|
Identitas |
|
|
Nama Guru |
Aprizal |
|
Mata Pelajaran |
IPS |
|
Hari/Tanggal |
Kamis, 13 Agustus 2026 |
|
Kelas |
IX BA |
|
Materi |
Dampak
Globalisasi Ancaman westernisasi dan dominasi produk
impor di pasar domestik) |
|
CP |
Pada akhir Fase D peserta didik mampu Dampak
Globalisasi (Ancaman
westernisasi dan dominasi produk impor di pasar domestik) |
|
TP |
|
|
1.
"Melalui
eksplorasi dunia digital yang interaktif dan menyenangkan, peserta
didik secara penuh kesadaran mampu mengidentifikasi dan menjelaskan
kemudahan akses informasi akibat jaringan internet global, serta menunjukkan
sikap bijak dan beradab sebagai bentuk rasa syukur atas kebesaran Allah SWT
yang menghadirkan pengetahuan yang bermakna bagi kehidupan |
|
|
2.
"Melalui
pengalaman belajar yang interaktif dan reflektif, peserta didik dengan penuh kesadaran
mampu mengidentifikasi ancaman westernisasi serta dominasi produk impor di
pasar domestik, serta secara antusias dan kreatif merumuskan solusi
alternatif secara kolaboratif yang bermakna untuk mendukung
penguatan ekonomi dan produk lokal." |
|
|
|
|
|
ATP |
|
|
1.
Peserta didik secara
berkesinambungan mengembangkan kompetensi melalui eksplorasi digital
interaktif yang berkesadaran untuk mengidentifikasi kemudahan akses informasi
akibat jaringan internet global, menganalisis dampak serta urgensi etika
bermedia, dan mengomunikasikan sikap bijak serta beradab sebagai bentuk rasa
syukur atas pengetahuan yang bermakna bagi kehidupan. |
|
|
2.
Peserta didik secara
berkesinambungan mengembangkan kompetensi melalui pengamatan reflektif yang
berkesadaran untuk mengidentifikasi ancaman westernisasi dan dominasi produk
impor, menganalisis dampaknya terhadap pasar domestik secara bermakna, serta
merumuskan dan mengomunikasikan solusi alternatif produk lokal secara kreatif
melalui pengalaman belajar kolaboratif yang interaktif dan menyenangkan. |
|
II.
MATERI
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu
wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa
muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa
yaumiddin, Amma ba’du.
Materi dalam pertemuan ini, akan membahasa tentang Globalisasi.
Yuksss kita
bahas…
Pertama kita
akan mengulas apa itu Modernisasi adalah proses perubahan sosial dari
cara-cara tradisional menuju masyarakat yang lebih maju, rasional, dan efisien.
Perubahan ini mencakup bidang ilmu pengetahuan, teknologi, serta pola pikir
untuk meningkatkan kualitas hidup.
Globalisasi membawa hubungan antaranegara semakin erat
tanpa batas. Namun, proses ini juga memicu ancaman westernisasi (gaya
hidup meniru budaya Barat) dan dominasi produk impor yang mengancam
pasar domestik. Mengatasi masalah ini butuh kerja sama atau solusi kolaboratif
dari semua pihak.
Pengertian Westernisasi
Westernisasi adalah
proses masuk dan berkembangnya nilai, gaya hidup, kebiasaan, atau budaya yang
berasal dari negara-negara Barat ke dalam kehidupan masyarakat suatu negara.
Masuknya budaya asing tidak selalu bersifat negatif.
Beberapa unsur budaya asing dapat memberikan manfaat, misalnya perkembangan
ilmu pengetahuan, teknologi, kedisiplinan, dan inovasi.
Namun, westernisasi dapat menjadi ancaman apabila
masyarakat menerima budaya asing tanpa mempertimbangkan kesesuaiannya dengan
nilai, norma, dan budaya Indonesia.
Contoh westernisasi dalam
kehidupan sehari-hari
1.
Mengikuti gaya berpakaian dari budaya Barat tanpa
mempertimbangkan norma setempat.
2.
Menganggap budaya asing selalu lebih modern daripada
budaya sendiri.
3.
Meniru gaya hidup konsumtif dan berlebihan.
4.
Menggunakan bahasa asing secara berlebihan hingga
mengabaikan bahasa Indonesia.
5.
Mengikuti tren makanan, hiburan, atau gaya hidup luar
negeri tanpa sikap selektif.
Sikap yang tepat
Masyarakat tidak perlu menolak seluruh budaya asing.
Sikap yang diperlukan adalah selektif dan kritis, yaitu mengambil unsur
positif dari budaya asing dan menolak unsur yang bertentangan dengan nilai
Pancasila serta budaya Indonesia.
Faktor yang Mendorong
Westernisasi
Westernisasi dapat berkembang karena beberapa faktor, antara
lain:
a. Globalisasi
Interaksi antarnegara semakin mudah sehingga budaya dari berbagai negara cepat
menyebar.
b. Perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi
Internet dan media sosial memungkinkan masyarakat mengakses budaya asing dengan
cepat.
c. Media massa
dan industri hiburan
Film,
musik, permainan digital, dan konten media sosial dapat memperkenalkan gaya
hidup dari negara lain.
d. Perubahan
gaya hidup
Masyarakat,
khususnya generasi muda, sering mengikuti tren yang dianggap modern dan
populer.
e. Kurangnya
pemahaman terhadap budaya lokal
Kurangnya pengetahuan dan apresiasi terhadap budaya sendiri dapat membuat
masyarakat lebih mudah menganggap budaya asing lebih menarik.
Dampak Westernisasi
Dampak positif
a.
Mendorong keterbukaan terhadap perkembangan dunia.
b.
Memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi baru.
c.
Mendorong kreativitas dan inovasi.
d.
Meningkatkan kemampuan masyarakat berkomunikasi dengan
masyarakat dunia.
Dampak negatif
a.
Berkurangnya kecintaan terhadap budaya lokal.
b.
Munculnya perilaku konsumtif.
c.
Lunturnya nilai dan tradisi masyarakat.
d.
Meniru gaya hidup yang tidak sesuai dengan norma
masyarakat.
e.
Berkurangnya penggunaan dan apresiasi terhadap produk
budaya lokal.
Dominasi Produk Impor di Pasar
Domestik
Produk impor adalah
barang atau jasa yang berasal dari luar negeri dan masuk ke suatu negara untuk
diperjualbelikan atau digunakan di dalam negeri.
Pasar domestik adalah pasar yang kegiatan jual-belinya
berlangsung di dalam wilayah suatu negara.
Dominasi produk impor terjadi ketika produk dari luar
negeri memiliki pangsa pasar yang sangat besar sehingga produk dalam
negeri menghadapi persaingan yang semakin kuat.
Contoh produk impor
·
Perangkat elektronik.
·
Pakaian dan alas kaki.
·
Makanan dan minuman.
·
Mainan.
·
Kosmetik.
·
Kendaraan atau komponennya.
·
Berbagai barang konsumsi lainnya.
Faktor Penyebab Produk Impor
Mendominasi
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan produk impor
lebih banyak diminati antara lain:
1. Harga
produk impor dianggap lebih murah.
2. Kualitas
atau teknologi produk dianggap lebih unggul.
3. Merek asing
memiliki citra yang kuat.
4. Promosi dan
pemasaran produk asing sangat menarik.
5. Konsumen
menganggap produk luar negeri lebih bergengsi.
6. Produk
dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan tertentu.
7. Perdagangan
internasional semakin mudah akibat globalisasi.
G. Dampak Dominasi Produk
Impor
Dampak positif
·
Masyarakat memiliki lebih banyak pilihan barang.
·
Mendorong produsen dalam negeri meningkatkan kualitas.
·
Mendorong persaingan dan inovasi.
·
Masyarakat dapat memperoleh barang atau teknologi yang
belum tersedia di dalam negeri.
Dampak negatif
·
Produk lokal sulit bersaing.
·
Pendapatan pelaku usaha dalam negeri dapat menurun.
·
Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat
mengalami tekanan persaingan.
·
Ketergantungan terhadap produk luar negeri dapat
meningkat.
·
Potensi lapangan kerja dan pendapatan dari industri
dalam negeri dapat berkurang.
Hubungan Westernisasi dengan
Produk Impor
Westernisasi dan dominasi produk impor dapat saling
berkaitan.
Contohnya, ketika masyarakat menganggap merek, gaya
hidup, makanan, atau tren dari negara Barat lebih modern dan bergengsi,
permintaan terhadap produk yang berkaitan dengan tren tersebut dapat meningkat.
Hal ini dapat menyebabkan:
Globalisasi - masuknya budaya
asing - perubahan selera masyarakat - meningkatnya permintaan produk tertentu -
persaingan produk lokal semakin kuat.
Namun, hubungan tersebut tidak berarti bahwa semua
produk asing merupakan akibat westernisasi. Produk impor berasal dari berbagai
negara dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat apabila digunakan secara
bijak.
Ancaman Westernisasi di Bidang Sosial Budaya
·
Pengertian: Perilaku atau gaya hidup masyarakat yang
meniru budaya Barat secara berlebihan tanpa disaring.
·
Ciri-ciri: Mengikuti mode pakaian, pola konsumsi, dan
bahasa asing yang mengabaikan norma lokal.
·
Dampak Buruk:
- Hilangnya
jati diri dan budaya asli bangsa.
- Munculnya
sikap individualis (mementingkan diri sendiri) serta gaya hidup mewah dan
boros. Dominasi Produk Impor di Pasar Domestik
·
Pengertian: Membanjirnya barang dari luar negeri di
dalam pasar lokal akibat perdagangan bebas.]
·
Ciri-ciri: Harga barang impor seringkali lebih murah
atau memiliki gengsi lebih tinggi dibanding produk lokal.
·
Dampak Buruk:
- UMKM
dan produsen lokal kalah saing hingga gulung tikar.
- Meningkatnya
ketergantungan ekonomi Indonesia pada negara lain.
Solusi Alternatif secara Kolaboratif
·
Peran Pemerintah: Membuat aturan bea masuk yang tegas
bagi barang luar negeri serta memberi subsidi modal bagi UMKM lokal.
·
Peran Produsen Lokal: Meningkatkan kualitas, inovasi
desain, dan kemasan produk agar mampu bersaing dengan merek asing.
·
Peran Masyarakat (Konsumen): Menumbuhkan gerakan cinta
produk dalam negeri (contohnya kampanye Aku Cinta Produk Indonesia).
·
Peran Lembaga Pendidikan: Menguatkan pendidikan
karakter, literasi digital, dan kecintaan terhadap budaya lokal di sekolah
Nahh.. bagaimana sekarang sudah bisa menjawab
pertanyaan diatas!!!.....
III.
ASSESSMENT
1. Jelaskan
mengapa masuknya budaya asing atau [ 0.6.2 ] westernisasi tidak selalu berdampak negatif bagi
suatu negara! Berikan dua contoh unsur positif dari budaya Barat yang dapat
diambil sebagai manfaat!
2. Tuliskankan
tiga faktor utama yang mendorong terjadinya westernisasi di tengah masyarakat
saat ini (khususnya generasi muda), dan jelaskan bagaimana sikap selektif yang
harus diterapkan agar budaya lokal tetap terjaga!
IV. Rangkuman
WestWesternisasi & Pendorongnya
Peniruan budaya Barat tanpa filter, didorong
oleh globalisasi, internet, media massa, gaya hidup modern, serta rendahnya
pemahaman budaya lokal.
Dampak
& Hubungannya dengan Produk Impor
- Positif: Membuka wawasan dan adopsi IPTEK.
- Negatif: Mengikis budaya lokal, memicu
konsumtif, dan melunturkan norma.
- Hubungan: Gaya hidup kebarat-baratan
meningkatkan gengsi dan selera pada merek luar, sehingga mendongkrak
pembelian produk impor.
Dominasi
Produk Impor
- Penguasaan
pasar domestik oleh barang luar karena harga murah, kualitas unggul, dan
merek kuat. Berdampak buruk bagi kelangsungan UMKM dan kemandirian
ekonomi.
Solusi
Kolaboratif
- Pemerintah: Regulasi tegas dan subsidi UMKM.
- Produsen: Inovasi dan peningkatan kualitas
produk lokal.
- Masyarakat: Selektif pada budaya asing dan cinta
produk lokal.
- Sekolah: Memperkuat karakter dan literasi
digital.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar