Welcome

<< Mulai dengan cerita yang menarik>> << SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA >>

Selasa, 19 Mei 2026

K8 Perdagangan Internasional

 

https://www.youtube.com/watch?v=6SAbVOMsUYI

Identitas

Nama Guru

:

Aprizal

Mapel Diampu

:

IPS

Hari/Tanggal

:

Selasa, 19 Mei  2026

Kelas

:

8C 

Materi

:

Perdagangan Internasional

 

Tujuan Pembelajaran

Murid  mampu  Menganalisis kegiatan ekonomi ekspor dan impor menyusun strategi untuk meningkatkan kualitas ekspor.

 

 

Materi

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du. 

 

Berikut adalah rincian materi IPS Kelas 8 mengenai Perdagangan Internasional :

Esensi Perdagangan Internasional: Mengapa Negara Saling Berdagang?

Tidak ada satu pun negara di dunia yang benar-benar mandiri dan mampu memenuhi seluruh kebutuhan penduduknya sendiri. Perdagangan internasional terjadi karena adanya ketergantungan antarnegara.

Perdagangan internasional adalah aktivitas jual beli barang atau jasa antar negara yang melewati batas wilayah kedaulatan. Aktivitas ini memicu transaksi ekspor (menjual ke luar negeri) dan impor (membeli dari luar negeri) untuk memenuhi kebutuhan masing-masing negara demi mendapatkan keuntungan.

Aktivitas Utama:

  • Ekspor: Kegiatan menjual barang atau jasa ke luar negeri.
  • Impor: Kegiatan membeli barang atau jasa dari luar negeri.

 

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Untuk menganalisis mengapa suatu negara memilih untuk mengekspor atau mengimpor suatu barang, kita harus membedah faktor-faktor pendorong berikut:

A. Perbedaan Sumber Daya Alam (SDA)

Setiap negara memiliki kekayaan alam yang berbeda akibat kondisi geografis.

  • Analisis: Indonesia kaya akan tanah subur (menghasilkan kopi dan rempah) dan tambang (nikel), tetapi tidak memiliki cadangan minyak sebesar Arab Saudi. Oleh karena itu, Indonesia mengekspor nikal dan mengimpor minyak mentah.

B. Perbedaan Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek)

Negara dengan teknologi maju mampu memproduksi barang-barang kompleks secara efisien.

  • Analisis: Negara seperti Jepang atau Korea Selatan memiliki iptek tinggi untuk membuat mesin dan elektronik. Negara berkembang memilih mengimpor teknologi tersebut karena belum mampu memproduksinya sendiri secara massal.

C. Penghematan Biaya Produksi (Efisiensi)

Membuat sendiri suatu barang belum tentu lebih murah daripada membelinya dari luar negeri.

  • Analisis: Sebuah negara mungkin bisa menanam gandum di rumah kaca khusus, namun biayanya akan sangat mahal. Mengimpor gandum dari Australia jauh lebih murah dan efisien.

D. Perbedaan Selera (Taste)

Selera konsumen di suatu negara bisa memicu perdagangan, bahkan jika negara tersebut sudah bisa memproduksi barang sejenis.

  • Analisis: Indonesia memproduksi daging sapi lokal, namun sebagian masyarakat tetap mengimpor daging sapi wagyu dari Jepang karena perbedaan selera kualitas dan tekstur daging.

 

Dampak Kegiatan Perdagangan Internasional

Kegiatan ini seperti dua sisi mata uang yang membawa dampak positif sekaligus tantangan bagi perekonomian domestik:

 

Sisi Positif (Manfaat)

Sisi Negatif (Tantangan)

Menambah Devisa: Negara mendapat mata uang asing dari hasil ekspor untuk pembangunan.

Ketergantungan: Negara bisa menjadi terlalu bergantung pada pasokan barang dari luar negeri.

Perluasan Lapangan Kerja: Industri ekspor yang tumbuh akan menyerap banyak tenaga kerja lokal.

Ancaman Produk Lokal: Jika barang impor terlalu murah, industri dalam negeri bisa gulung tikar.

Transfer Teknologi: Impor mesin canggih membantu pekerja lokal mempelajari teknologi baru.

Eksploitasi SDA: Keinginan mengekspor sebanyak mungkin bisa memicu kerusakan lingkungan.

 

1.      Kegiatan Ekonomi: Ekspor dan Impor

Perdagangan internasional adalah aktivitas pertukaran barang atau jasa antara dua negara atau lebih atas dasar kesepakatan bersama. Kegiatan utama di dalamnya terbagi menjadi dua:

A. Kegiatan Ekspor (Menjual ke Luar Negeri)

  • Pengertian: Tindakan mengirim atau menjual barang dan jasa dari dalam negeri ke pasar luar negeri. Pelakunya disebut eksportir.
  • Tujuan Utama: Mendapatkan devisa (mata uang asing yang diakui internasional), memperluas pasar bagi produk domestik, dan membuka lapangan kerja baru.
  • Contoh Indonesia: Pengiriman kelapa sawit (CPO) ke India, kopi Gayo ke Amerika Serikat, atau batik ke Jepang.
  • Analisis Dampak Positif: Meningkatkan pendapatan negara dan mendorong pertumbuhan industri dalam negeri.

B. Kegiatan Impor (Membeli dari Luar Negeri)

  • Pengertian: Tindakan memasukkan atau membeli barang dan jasa dari luar negeri ke dalam pasar domestik. Pelakunya disebut importir.
  • Tujuan Utama: Memenuhi kebutuhan dalam negeri yang tidak bisa diproduksi sendiri, mengamankan pasokan bahan baku industri, dan memperoleh teknologi modern.
  • Contoh Indonesia: Pembelian mesin pabrik dari Jerman, gandum dari Australia, atau perangkat elektronik dari China.
  • Analisis Dampak Risiko: Jika jumlah impor lebih besar daripada ekspor (neraca perdagangan defisit), cadangan devisa negara akan tergeras dan industri lokal bisa kalah bersaing.

 

2.      Strategi Meningkatkan Kualitas Ekspor Indonesia

Agar produk Indonesia mampu bersaing di pasar global dan tidak kalah dengan produk negara lain, diperlukan langkah-langkah strategis berikut:

A. Diversifikasi Produk (Keanekaragaman Barang)

  • Strategi: Tidak hanya bergantung pada satu atau dua jenis komoditas unggulan (seperti sawit dan batubara).
  • Langkah Nyata: Mengembangkan ekspor produk industri kreatif (game, animasi, kerajinan tangan) dan produk manufaktur berteknologi.

B. Hilirisasi Industri (Peningkatan Nilai Tambah)

  • Strategi: Menghentikan penjualan bahan mentah (raw material) secara langsung. Bahan mentah harus diolah terlebih dahulu di dalam negeri sebelum diekspor.
  • Langkah Nyata: Melarang ekspor bijih nikel mentah, lalu mengolahnya menjadi baterai kendaraan listrik atau besi baja bernilai jual tinggi.

C. Standarisasi dan Sertifikasi Internasional

  • Strategi: Memastikan seluruh produk ekspor memenuhi standar mutu, kesehatan, dan keamanan yang berlaku di negara tujuan.
  • Langkah Nyata: Memenuhi sertifikasi organik untuk produk pertanian, sertifikasi halal untuk makanan olahan, serta standar kelestarian lingkungan (seperti sertifikasi FSC untuk furnitur kayu).

D. Pemanfaatan Teknologi dan Digitalisasi

  • Strategi: Menggunakan teknologi modern dalam proses produksi dan pemasaran.
  • Langkah Nyata: Memanfaatkan platform e-commerce global untuk memotong jalur distribusi panjang, sehingga UMKM lokal bisa langsung bertransaksi dengan pembeli luar negeri.

E. Diplomasi Dagang dan Perjanjian Internasional

  • Strategi: Pemerintah aktif menjalin kerja sama dengan negara sekutu untuk menurunkan hambatan tarif (pajak masuk).
  • Langkah Nyata: Memaksimalkan perjanjian perdagangan bebas (FTA) agar barang ekspor Indonesia mendapatkan tarif bea masuk 0% di negara tujuan.

  

Kesimpulan Materi

Assessment

Lembar Kerja Siswa (Studi Kasus Singkat)

Petunjuk Diskusi Kelompok:

"Indonesia kaya akan buah tropis seperti manggis. Namun, petani sering gagal mengekspor ke Eropa karena buah cepat membusuk di perjalanan dan ukuran buah tidak seragam."

Tugas Siswa: Berdasarkan materi di atas, susunlah 2 strategi konkret yang harus dilakukan kelompok tani tersebut agar kualitas ekspor manggis mereka meningkat dan diterima di pasar Eropa!

Refleksi

 Menunggu hasil KBM di Kelas berjalan.

 Referensi

 https://www.ruangguru.com/blog/pengertian-tujuan-faktor-perdagangan-internasional

https://sahabat.pegadaian.co.id/artikel/wirausaha/macam-macam-perdagangan

Tidak ada komentar: