materi  Pembangunan Masa Reformasi dan Tolok Ukur Pembangunan

 

MATERI

Pembangunan masa Reformasi (1998-sekarang) di Indonesia fokus pada pemulihan ekonomi pasca-krisis, liberalisasi, desentralisasi, serta peningkatan demokrasi dan kualitas SDM melalui kebijakan seperti UU Anti-KKN dan perbaikan sektor keuangan, dengan tolok ukur keberhasilan mencakup pertumbuhan ekonomi (PDB), peningkatan kesejahteraan rakyat (IPM: harapan hidup, pendidikan, pendapatan per kapita), serta stabilitas politik dan supremasi hukum. 

 

A. Pembangunan Masa Reformasi (Sejak 1998)

1. Latar Belakang Reformasi

Era Reformasi dimulai pada tahun 1998 setelah berakhirnya pemerintahan Orde Baru. Reformasi muncul akibat:

  • Krisis ekonomi 1997–1998
  • Tingginya praktik KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme)
  • Lemahnya penegakan hukum
  • Kurangnya demokrasi dan kebebasan berpendapat

Reformasi bertujuan menciptakan pemerintahan yang demokratis, transparan, dan akuntabel.

 

2. Tujuan Pembangunan Masa Reformasi

Pembangunan pada masa Reformasi diarahkan untuk:

  • Mewujudkan demokrasi dan supremasi hukum
  • Meningkatkan kesejahteraan rakyat
  • Mengurangi kemiskinan dan pengangguran
  • Mendorong pemerataan pembangunan
  • Memberantas korupsi

 

3. Kebijakan dan Ciri Pembangunan Masa Reformasi

Beberapa ciri utama pembangunan pada masa Reformasi antara lain:

a. Bidang Politik

  • Pelaksanaan pemilu langsung (presiden, kepala daerah)
  • Kebebasan pers dan berpendapat
  • Penguatan lembaga negara (KPK, MK, KY)

b. Bidang Ekonomi

  • Pemulihan pascakrisis ekonomi
  • Pemberdayaan UMKM
  • Pengurangan utang luar negeri secara bertahap
  • Program perlindungan sosial (BLT, PKH, BPJS)

c. Bidang Sosial dan Pendidikan

  • Wajib belajar 9–12 tahun
  • Program BOS (Bantuan Operasional Sekolah)
  • Peningkatan layanan kesehatan masyarakat

d. Bidang Pemerintahan

  • Otonomi daerah melalui desentralisasi
  • Peningkatan transparansi anggaran
  • Reformasi birokrasi

 

4. Tantangan Pembangunan Masa Reformasi

  • Ketimpangan sosial dan ekonomi
  • Korupsi yang masih terjadi
  • Kualitas SDM yang belum merata
  • Infrastruktur yang belum seimbang antarwilayah

 

B. Tolok Ukur Pembangunan

1. Pengertian Tolok Ukur Pembangunan

Tolok ukur pembangunan adalah indikator atau alat ukur yang digunakan untuk menilai tingkat keberhasilan pembangunan suatu negara.

 

2. Macam-Macam Tolok Ukur Pembangunan

a. Pendapatan Nasional

  • PDB (Produk Domestik Bruto)
  • PNB (Produk Nasional Bruto)
    Digunakan untuk melihat kemampuan ekonomi negara, tetapi belum mencerminkan pemerataan kesejahteraan.

 

b. Pendapatan Per Kapita

Pendapatan rata-rata penduduk suatu negara.
Kelemahan: tidak menunjukkan kesenjangan pendapatan.

 

c. Indeks Pembangunan Manusia (IPM / HDI)

Indikator yang paling sering digunakan, meliputi:

  1. Pendidikan (rata-rata lama sekolah)
  2. Kesehatan (angka harapan hidup)
  3. Standar hidup layak (pendapatan per kapita)

IPM memberikan gambaran pembangunan yang lebih menyeluruh.

 

d. Indikator Sosial Lainnya

  • Tingkat kemiskinan
  • Tingkat pengangguran
  • Angka melek huruf
  • Akses terhadap layanan kesehatan

 

3. Kesimpulan Tolok Ukur Pembangunan

  • Pembangunan tidak hanya dinilai dari pertumbuhan ekonomi
  • Harus memperhatikan kualitas hidup manusia
  • IPM menjadi tolok ukur yang paling relevan dalam era modern

 

Soal Essay (Latihan Pemahaman)

1.       Jelaskan latar belakang lahirnya Reformasi di Indonesia serta hubungannya dengan arah pembangunan nasional setelah tahun 1998.

2.       Tuliskan dan jelaskan tujuan pembangunan pada masa Reformasi di Indonesia.

3.       Uraikan ciri-ciri pembangunan masa Reformasi dalam dua bidang, misalnya bidang politik dan ekonomi.

4.       Jelaskan pengertian tolok ukur pembangunan dan mengapa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dianggap lebih tepat dibandingkan pendapatan nasional.

5.       Mengapa pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu mencerminkan keberhasilan pembangunan? Jelaskan dengan mengaitkannya pada pemerataan kesejahteraan masyarakat.

 

 Resume

Pembangunan masa Reformasi menekankan pada demokrasi, kesejahteraan rakyat, dan pemerataan pembangunan. Keberhasilannya diukur melalui berbagai tolok ukur, terutama Indeks Pembangunan Manusia, yang menilai pembangunan secara ekonomi, sosial, dan kualitas sumber daya manusia.

 

  Sumber Literasi & Bacaan

 

Tidak ada komentar: