https://www.youtube.com/watch?v=6SAbVOMsUYI
Identitas
|
Nama Guru |
: |
Aprizal |
|
Mapel Diampu |
: |
IPS |
|
Hari/Tanggal |
: |
Senin, 18 Mei 2026 |
|
Kelas |
: |
8CD |
|
Materi |
: |
Perdagangan
Internasional |
Tujuan
Pembelajaran
Murid
mampu Menganalisis
kegiatan ekonomi ekspor dan impor menyusun strategi untuk meningkatkan kualitas
ekspor.
Materi
Assalamu'alaikum
Wr.Wb.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi
robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal
mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi
aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
Berikut adalah rincian materi IPS Kelas 8 mengenai Perdagangan
Internasional :
Esensi Perdagangan
Internasional: Mengapa Negara Saling Berdagang?
Tidak ada satu pun
negara di dunia yang benar-benar mandiri dan mampu memenuhi seluruh kebutuhan
penduduknya sendiri. Perdagangan internasional terjadi karena adanya ketergantungan
antarnegara.
Perdagangan
internasional adalah aktivitas jual beli barang atau jasa antar negara yang
melewati batas wilayah kedaulatan. Aktivitas ini memicu transaksi ekspor
(menjual ke luar negeri) dan impor (membeli dari luar negeri) untuk
memenuhi kebutuhan masing-masing negara demi mendapatkan keuntungan.
Aktivitas Utama:
- Ekspor: Kegiatan
menjual barang atau jasa ke luar negeri.
- Impor: Kegiatan
membeli barang atau jasa dari luar negeri.
Faktor Pendorong
Perdagangan Internasional
Untuk menganalisis
mengapa suatu negara memilih untuk mengekspor atau mengimpor suatu barang, kita
harus membedah faktor-faktor pendorong berikut:
A. Perbedaan
Sumber Daya Alam (SDA)
Setiap negara
memiliki kekayaan alam yang berbeda akibat kondisi geografis.
- Analisis: Indonesia
kaya akan tanah subur (menghasilkan kopi dan rempah) dan tambang (nikel),
tetapi tidak memiliki cadangan minyak sebesar Arab Saudi. Oleh karena itu,
Indonesia mengekspor nikal dan mengimpor minyak mentah.
B. Perbedaan
Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek)
Negara dengan
teknologi maju mampu memproduksi barang-barang kompleks secara efisien.
- Analisis: Negara
seperti Jepang atau Korea Selatan memiliki iptek tinggi untuk membuat
mesin dan elektronik. Negara berkembang memilih mengimpor teknologi
tersebut karena belum mampu memproduksinya sendiri secara massal.
C. Penghematan
Biaya Produksi (Efisiensi)
Membuat sendiri
suatu barang belum tentu lebih murah daripada membelinya dari luar negeri.
- Analisis: Sebuah
negara mungkin bisa menanam gandum di rumah kaca khusus, namun biayanya
akan sangat mahal. Mengimpor gandum dari Australia jauh lebih murah dan
efisien.
D. Perbedaan
Selera (Taste)
Selera konsumen di
suatu negara bisa memicu perdagangan, bahkan jika negara tersebut sudah bisa
memproduksi barang sejenis.
- Analisis: Indonesia
memproduksi daging sapi lokal, namun sebagian masyarakat tetap mengimpor
daging sapi wagyu dari Jepang karena perbedaan selera kualitas dan tekstur
daging.
Dampak Kegiatan
Perdagangan Internasional
Kegiatan ini
seperti dua sisi mata uang yang membawa dampak positif sekaligus tantangan bagi
perekonomian domestik:
|
Sisi Positif
(Manfaat) |
Sisi Negatif
(Tantangan) |
|
Menambah Devisa: Negara mendapat
mata uang asing dari hasil ekspor untuk pembangunan. |
Ketergantungan: Negara bisa
menjadi terlalu bergantung pada pasokan barang dari luar negeri. |
|
Perluasan
Lapangan Kerja:
Industri ekspor yang tumbuh akan menyerap banyak tenaga kerja lokal. |
Ancaman Produk
Lokal:
Jika barang impor terlalu murah, industri dalam negeri bisa gulung tikar. |
|
Transfer
Teknologi:
Impor mesin canggih membantu pekerja lokal mempelajari teknologi baru. |
Eksploitasi SDA: Keinginan
mengekspor sebanyak mungkin bisa memicu kerusakan lingkungan. |
1.
Kegiatan Ekonomi: Ekspor dan Impor
Perdagangan
internasional adalah aktivitas pertukaran barang atau jasa antara dua negara
atau lebih atas dasar kesepakatan bersama. Kegiatan utama di dalamnya terbagi
menjadi dua:
A. Kegiatan Ekspor
(Menjual ke Luar Negeri)
- Pengertian: Tindakan mengirim atau
menjual barang dan jasa dari dalam negeri ke pasar luar negeri. Pelakunya
disebut eksportir.
- Tujuan Utama: Mendapatkan devisa
(mata uang asing yang diakui internasional), memperluas pasar bagi produk
domestik, dan membuka lapangan kerja baru.
- Contoh Indonesia: Pengiriman kelapa
sawit (CPO) ke India, kopi Gayo ke Amerika Serikat, atau batik ke Jepang.
- Analisis Dampak Positif: Meningkatkan
pendapatan negara dan mendorong pertumbuhan industri dalam negeri.
B. Kegiatan Impor
(Membeli dari Luar Negeri)
- Pengertian: Tindakan memasukkan atau
membeli barang dan jasa dari luar negeri ke dalam pasar domestik.
Pelakunya disebut importir.
- Tujuan Utama: Memenuhi kebutuhan
dalam negeri yang tidak bisa diproduksi sendiri, mengamankan pasokan bahan
baku industri, dan memperoleh teknologi modern.
- Contoh Indonesia: Pembelian mesin
pabrik dari Jerman, gandum dari Australia, atau perangkat elektronik dari
China.
- Analisis Dampak Risiko: Jika jumlah
impor lebih besar daripada ekspor (neraca perdagangan defisit), cadangan
devisa negara akan tergeras dan industri lokal bisa kalah bersaing.
2.
Strategi Meningkatkan Kualitas Ekspor Indonesia
Agar produk
Indonesia mampu bersaing di pasar global dan tidak kalah dengan produk negara
lain, diperlukan langkah-langkah strategis berikut:
A. Diversifikasi
Produk (Keanekaragaman Barang)
- Strategi: Tidak hanya bergantung pada
satu atau dua jenis komoditas unggulan (seperti sawit dan batubara).
- Langkah Nyata: Mengembangkan ekspor
produk industri kreatif (game, animasi, kerajinan tangan) dan produk
manufaktur berteknologi.
B. Hilirisasi
Industri (Peningkatan Nilai Tambah)
- Strategi: Menghentikan penjualan
bahan mentah (raw material) secara langsung. Bahan mentah harus
diolah terlebih dahulu di dalam negeri sebelum diekspor.
- Langkah Nyata: Melarang ekspor bijih
nikel mentah, lalu mengolahnya menjadi baterai kendaraan listrik atau besi
baja bernilai jual tinggi.
C. Standarisasi
dan Sertifikasi Internasional
- Strategi: Memastikan seluruh produk
ekspor memenuhi standar mutu, kesehatan, dan keamanan yang berlaku di
negara tujuan.
- Langkah Nyata: Memenuhi sertifikasi
organik untuk produk pertanian, sertifikasi halal untuk makanan olahan,
serta standar kelestarian lingkungan (seperti sertifikasi FSC untuk
furnitur kayu).
D. Pemanfaatan
Teknologi dan Digitalisasi
- Strategi: Menggunakan teknologi
modern dalam proses produksi dan pemasaran.
- Langkah Nyata: Memanfaatkan platform e-commerce
global untuk memotong jalur distribusi panjang, sehingga UMKM lokal bisa
langsung bertransaksi dengan pembeli luar negeri.
E. Diplomasi
Dagang dan Perjanjian Internasional
- Strategi: Pemerintah aktif menjalin
kerja sama dengan negara sekutu untuk menurunkan hambatan tarif (pajak
masuk).
- Langkah Nyata: Memaksimalkan
perjanjian perdagangan bebas (FTA) agar barang ekspor Indonesia
mendapatkan tarif bea masuk 0% di negara tujuan.
Kesimpulan Materi
Assessment
Lembar Kerja Siswa
(Studi Kasus Singkat)
Petunjuk Diskusi
Kelompok:
"Indonesia
kaya akan buah tropis seperti manggis. Namun, petani sering gagal mengekspor ke
Eropa karena buah cepat membusuk di perjalanan dan ukuran buah tidak
seragam."
Tugas Siswa:
Berdasarkan materi di atas, susunlah 2 strategi konkret yang harus dilakukan
kelompok tani tersebut agar kualitas ekspor manggis mereka meningkat dan
diterima di pasar Eropa!
Refleksi
Menunggu hasil KBM di Kelas berjalan.
https://www.ruangguru.com/blog/pengertian-tujuan-faktor-perdagangan-internasional
https://sahabat.pegadaian.co.id/artikel/wirausaha/macam-macam-perdagangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar