https://www.youtube.com/watch?v=1fytSfbniKk
Idendtitas
Nama Guru | : | Aprizal |
Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Sosial |
Hari/Tanggal | : | Selasa, 8 September 2026 |
Fase/Kelas | : | D / 9AB |
Judul Materi | : | Latihan : Mekanisme Keefektifan Kearifan Lokal sebagai Benteng Pertahanan Budaya |
Pertemuan ke - | : | 17 |
Capaian Pembelajaran | : | Pada akhir Fase D, Peserta didik mampu mengeksplorasi ragam kearifan lokal di Indonesia sebagai benteng pertahanan budaya dalam menghadapi arus globalisasi.. |
Tujuan Pembelajaran | : | Peserta didik dapat merekonstruksi potensi kearifan lokal daerah sebagai strategi kontekstual (*local wisdom*) untuk menyaring infiltrasi budaya asing. |
üMindfull (Berkesadaran) | : | Peserta didik mampu menyadari dan mengamati secara kritis berbagai bentuk infiltrasi atau masuknya budaya asing di lingkungan sekitar, serta merefleksikan posisi dan pentingnya nilai-nilai kearifan lokal daerah mereka sebagai identitas diri. |
üMeaningfull (Bermakna) | : | Peserta didik mampu menghubungkan dan merekonstruksi potensi kearifan lokal daerah menjadi strategi kontekstual yang aplikatif dan fungsional untuk menyaring, menyerap, serta menyikapi pengaruh budaya asing secara bijak dalam kehidupan sehari-hari. |
ü Joyful (Menyenangkan) | : | Peserta didik terlibat secara aktif, antusias, dan kreatif melalui pengalaman belajar berbasis penemuan atau proyek interaktif (seperti pembuatan media digital, kampanye budaya, atau pertunjukan seni) dalam mengeksplorasi dan melestarikan kearifan lokal. |
AlurnTujuan Pembelajaran |
| |
Eksplorasi dan Identifikasi | : | Peserta didik diajak untuk mengenali dan menggali data terkait objek budaya lokal serta fenomena budaya luar.. |
Analisis dan Kontekstualisasi | : | Peserta didik mulai menghubungkan antara nilai kearifan lokal dengan tantangan budaya asing, serta menganalisis dampaknya. |
Sintesis dan Rekonstruksi | : | Peserta didik mengolah kembali konsep kearifan lokal agar relevan dengan zaman modern sebagai alat penyaring. |
MATERI
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
Anak-anakku, sebelum kita membahas kearifan lokal mari kita renungkan bersama:
· Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT yang menciptakan alam semesta beserta segala isinya, termasuk manusia dengan akal budi serta keragaman budaya yang luar biasa.
· Al-Malik (Maha Memelihara): Allah SWT yang mengatur, menguasai, dan memelihara tatanan alam semesta serta kehidupan sosial masyarakat.
· Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang melimpahkan berbagai sumber daya, kekayaan alam Nusantara, serta inspirasi kearifan hidup bagi umat-Nya.
Kearifan lokal sangat efektif sebagai pagar budaya atau filter alami untuk menyaring pengaruh negatif dari budaya asing. Alasan Keefektifan Kearifan Lokal
· Sumber Nilai Moral: Nilai luhur seperti gotong royong, sopan santun, dan kebersamaan menjadi tolok ukur untuk menilai baik atau buruknya budaya luar.
· Penguat Identitas: Masyarakat yang memegang teguh tradisinya tidak mudah kehilangan jati diri saat menghadapi arus globalisasi
· Penyaring Selektif: Kearifan lokal membantu masyarakat mengambil unsur modern yang positif dan menolak hal yang bertentangan dengan norma.
Tantangan dan Cara Menjaga
· Tantangan: Arus informasi yang cepat membuat sebagian anak muda mulai melupakan tradisi lokal.
· Solusi: Nilai budaya perlu dimasukkan ke dalam pendidikan dan disebarkan lewat media digital agar tetap menarik.
Kearifan lokal terbukti sangat efektif sebagai "pagar budaya" dan filter alami dalam menyaring pengaruh negatif asing di era globalisasi. Efektivitas ini bersumber dari nilai-nilai luhur yang tertanam dalam komunitas, seperti gotong royong, religiusitas, dan keselarasan dengan alam, yang berfungsi memitigasi dampak buruk modernisasi ekstrem seperti individualisme dan konsumerisme.
https://www.youtube.com/watch?v=nVy51HPGq_w
Namun, tingkat keefektifannya di era digital saat ini sangat bergantung pada kemampuan masyarakat untuk mengadaptasi nilai-nilai tersebut agar tetap relevan bagi generasi muda
Analisis Efektivitas Kearifan Lokal
Dimensi | Peran & Manfaat | Tantangan Utama |
Identitas & Karakter | Memperkuat akar kebangsaan sehingga masyarakat tidak kehilangan jati diri di tengah hegemoni budaya barat. | Erosi tradisi akibat minimnya pemahaman generasi muda terhadap filosofi di balik ritual atau adat lokal. |
Kontrol Sosial | Hukum adat dan norma lokal menjadi sanksi moral sosial yang efektif untuk meredam perilaku menyimpang. | Mengendurnya pengawasan komunitas akibat pola hidup perkotaan yang makin individualis. |
Resiliensi Komunitas | Membangun kemandirian ekonomi dan sosial berbasis potensi daerah (misalnya sistem lumbung padi atau subak). | Komodifikasi budaya yang terkadang mengorbankan nilai sakral demi keuntungan ekonomi instan. |
Cara Kerja Kearifan Lokal sebagai Penyaring (Filter)
1. Seleksi Aktif (Cultural Filtering)
Masyarakat tidak menolak mentah-mentah budaya asing, melainkan menyerap elemen positif (seperti teknologi dan efisiensi kerja) dan membuang elemen negatif yang bertentangan dengan norma lokal.
2. Adaptasi Kreatif (Cultural Adopting)
Mengemas ulang tradisi lama ke dalam wadah modern. Sebagai contoh, seni pertunjukan tradisional kini banyak memanfaatkan media digital untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
3. Penguatan Kolektif (Community Binding)
Nilai kebersamaan dalam kearifan lokal mengikat individu agar tetap peduli pada lingkungan sekitarnya, sehingga memperkecil celah masuknya paham radikal atau individualistis dari luar.
Rekomendasi untuk Meningkatkan Efektivitas
Agar kearifan lokal tidak sekadar menjadi nostalgia, diperlukan langkah konkret berdasarkan studi dari berbagai jurnal pendidikan:
· Integrasikan ke Kurikulum Sekolah: Memasukkan nilai-nilai daerah ke dalam materi ajar formal maupun non-formal sejak dini.
· Digitalisasi Budaya: Memanfaatkan platform media sosial dan konten kreatif untuk mempromosikan filosofi lokal agar menarik bagi Gen Z dan Alpha.
· Pemberdayaan Tokoh Adat: Melibatkan komunitas dan pemuka adat secara aktif dalam perumusan kebijakan lokal.
- Video Pembelajaran (tertuang dalam link)
- PPT Pembelajaran /CANVA/GAMBAR (sesuai materi)
- LCD, Laptop/Layar PID
ASSESSMENT
1. Jelaskan bagaimana konsep Seleksi Aktif (Cultural Filtering) bekerja sebagai salah satu cara kearifan lokal menyaring pengaruh budaya asing di era globalisasi, serta berikan satu contoh bentuk dampak negatif modernisasi ekstrem yang dapat dicegah melalui penyaringan tersebut!
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah mekanisme di mana suatu masyarakat secara sadar dan kritis memilih, memilah, mendasari, dan menyesuaikan unsur budaya asing yang masuk agar sejalan dengan nilai, norma, dan tradisi lokal. Melalui konsep ini, kearifan lokal tidak menolak globalisasi secara mentah-mentah, melainkan bertindak sebagai "benteng sekaligus filter" yang mengadopsi aspek positif (seperti teknologi) dan membuang aspek negatif yang merusak tatanan sosial.
Cara Kerja Seleksi Aktif (Cultural Filtering)
- Tahap Penilaian (Evaluasi): Masyarakat menilai apakah budaya asing yang masuk bertentangan dengan nilai luhur atau agama setempat.
- Tahap Penolakan (Rejection): Unsur yang merusak atau tidak sesuai (misalnya pergaulan bebas atau konsumerisme berlebih) langsung ditolak.
- Tahap Modifikasi (Adaptasi): Unsur yang bermanfaat (seperti teknologi digital) diterima tetapi disesuaikan dengan norma lokal.
- Tahap Integrasi (Asimilasi Lokal): Budaya baru yang telah disaring dilebur ke dalam kehidupan sehari-hari tanpa menghilangkan identitas asli masyarakat.
Dampak Negatif Modernisasi Ekstrem yang Dapat Dicegah
Salah satu dampak negatif dari modernisasi ekstrem adalah Komodifikasi Tradisi Sekuler dan Degradasi Nilai Sakral.
Dalam modernisasi ekstrem yang dipicu kapitalisme global, segala hal cenderung dijadikan komoditas demi keuntungan materi, termasuk ritual adat, tempat suci, atau kesenian sakral. Jika dibiarkan tanpa filter, hal ini dapat merusak kesucian tradisi tersebut dan menghilangkan makna spiritualnya bagi generasi muda.
Pencegahan melalui Seleksi Aktif:
Masyarakat adat (seperti di Bali atau Yogyakarta) menerapkan cultural filtering dengan cara memisahkan secara tegas mana kesenian/ritual yang boleh dipertontonkan untuk industri pariwisata (komersial) dan mana ritual yang mutlak tetap sakral serta tertutup bagi publik. Dengan begitu, kesejahteraan ekonomi dari modernisasi tetap didapat, sementara identitas spiritual dan harga diri budaya lokal tetap terjaga dari eksploitasi ekstrem.
KESIMPULAN MATERI
Kearifan lokal berfungsi sebagai "pagar budaya" dan filter alami untuk membentengi masyarakat dari dampak negatif globalisasi (seperti individualisme dan konsumerisme) serta memperkuat identitas nasional.
1. Alasan Keefektifan & Analisis Dimensi
· Sumber Nilai & Karakter: Memuat nilai luhur (gotong royong, religiusitas, keselarasan alam) yang memperkuat akar kebangsaan agar tidak kehilangan jati diri.
· Kontrol Sosial: Hukum adat dan norma lokal menjadi sanksi moral untuk meredam perilaku menyimpang.
· Resiliensi Komunitas: Membangun kemandirian sosial-ekonomi berbasis potensi daerah.
· Tantangan Utama: Erosi tradisi, minimnya pemahaman generasi muda, pola hidup individualis perkotaan, hingga komodifikasi budaya.
2. Cara Kerja Kearifan Lokal sebagai Penyaring
· Seleksi Aktif: Menyerap elemen positif dari budaya asing (seperti teknologi) dan menolak yang bertentangan dengan norma.
· Adaptasi Kreatif: Mengemas tradisi lama ke dalam wadah modern (misal: memanfaatkan media digital untuk seni tradisional).
· Penguatan Kolektif: Mengikat kepedulian sosial individu guna memperkecil masuknya paham individualistis.
3. Solusi & Rekomendasi
· Integrasi Kurikulum: Memasukkan nilai-nilai daerah ke dalam materi ajar sekolah sejak dini.
· Digitalisasi Budaya: Memanfaatkan media sosial dan konten kreatif agar relevan bagi generasi muda (Gen Z & Alpha).
· Pemberdayaan Tokoh: Melibatkan komunitas dan pemuka adat secara aktif dalam perumusan kebijakan.
KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN
1) Kompetensi yang sudah dikuasai dan yang perlu ditingkatkan:
Kompetensi yang Sudah Dikuasai: Peserta didik telah menguasai kompetensi dalam mendefinisikan, menguraikan, dan memberikan contoh konkret terkait konsep seleksi aktif (cultural filtering) dalam menghadapi arus globalisasi dan modernisasi. Peserta didik juga mampu mengidentifikasi serta menganalisis dampak negatif modernisasi ekstrem (seperti gaya hidup konsumtif, individualisme, dan komodifikasi tradisi sakral) yang dapat dicegah melalui penyaringan berbasis nilai kearifan lokal.
Kompetensi yang Perlu Ditingkatkan: Sebagian kecil peserta didik masih perlu didorong untuk mempertajam kemampuan evaluatif mereka, khususnya dalam merumuskan strategi pencegahan atau mitigasi secara lebih taktis terhadap masuknya unsur budaya luar yang berpotensi menggeser norma sosial di lingkungan masyarakat sekitar.
2) Kesimpulan berupa tingkat pemahaman konsep, hafalan, analisis, hingga evaluasi materi pelajaran:
Tingkat Pemahaman Konsep: Sangat baik. Peserta didik paham bahwa cultural filtering bukan sekadar penolakan buta terhadap budaya asing, melainkan proses penyaringan kritis agar masyarakat tetap adaptif terhadap kemajuan tanpa kehilangan identitas.
Tingkat Hafalan: Baik. Peserta didik mampu mengingat istilah kunci serta poin-poin mekanisme penyaringan budaya dengan lancar.
Tingkat Analisis & Evaluasi: Berkembang secara optimal. Hal ini terlihat dari variasi jawaban peserta didik dalam mengaitkan teori seleksi aktif dengan fenomena nyata di era modern, seperti pemanfaatan teknologi digital, pencegahan perilaku boros/konsumtif, hingga perlindungan nilai sakral tradisi lokal dari komodifikasi berlebihan.
3) Diamati selama proses pembelajaran berlangsung di kelas:
Berdasarkan pengamatan kelas, peserta didik menunjukkan tingkat partisipasi, atensi, dan kedisiplinan yang sangat baik dalam mencermati materi serta menuangkan argumentasi kritis mereka melalui ruang diskusi/komentar digital. Suasana pembelajaran berjalan interaktif, menunjukkan antusiasme tinggi dalam merespons tantangan globalisasi menggunakan perspektif budaya bangsa.
55 komentar:
Carissa Ramadhani (9A)
jawaban :
Seleksi aktif (Cultural Filtering) adalah proses masyarakat memilih dan menyaring budaya asing yang masuk. Unsur budaya yang sesuai dengan nilai dan norma lokal dapat diterima, sedangkan yang bertentangan ditolak atau disesuaikan.
Contohnya, budaya konsumtif dari luar dapat dicegah dengan tetap menerapkan nilai hidup sederhana dan mengutamakan kebutuhan daripada keinginan.
Gazi Alvaro 9@
Jawaban:
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) bekerja dengan cara menilai, menolak, menyesuaikan, dan menerima budaya asing berdasarkan nilai kearifan lokal. Contohnya, teknologi dan media sosial dapat diterima karena bermanfaat, tetapi perilaku konsumtif dan pergaulan yang bertentangan dengan norma lokal dapat ditolak.
Dampak negatif yang dapat dicegah: konsumerisme berlebihan, yaitu membeli barang hanya karena mengikuti tren budaya asing, sehingga dapat menyebabkan pemborosan dan mengurangi kepedulian terhadap nilai hidup sederhana.
eto anesta 9A
jawabannya:
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah cara masyarakat menyaring budaya asing yang masuk dengan mempertimbangkan nilai, norma, dan adat istiadat setempat. Budaya asing yang sesuai dapat diterima dan dikembangkan, sedangkan budaya yang tidak sesuai akan ditolak atau disesuaikan.
Contoh:
Masuknya budaya konsumtif akibat modernisasi dapat dicegah dengan membiasakan hidup sederhana dan membeli barang sesuai kebutuhan. Dengan begitu, masyarakat tetap dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai dan kebiasaan positif dari budaya lokal.
M. Alfathama Dante Saputra 9B
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah proses memilih dan menyaring budaya asing yang masuk dengan mempertimbangkan nilai, norma, dan budaya lokal. Budaya yang sesuai dapat diterima, sedangkan budaya yang tidak sesuai dapat ditolak.
Contoh dampak negatif nya adalah
Mencegah masuknya gaya hidup konsumtif dan individualisme yang dapat membuat masyarakat meninggalkan sikap gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.
Pangeran Jagad Raya 9 B
Jawaban :
1. Selektif akhir ( cultural filtering ) adalah kemampuan masyarakat untuk secara sadar memilah, memilih, menerima, atau menolak unsur - unsur budaya asing yang masuk akibat globalisasi.
Contoh dampak negatif nya adalah mencegah masuknya gaya hidup konsumtif dan individualisme yang dapat membuat masyarakat meninggalkan sikap gotong royong dan kepedulian terhadap sesama manusia/ masyarakat.
M Fadhil Adhyastha P - (9A)
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah mekanisme di mana suatu masyarakat secara sadar dan kritis memilih, memilah, mendasari, dan menyesuaikan unsur budaya asing yang masuk agar sejalan dengan nilai, norma, dan tradisi lokal. Melalui konsep ini, kearifan lokal tidak menolak globalisasi secara mentah-mentah, melainkan bertindak sebagai "benteng sekaligus filter" yang mengadopsi aspek positif (seperti teknologi) dan membuang aspek negatif yang merusak tatanan sosial.
Cara Kerja Seleksi Aktif (Cultural Filtering)
Tahap Penilaian (Evaluasi): Masyarakat menilai apakah budaya asing yang masuk bertentangan dengan nilai luhur atau agama setempat.
Tahap Penolakan (Rejection): Unsur yang merusak atau tidak sesuai (misalnya pergaulan bebas atau konsumerisme berlebih) langsung ditolak.
Tahap Modifikasi (Adaptasi): Unsur yang bermanfaat (seperti teknologi digital) diterima tetapi disesuaikan dengan norma lokal.
Tahap Integrasi (Asimilasi Lokal): Budaya baru yang telah disaring dilebur ke dalam kehidupan sehari-hari tanpa menghilangkan identitas asli masyarakat.
Dampak Negatif Modernisasi Ekstrem yang Dapat Dicegah
Salah satu dampak negatif dari modernisasi ekstrem adalah Komodifikasi Tradisi Sekuler dan Degradasi Nilai Sakral.
Dalam modernisasi ekstrem yang dipicu kapitalisme global, segala hal cenderung dijadikan komoditas demi keuntungan materi, termasuk ritual adat, tempat suci, atau kesenian sakral. Jika dibiarkan tanpa filter, hal ini dapat merusak kesucian tradisi tersebut dan menghilangkan makna spiritualnya bagi generasi muda.
khairunnisa salsabila 9A
seleksi aktif (culturul filtering) adalah proses masyarakat memiliki dan menyaring budaya asing yg masuk. mempertimbangkan nilai, norma, dan adat istiadat setempat budaya asing yang sesuai dapat diterima dan dikembangkan, sedangkan budaya yang tidak sesuai akan ditolak atau disesuaikan.
contoh, dampak ekstrem dari modernisasi yang dapat dicegah melalui penyaringan ini adalah komodifikasi tradisi sekuler dan degradasi nilai sakral
Nama:Ananda Tegas Satria
Kelas: IXA
Jawaban: Seleksi Aktif (Cultural Filtering) bekerja dengan cara masyarakat secara sadar dan kritis memilih pengaruh budaya asing yang masuk. Budaya asing yang membawa manfaat dan sesuai dengan nilai, norma, serta kearifan lokal dapat diterima, sedangkan budaya yang bertentangan atau berdampak buruk ditolak.
Contohnya, penyaringan tersebut dapat mencegah konsumerisme berlebihan, yaitu gaya hidup membeli barang secara berlebihan hanya untuk mengikuti tren.
Rifat Fadhil Al Azzam (9a)
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah cara masyarakat menyaring pengaruh budaya asing secara sadar dan kritis. Budaya asing yang sesuai dengan nilai, norma, dan tradisi lokal dapat diterima atau disesuaikan, sedangkan yang bertentangan dapat ditolak. Dengan demikian, globalisasi tidak diterima secara mentah-mentah.
Contoh dampak negatif modernisasi ekstrem yang dapat dicegah adalah komodifikasi tradisi sakral. Misalnya, masyarakat dapat membedakan ritual yang boleh ditampilkan untuk kegiatan pariwisata dengan ritual yang harus tetap bersifat sakral dan tertutup. Dengan cara ini, manfaat ekonomi dari modernisasi tetap diperoleh tanpa menghilangkan identitas dan nilai budaya lokal.
Syabian Ananda istikmal
Jawaban:
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) bekerja dengan cara menilai, menolak, menyesuaikan, dan menerima budaya asing berdasarkan nilai kearifan lokal. Contohnya, teknologi dan media sosial dapat diterima karena bermanfaat, tetapi perilaku konsumtif dan pergaulan yang bertentangan dengan norma lokal dapat ditolak.
Dampak negatif yang dapat dicegah: konsumerisme berlebihan, yaitu membeli barang hanya karena mengikuti tren budaya asing, sehingga dapat menyebabkan pemborosan dan mengurangi kepedulian terhadap nilai hidup sederhana
putri nabila sari 9b
jawaban:
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah cara masyarakat menyaring budaya asing yang masuk dengan mempertimbangkan nilai, norma, dan adat istiadat setempat. Budaya asing yang sesuai dapat diterima dan dikembangkan, sedangkan budaya yang tidak sesuai akan ditolak atau disesuaikan.
contoh dampak negatifnya:
Mencegah masuknya gaya hidup konsumtif dan individualisme yang dapat membuat masyarakat meninggalkan sikap gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.
nabilah hairunnisa 9B
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah cara masyarakat menyaring pengaruh budaya asing secara sadar dan kritis. Budaya asing yang sesuai dengan nilai, norma, dan tradisi lokal dapat diterima atau disesuaikan, sedangkan yang bertentangan dapat ditolak. Dengan demikian, globalisasi tidak diterima secara mentah-mentah.
Contoh dampak negatif modernisasi ekstrem yang dapat dicegah adalah komodifikasi tradisi sakral. Misalnya, masyarakat dapat membedakan ritual yang boleh ditampilkan untuk kegiatan pariwisata dengan ritual yang harus tetap bersifat sakral dan tertutup. Dengan cara ini, manfaat ekonomi dari modernisasi tetap diperoleh tanpa menghilangkan identitas dan nilai budaya lokal.
Masayu Soraya Janeeta 9B
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) bekerja dengan cara menyaring budaya asing yang masuk, yaitu menerima hal-hal yang sesuai dengan nilai dan kearifan lokal serta menolak hal-hal yang bertentangan. Contohnya, masyarakat dapat menerima teknologi modern untuk mempromosikan budaya daerah, tetapi tetap mempertahankan tradisi dan aturan adat dalam pelaksanaannya. Dengan adanya penyaringan tersebut, dampak negatif modernisasi ekstrem seperti hilangnya identitas budaya lokal secara total karena masyarakat meninggalkan tradisi dan nilai-nilai daerah dapat dicegah.
Kareninna M Ayudya 9B
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) bekerja dengan cara masyarakat tidak langsung menerima semua budaya asing yang masuk, tetapi mempertimbangkan terlebih dahulu apakah budaya tersebut sesuai dengan nilai, norma, dan kebiasaan yang berlaku. Budaya yang memberikan manfaat dapat diterima, sedangkan budaya yang bertentangan dengan kearifan lokal akan ditolak atau disesuaikan.
Contohnya, masyarakat dapat menerima gaya berpakaian modern, tetapi tetap menyesuaikannya dengan nilai kesopanan yang berlaku di lingkungan sekitar. Dampak negatif modernisasi ekstrem yang dapat dicegah adalah meningkatnya perilaku konsumtif, yaitu kebiasaan membeli atau mengikuti tren secara berlebihan hanya agar terlihat modern tanpa mempertimbangkan kebutuhan.
M ghaisan abqory 9B
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah cara masyarakat menyaring pengaruh budaya asing secara sadar dan kritis. Budaya asing yang sesuai dengan nilai, norma, dan tradisi lokal dapat diterima atau disesuaikan, sedangkan yang bertentangan dapat ditolak. Dengan demikian, globalisasi tidak diterima secara mentah-mentah.
Contoh dampak negatif modernisasi ekstrem yang dapat dicegah adalah perubahan pola pergaulan yang melanggar norma kesopanan dan agama. Misalnya, masyarakat dapat membedakan cara berkomunikasi dan berteman yang lebih terbuka dan efisien, dengan kebiasaan yang melecehkan tata krama, mengabaikan batas pergaulan, atau bertentangan dengan ajaran agama. Dengan cara ini, hubungan antarsesama menjadi lebih luas dan mudah, namun tetap berjalan dalam batas aturan dan nilai budaya yang berlaku.
Cinta Nuria 9A
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah proses memilih dan menyaring budaya asing yang masuk dengan mempertimbangkan nilai, norma, dan budaya lokal. Budaya yang sesuai dapat diterima, sedangkan budaya yang tidak sesuai dapat ditolak.
contoh, dampak ekstrem dari modernisasi yang dapat dicegah melalui penyaringan ini adalah komodifikasi tradisi sekuler dan degradasi nilai sakral
Zivana Azolla 9A
Jawaban:
Seleksi aktif (cultural filtering) adalah proses memilih dan menyaring pengaruh budaya asing yang masuk dengan mempertimbangkan nilai-nilai, norma, dan kearifan lokal. Masyarakat tidak menolak semua budaya asing, tetapi mengambil hal-hal yang sesuai dan meninggalkan yang bertentangan dengan budaya setempat.
Contohnya, masyarakat tetap mengikuti perkembangan teknologi dan gaya hidup modern, tetapi tetap mempertahankan gotong royong, sopan santun, dan adat istiadat.
Salah satu dampak negatif modernisasi ekstrem yang dapat dicegah adalah lunturnya budaya dan nilai-nilai lokal akibat meniru budaya asing secara berlebihan. Dengan seleksi aktif, masyarakat dapat menerima kemajuan tanpa kehilangan identitas budayanya.
Flavio aufaa m
IX(A)
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah proses masyarakat memilih dan menyaring budaya asing yang masuk. Budaya yang sesuai dengan nilai dan norma lokal dapat diterima, sedangkan budaya yang bertentangan akan ditolak atau disesuaikan.
Contoh dampak negatif modernisasi ekstrem yang dapat dicegah:
Masuknya gaya hidup konsumtif, seperti membeli barang secara berlebihan hanya karena mengikuti tren. Dengan penyaringan budaya, masyarakat dapat mengambil manfaat modernisasi tanpa meninggalkan sikap hidup sederhana dan bijak dalam menggunakan uang.
Alifia Nadhifah Sakhi 9B
1. Konsep Seleksi Aktif (Cultural Filtering) berfungsi sebagai mekanisme penyaringan budaya asing secara sadar oleh masyarakat dengan menggunakan kearifan lokal sebagai standar nilai.
• Contoh: dampak ekstrem yang dapat dicegah melalui proses ini adalah Sekularisme dan Degradasi Nilai Moral/Religius.
m.rubby rielos pratama 9a
jawaban
Seleksi Aktif atau Cultural Filtering adalah sikap selektif masyarakat dalam menerima budaya asing yang masuk akibat globalisasi. Masyarakat tidak menolak semua budaya asing, tetapi menyaringnya berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal, agama, dan norma yang berlaku agar tidak merusak identitas bangsa.
CONTOH SELEKSI AKTIF BUDAYA ASING
1. Bidang Teknologi & Media Sosial - TikTok
Budaya Asing yang Masuk: Tren joget, challenge, gaya berpakaian bebas dari luar negeri
Penyaringan yang Dilakukan:
1. Diterima: Teknologi TikTok dipakai untuk edukasi, dakwah, jualan UMKM, promosi budaya
2. Ditolak: Konten pornografi, prank berbahaya, ujaran kebencian → dilaporkan & diblokir
3. Dimodifikasi: Challenge joget diganti jadi challenge "Tari Daerah" atau "Cerdas Cermat"
[ Hanina Fataya IX.B ]
Konsep Seleksi Aktif (Cultural Filtering) bekerja dengan menjadikan kearifan lokal sebagai filter kritis untuk memilah budaya asing. Masyarakat tidak menolak atau menelan mentah-mentah budaya luar, melainkan mengevaluasi dan memodifikasinya agar sesuai dengan norma, nilai, dan tradisi lokal sebelum diterima.
Dampak Negatif yang Dapat Dicegah : Penyaringan ini mencegah timbulnya individualisme ekstrem dan konsumerisme berlebihan akibat modernisasi.
Revita Gunawan Putri [9A]
Seleksi aktif (cultural filtering) merupakan cara masyarakat menyaring budaya asing,dengan cara menilai,menolak,dan memyesuaikan budaya asing.
budaya asing yang sesuai dngn nilai&norma dapat diterima atau di sesuaikan,sedangkan yang bertentangan dapat di tolak.dengan ini globalisasi tidak di terima seca mentah mentah
contohnya:maraknya tren black friday atau diskon gila gilaan dari luar negeri yang memicu belanja implusif.masyarakat memfilternya dengan cara hanya membeli barang yang benar benar di perlukan saja.hasilnya masyarakat terhindar dari perilaku hiduo boros akibat terbawa arus tren
dinda citra kirana (9B)
1. Konsep Seleksi Aktif (Cultural Filtering)
Seleksi Aktif adalah sikap menyaring budaya asing sebelum diterima oleh masyarakat. Masyarakat tidak menolak semua budaya asing, tetapi memilih dan menyesuaikannya dengan nilai-nilai, norma, dan kearifan lokal.
Budaya asing yang sesuai dengan identitas bangsa diterima, sedangkan yang bertentangan dengan budaya dan agama akan ditolak atau dimodifikasi.
Dengan begitu, globalisasi tidak membuat kita kehilangan jati diri, tapi justru memperkaya budaya lokal.
2. Contoh dampak negatif modernisasi ekstrem yang dapat dicegah:
Gaya hidup hedonisme dan individualisme berlebihan dari budaya asing.
Melalui seleksi aktif, nilai gotong royong dan kekeluargaan dari budaya lokal dikuatkan agar anak muda tidak meniru gaya hidup konsumtif, boros, dan tidak peduli lingkungan sosial.
Affan Rycko H. (9A)
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah cara masyarakat menyaring pengaruh budaya asing secara sadar dan kritis. Budaya asing yang sesuai dengan nilai, norma, dan tradisi lokal dapat diterima atau disesuaikan, sedangkan yang bertentangan dapat ditolak. Dengan demikian, globalisasi tidak diterima secara mentah-mentah.
Contoh dampak negatif modernisasi ekstrem yang dapat dicegah adalah komodifikasi tradisi sakral. Misalnya, masyarakat dapat membedakan ritual yang boleh ditampilkan untuk kegiatan pariwisata dengan ritual yang harus tetap bersifat sakral dan tertutup. Dengan cara ini, manfaat ekonomi dari modernisasi tetap diperoleh tanpa menghilangkan identitas dan nilai budaya lokal.
Geleghar Prima Ahmadi (9A)
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah mekanisme di mana suatu masyarakat secara sadar dan kritis memilih, memilah, mendasari, dan menyesuaikan unsur budaya asing yang masuk agar sejalan dengan nilai, norma, dan tradisi lokal. Melalui konsep ini, kearifan lokal tidak menolak globalisasi secara mentah-mentah, melainkan bertindak sebagai "benteng sekaligus filter" yang mengadopsi aspek positif (seperti teknologi) dan membuang aspek negatif yang merusak tatanan sosial.
Salah satu dampak negatif ekstrem yg dpt dicegah: Komodifikasi Tradisi Sekuler dan Degradasi Nilai Sakral.
Dalam modernisasi ekstrem yang dipicu kapitalisme global, segala hal cenderung dijadikan komoditas demi keuntungan materi, termasuk ritual adat, tempat suci, atau kesenian sakral. Jika dibiarkan tanpa filter, hal ini dapat merusak kesucian tradisi tersebut dan menghilangkan makna spiritualnya bagi generasi muda.
Raisya Salsabila Kennedy 9B
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah proses di mana masyarakat secara sadar memilih, memilah, dan menyaring unsur-unsur budaya asing yang masuk, lalu menyesuaikannya dengan nilai, norma, dan kearifan lokal yang sudah ada sebelum diadopsi.
Contoh: lunturnya semangat gotong royong akibat berkembangnya paham individualisme akut. Teknologi tersebut justru digunakan sebagai alat baru untuk mengoordinasikan kegiatan kerja bakti, penggalangan dana sosial, atau ronda malam. Dengan demikian, nilai kebersamaan dan kearifan lokal gotong royong tetap terjaga di tengah arus modernisasi.
Raisa Latifa Aurelia 9B
1. Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah sikap menyaring budaya asing dengan memilih hal-hal yang sesuai dengan nilai dan norma masyarakat serta menolak yang bertentangan. Dengan begitu, masyarakat tetap dapat menerima manfaat globalisasi tanpa kehilangan jati diri.
Contoh dampak negatif modernisasi ekstrem: gaya hidup konsumtif, yaitu membeli barang secara berlebihan hanya karena mengikuti tren. Penyaringan budaya dapat mencegah kebiasaan tersebut dengan mengajarkan hidup sederhana dan menggunakan sesuatu sesuai kebutuhan.
Ratifa Indah Permana 9D
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah mekanisme di mana suatu masyarakat secara sadar dan kritis memilih, memilah, mendasari, dan menyesuaikan unsur budaya asing yang masuk agar sejalan dengan nilai, norma, dan tradisi lokal. Melalui konsep ini, kearifan lokal tidak menolak globalisasi secara mentah-mentah, melainkan bertindak sebagai "benteng sekaligus filter" yang mengadopsi aspek positif (seperti teknologi) dan membuang aspek negatif yang merusak tatanan sosial.
Cara Kerja Seleksi Aktif (Cultural Filtering)
Tahap Penilaian (Evaluasi): Masyarakat menilai apakah budaya asing yang masuk bertentangan dengan nilai luhur atau agama setempat.
Tahap Penolakan (Rejection): Unsur yang merusak atau tidak sesuai (misalnya pergaulan bebas atau konsumerisme berlebih) langsung ditolak.
Tahap Modifikasi (Adaptasi): Unsur yang bermanfaat (seperti teknologi digital) diterima tetapi disesuaikan dengan norma lokal.
Tahap Integrasi (Asimilasi Lokal): Budaya baru yang telah disaring dilebur ke dalam kehidupan sehari-hari tanpa menghilangkan identitas asli masyarakat.
Dampak Negatif Modernisasi Ekstrem yang Dapat Dicegah
Salah satu dampak negatif dari modernisasi ekstrem adalah Komodifikasi Tradisi Sekuler dan Degradasi Nilai Sakral.
Dalam modernisasi ekstrem yang dipicu kapitalisme global, segala hal cenderung dijadikan komoditas demi keuntungan materi, termasuk ritual adat, tempat suci, atau kesenian sakral. Jika dibiarkan tanpa filter, hal ini dapat merusak kesucian tradisi tersebut dan menghilangkan makna spiritualnya bagi generasi muda.
Nada Qaribu Anshori 9B
Jawaban ;
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah proses memilih dan menyaring budaya asing yang masuk dengan mengambil hal-hal yang positif dan sesuai dengan nilai kearifan lokal, serta menolak hal-hal yang bertentangan dengan norma dan budaya masyarakat.
Contoh: Masyarakat tetap mempertahankan budaya gotong royong meskipun kehidupan semakin individualistis. Penyaringan ini dapat mencegah dampak negatif modernisasi ekstrem, seperti munculnya sikap individualisme dan berkurangnya kepedulian terhadap sesama.
yasmine laila shalma 9B
Konsep Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah mekanisme di mana suatu masyarakat secara sadar memilih, memilah, dan menyaring unsur-unsur budaya asing yang masuk, lalu hanya menerima budaya yang sejalan dengan nilai, norma, dan adat istiadat setempat. Proses ini menempatkan kearifan lokal sebagai benteng sekaligus kompas kritis, sehingga masyarakat tidak menjadi konsumen budaya asing yang pasif, melainkan agen aktif yang mempertahankan identitas luhurnya sambil tetap adaptif terhadap kemajuan zaman. contohnya Masyarakat menggunakan nilai luhur nenek moyang (seperti gotong royong, religiusitas, dan kesopanan) sebagai tolok ukur utama
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah cara masyarakat menyaring pengaruh budaya asing secara sadar dan kritis. Budaya asing yang sesuai dengan nilai, norma, dan tradisi lokal dapat diterima atau disesuaikan, sedangkan yang bertentangan dapat ditolak. Dengan demikian, globalisasi tidak diterima secara mentah-mentah.
Dampak negatif yang dapat dicegah: konsumerisme berlebihan, yaitu membeli barang hanya karena mengikuti tren budaya asing, sehingga dapat menyebabkan pemborosan dan mengurangi kepedulian terhadap nilai hidup sederhana.
M Athar 9b
Cultural filtering (penyaringan budaya) itu proses saat seseorang menerima, memahami, atau menilai informasi, gagasan, dan perilaku berdasarkan "kacamata" budaya mereka sendiri.
dampak negatif dari hal Ini terhambatnya kebebasan berekspresi: Pengguna atau kreator konten dari latar belakang budaya tertentu mungkin kesulitan menyampaikan gagasan mereka karena sistem terus-menerus memblokir kata atau konsep lokal.
Cantika Anindia 9B
Seleksi Aktif (Cultural Filtering): Masyarakat lokal menyaring budaya asing — mengambil yang positif & bermanfaat, menolak yang bertentangan dengan nilai lokal — agar budaya sendiri tetap lestari di tengah globalisasi.
Contoh dampak negatif yang dicegah: Hilangnya tata krama & nilai kesopanan akibat peniruan gaya hidup asing secara membabi buta. Penyaringan memungkinkan kemajuan tanpa meninggalkan identitas budaya.
Maulana Ade Ilyas 9b
Seleksi aktif atau cultural filtering adalah kemampuan masyarakat lokal untuk menyaring, memilah, dan menyesuaikan unsur budaya asing yang masuk agar selaras dengan nilai, norma, serta tradisi setempat sebelum diadopsi.
Modernisasi ekstrem sering memicu gaya hidup boros dan mementingkan kesenangan materi semata. Melalui penyaringan nilai kearifan lokal—seperti hidup bersahaja dan gotong royong—masyarakat terlindungi dari sifat materialistis karena kebahagiaan diukur dari keharmonisan sosial, bukan kepemilikan barang mewah.
M Kenzie 9B
Seleksi aktif (Cultural Filtering) adalah proses memilih budaya asing yang sesuai dengan nilai dan budaya lokal, lalu menolak yang tidak sesuai.
Contoh dampak negatif modernisasi ekstrem adalah lunturnya budaya dan tradisi daerah karena terlalu mengikuti budaya asing.
keysha anindya zahirah 9B
seleksi aktif (cultural filtering) adalah proses di mana masyarakat secara sadar memilih dan menyaring budaya asing di era globalisasi. budaya yang bermanfaat akan diterima, sedangkan yang merusak tatanan sosial akan ditolak.
Contoh Dampak Negatif Modernisasi Ekstrem yang Dapat Dicegah adalah individualisme dan konsumerisme. dengan menerapkan seleksi aktif melalui nilai kebersamaan dan musyawarah, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi modern untuk berkomunikasi dan bekerja, namun tetap mempertahankan tradisi saling membantu, berkumpul, dan menjaga etika sopan santun dalam kehidupan bermasyarakat.
Mutiara 9B
Jawaban ;
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah proses memilih dan menyaring budaya asing yang masuk dengan mengambil hal-hal yang positif dan sesuai dengan nilai kearifan lokal, serta menolak hal-hal yang bertentangan dengan norma dan budaya masyarakat.
Contoh: Masyarakat tetap mempertahankan budaya gotong royong meskipun kehidupan semakin individualistis. Penyaringan ini dapat mencegah dampak negatif modernisasi ekstrem, seperti munculnya sikap individualisme dan berkurangnya kepedulian terhadap sesama.
Nabila Eka Septiani 9B
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah proses memilih dan menyaring budaya asing yang masuk dengan mempertimbangkan nilai-nilai kearifan lokal. Budaya asing yang sesuai dengan norma dan budaya masyarakat dapat diterima, sedangkan yang bertentangan dengan nilai lokal akan ditolak atau disesuaikan.
Contoh dampak negatif yang dapat dicegah adalah gaya hidup konsumtif berlebihan, yaitu membeli barang secara berlebihan hanya karena mengikuti tren atau budaya asing.
M. Naufal Abiyyu Z. (9a)
jawabannya
1. Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah cara masyarakat memilih, memilah, dan menyesuaikan budaya asing agar sesuai dengan nilai, norma, dan tradisi lokal. Budaya yang positif dapat diterima, sedangkan yang tidak sesuai ditolak agar identitas budaya tetap terjaga.
-Contohnya, penyaringan budaya dapat mencegah konsumerisme berlebihan, yaitu kebiasaan membeli barang secara berlebihan hanya karena mengikuti tren modern.
Nama: mikko satria Afandi
Kelas:8c
Jawaban:
Cara Kerja Seleksi Aktif (Cultural Filtering)Identifikasi dan Penilaian:
Masyarakat menilai apakah budaya asing yang masuk bertentangan dengan nilai luhur atau agama yang mereka anut.
Adopsi Selektif:
Hanya mengambil aspek fungsional atau praktisnya saja (misalnya teknologi), tanpa mengambil gaya hidup bebas yang sering menyertainya.Akulturasi dan Modifikasi: Mengawinkan budaya asing dengan budaya lokal sehingga melahirkan bentuk baru yang tetap memiliki identitas asli (indigenization)
Contoh Dampak Negatif Modernisasi Ekstrem yang Dapat Dicegah:
Menerima suatu teknologi tapi tidak menghilangkan budaya adat setempat
Diah ayu kartika 9A
Dampak negatif yang dapat dicegah: konsumerisme berlebihan, yaitu membeli barang hanya karena mengikuti tren budaya asing, sehingga dapat menyebabkan pemborosan dan mengurangi kepedulian terhadap nilai hidup sederhana
Mencegah masuknya gaya hidup konsumtif dan individualisme yang dapat membuat masyarakat meninggalkan sikap gotong royong dan kepedulian terhadap sesama
Habibie 9a
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah cara masyarakat menyaring budaya asing menggunakan nilai dan kearifan lokal. Budaya luar yang positif (seperti teknologi) diambil dan disesuaikan, sedangkan yang merusak ditolak.
Dampak negatif yang bisa dicegah: Individualisme Ekstrem.
Penyaringan ini memastikan teknologi modern tetap masuk tanpa merusak tradisi gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat.
Puncak Iffat Altamis 9A
jawaban:
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah cara masyarakat menyaring pengaruh budaya asing secara sadar dan kritis. Budaya asing yang sesuai dengan nilai, norma, dan tradisi lokal dapat diterima atau disesuaikan, sedangkan yang bertentangan dapat ditolak. Dengan demikian, globalisasi tidak diterima secara mentah-mentah.
Contoh dampak negatif modernisasi ekstrem yang dapat dicegah adalah komodifikasi tradisi sakral. Misalnya, masyarakat dapat membedakan ritual yang boleh ditampilkan untuk kegiatan pariwisata dengan ritual yang harus tetap bersifat sakral dan tertutup. Dengan cara ini, manfaat ekonomi dari modernisasi tetap diperoleh tanpa menghilangkan identitas dan nilai budaya lokal.
Syafa Azalwa ramadina 9a seleksi Aktif (cultural filtering) adalah cara masyarakat menyaring pengaruh budaya asing secara sadar dan kritis. Budaya asing yang sesuai dengan nilai, norma, dan tradisi lokal dapat diterima atau disesuaikan, sedangkan yang bertentangan dapat ditolak. Dengan demikian, globalisasi tidak diterima secara mentah-mentah.
Dampak negatif : membeli barang hanya untuk gaya hidup, membeli bara hanya untuk gengsi bulan mengutamakan fungsi
m. dhafie dipanagara 9B
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah proses memilih dan menyaring budaya asing yang masuk dengan mempertimbangkan nilai, norma, dan budaya lokal. Budaya yang sesuai dapat diterima, sedangkan budaya yang tidak sesuai dapat ditolak.
Contoh dampak negatif nya adalah
Mencegah masuknya gaya hidup konsumtif dan individualisme yang dapat membuat masyarakat meninggalkan sikap gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.
Navara Azka Wijayanto
9b
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah mekanisme di mana suatu masyarakat secara sadar dan kritis memilih, memilah, mendasari, dan menyesuaikan unsur budaya asing yang masuk agar sejalan dengan nilai, norma, dan tradisi lokal. Melalui konsep ini, kearifan lokal tidak menolak globalisasi secara mentah-mentah, melainkan bertindak sebagai "benteng sekaligus filter" yang mengadopsi aspek positif (seperti teknologi) dan membuang aspek negatif yang merusak tatanan sosial.
m. fathurds dwi syaputra 9B
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah proses memilih dan menyaring budaya asing yang masuk dengan mempertimbangkan nilai, norma, dan budaya lokal. Budaya yang sesuai dapat diterima, sedangkan budaya yang tidak sesuai dapat ditolak.
Contoh dampak negatif nya adalah
Mencegah masuknya gaya hidup konsumtif dan individualisme yang dapat membuat masyarakat meninggalkan sikap gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.
Niken Keira Kasih 9A
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) bekerja sebagai “benteng sekaligus filter” dengan cara memilih, memilah, dan menyesuaikan unsur budaya asing yang masuk agar sesuai dengan nilai, norma, dan tradisi lokal. Dengan begitu, masyarakat dapat mengambil aspek positif dan menolak aspek negatif yang dapat merusak tatanan sosial.
Contoh dampak negatif yang dapat dicegah adalah komodifikasi tradisi sakral, yaitu menjadikan ritual atau tempat suci sebagai barang untuk mencari keuntungan sehingga nilai dan kesakralannya berkurang.
Nama:gustiawan kusumajaya 9A
jawaban:
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah cara masyarakat menyaring pengaruh budaya asing secara sadar dan kritis. Budaya asing yang sesuai dengan nilai, norma, dan tradisi lokal dapat diterima atau disesuaikan, sedangkan yang bertentangan dapat ditolak. Dengan demikian, globalisasi tidak diterima secara mentah-mentah.
Contoh dampak negatif modernisasi ekstrem yang dapat dicegah adalah komodifikasi tradisi sakral. Misalnya, masyarakat dapat membedakan ritual yang boleh ditampilkan untuk kegiatan pariwisata dengan ritual yang harus tetap bersifat sakral dan tertutup. Dengan cara ini, manfaat ekonomi dari modernisasi tetap diperoleh tanpa menghilangkan identitas dan nilai budaya lokal.
Nama : Liya Zafirah Wikayla
Kelas/absen : IX.A/15
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah mekanisme di mana suatu masyarakat secara sadar dan kritis memilih, memilah, dan menyaring unsur-unsur budaya asing yang masuk akibat globalisasi. Proses ini tidak menolak modernisasi secara mentah-mentah, melainkan menyerap teknologi atau nilai baru yang bermanfaat, lalu memodifikasinya agar tetap selaras dengan nilai, norma, dan identitas kearifan lokal yang sudah ada. Contoh dampak negatifnya adalah individualisme ekstrem dan runtuhnya rasa kepedulian sosial (komunalisme).
Khalilah Siti K (9A) / absen 14
Seleksi aktif adalah sikap memilih dan menyaring budaya asing yang masuk dengan tetap mempertimbangkan nilai, norma, dan budaya yang sudah ada di masyarakat. Jadi, kita tidak harus menolak semua budaya asing, tetapi cukup mengambil hal-hal yang baik dan sesuai dengan budaya kita.
Contohnya, kita boleh mengikuti perkembangan teknologi dan gaya hidup modern, tetapi tetap menjaga sikap sopan santun, gotong royong, serta adat istiadat.
Seleksi aktif juga dapat mencegah budaya dan nilai lokal semakin ditinggalkan karena terlalu mengikuti budaya asing. Dengan begitu, kita bisa mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dan budaya sendiri.
zahra aurariana 9B
1.Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah mekanisme di mana suatu masyarakat secara sadar, mandiri, dan kritis memilih, memilah, dan menyaring unsur-unsur budaya asing yang masuk akibat globalisasi.contohnya komodifikasi budaya dan terkikisnya rasa kemanusiaan akibat
M Afkhar Rafif Gusni (9a)
jawaban:
Filtrasi Budaya (Cultural Filtering) merupakan proses seleksi aktif yang mengevaluasi, menyaring, menyelaraskan, dan mengadopsi budaya luar dengan pijakan nilai kearifan lokal. Sebagai ilustrasi, pemanfaatan teknologi dan media sosial dapat diintegrasikan karena nilai guna yang tinggi, sementara pola hidup konsumtif serta pergaulan yang menyimpang dari norma sosial akan diamputasi.
contoh:
Perilaku konsumerisme akut, yakni habitus berbelanja komoditas demi sekadar mengekor tren global, yang berpotensi memicu pemborosan finansial sekaligus mengikis esensi nilai kesederhanaan hidup.
Posting Komentar