https://www.youtube.com/watch?v=z6ClitbJdWs
Idendtitas
|
Nama Guru |
: |
Aprizal |
|
Mata Pelajaran |
: |
Ilmu Pengetahuan
Sosial |
|
Hari/Tanggal |
: |
Senin, 7 September 2026 |
|
Fase/Kelas |
: |
D / 9CD |
|
Judul Materi |
: |
Latihan : Mekanisme
Keefektifan Kearifan Lokal sebagai Benteng Pertahanan Budaya |
|
Pertemuan ke - |
:
|
17 |
|
Capaian
Pembelajaran |
: |
Pada akhir Fase
D, Peserta didik mampu mengeksplorasi ragam kearifan lokal di Indonesia
sebagai benteng pertahanan budaya dalam menghadapi arus globalisasi.. |
|
Tujuan
Pembelajaran |
: |
Peserta didik
dapat merekonstruksi potensi kearifan lokal daerah sebagai strategi
kontekstual (*local wisdom*) untuk menyaring infiltrasi budaya asing. |
|
üMindfull (Berkesadaran) |
: |
Peserta didik
mampu menyadari dan mengamati secara kritis berbagai bentuk infiltrasi atau
masuknya budaya asing di lingkungan sekitar, serta merefleksikan posisi dan
pentingnya nilai-nilai kearifan lokal daerah mereka sebagai identitas diri. |
|
üMeaningfull (Bermakna) |
: |
Peserta didik
mampu menghubungkan dan merekonstruksi potensi kearifan lokal daerah menjadi
strategi kontekstual yang aplikatif dan fungsional untuk menyaring, menyerap,
serta menyikapi pengaruh budaya asing secara bijak dalam kehidupan
sehari-hari. |
|
ü Joyful (Menyenangkan) |
: |
Peserta didik
terlibat secara aktif, antusias, dan kreatif melalui pengalaman belajar
berbasis penemuan atau proyek interaktif (seperti pembuatan media digital,
kampanye budaya, atau pertunjukan seni) dalam mengeksplorasi dan melestarikan
kearifan lokal. |
|
AlurnTujuan
Pembelajaran |
|
|
|
Eksplorasi dan
Identifikasi |
: |
Peserta didik
diajak untuk mengenali dan menggali data terkait objek budaya lokal serta
fenomena budaya luar.. |
|
Analisis dan
Kontekstualisasi |
: |
Peserta didik
mulai menghubungkan antara nilai kearifan lokal dengan tantangan budaya
asing, serta menganalisis dampaknya. |
|
Sintesis dan
Rekonstruksi |
: |
Peserta
didik mengolah kembali konsep kearifan lokal agar relevan dengan zaman modern
sebagai alat penyaring. |
MATERI
Assalamu'alaikum
Wr.Wb.
الـحَمْدُ للهِ
رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ
، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi
robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal
mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi
aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
Anak-anakku, sebelum kita membahas kearifan lokal mari kita renungkan
bersama:
·
Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT yang menciptakan alam semesta beserta segala isinya, termasuk
manusia dengan akal budi serta keragaman budaya yang luar biasa.
· Al-Malik (Maha Memelihara): Allah SWT yang mengatur, menguasai, dan memelihara tatanan alam semesta
serta kehidupan sosial masyarakat.
· Ar-Razzaq (Maha Pemberi
Rezeki): Allah SWT yang melimpahkan berbagai sumber daya,
kekayaan alam Nusantara, serta inspirasi kearifan hidup bagi umat-Nya.
Kearifan lokal
sangat efektif sebagai pagar budaya atau filter alami untuk menyaring pengaruh
negatif dari budaya asing. Alasan Keefektifan Kearifan
Lokal
· Sumber Nilai Moral: Nilai luhur seperti gotong royong, sopan santun, dan kebersamaan
menjadi tolok ukur untuk menilai baik atau buruknya budaya luar.
· Penguat Identitas: Masyarakat yang memegang teguh tradisinya tidak mudah kehilangan jati
diri saat menghadapi arus globalisasi
· Penyaring Selektif: Kearifan lokal membantu masyarakat mengambil unsur modern yang positif
dan menolak hal yang bertentangan dengan norma.
Tantangan dan Cara Menjaga
·
Tantangan: Arus informasi yang cepat membuat sebagian anak muda mulai melupakan
tradisi lokal.
·
Solusi: Nilai budaya perlu dimasukkan ke dalam pendidikan dan disebarkan lewat
media digital agar tetap menarik.
Kearifan lokal terbukti sangat efektif sebagai "pagar budaya"
dan filter alami dalam menyaring pengaruh negatif asing di era
globalisasi. Efektivitas ini bersumber dari nilai-nilai luhur yang tertanam
dalam komunitas, seperti gotong royong, religiusitas, dan keselarasan dengan
alam, yang berfungsi memitigasi dampak buruk modernisasi ekstrem seperti
individualisme dan konsumerisme.
https://www.youtube.com/watch?v=nVy51HPGq_w
Namun, tingkat keefektifannya di era digital saat ini sangat bergantung
pada kemampuan masyarakat untuk mengadaptasi nilai-nilai tersebut agar tetap
relevan bagi generasi muda
Analisis Efektivitas Kearifan Lokal
|
Dimensi |
Peran & Manfaat |
Tantangan Utama |
|
Identitas & Karakter |
Memperkuat akar
kebangsaan sehingga masyarakat tidak kehilangan jati diri di tengah hegemoni
budaya barat. |
Erosi tradisi akibat minimnya pemahaman generasi muda terhadap
filosofi di balik ritual atau adat lokal. |
|
Kontrol Sosial |
Hukum adat dan norma lokal menjadi sanksi moral sosial yang efektif
untuk meredam perilaku menyimpang. |
Mengendurnya pengawasan komunitas akibat pola hidup perkotaan yang
makin individualis. |
|
Resiliensi Komunitas |
Membangun kemandirian ekonomi dan sosial berbasis potensi daerah
(misalnya sistem lumbung padi atau subak). |
Komodifikasi budaya yang terkadang mengorbankan nilai sakral demi
keuntungan ekonomi instan. |
Cara Kerja Kearifan Lokal sebagai Penyaring (Filter)
1. Seleksi Aktif (Cultural Filtering)
Masyarakat tidak menolak mentah-mentah budaya asing, melainkan menyerap elemen
positif (seperti teknologi dan efisiensi kerja) dan membuang elemen negatif
yang bertentangan dengan norma lokal.
2. Adaptasi Kreatif (Cultural Adopting)
Mengemas ulang tradisi lama ke dalam wadah modern. Sebagai contoh, seni
pertunjukan tradisional kini banyak memanfaatkan media digital untuk menjangkau
audiens yang lebih luas.
3. Penguatan Kolektif (Community Binding)
Nilai kebersamaan dalam kearifan lokal mengikat individu agar tetap peduli pada
lingkungan sekitarnya, sehingga memperkecil celah masuknya paham radikal atau
individualistis dari luar.
Rekomendasi untuk Meningkatkan Efektivitas
Agar kearifan lokal tidak sekadar menjadi nostalgia, diperlukan langkah
konkret berdasarkan studi dari berbagai jurnal pendidikan:
·
Integrasikan ke Kurikulum
Sekolah: Memasukkan nilai-nilai daerah ke dalam materi ajar
formal maupun non-formal sejak dini.
·
Digitalisasi Budaya: Memanfaatkan platform media sosial dan konten kreatif untuk
mempromosikan filosofi lokal agar menarik bagi Gen Z dan Alpha.
·
Pemberdayaan Tokoh Adat: Melibatkan komunitas dan pemuka adat secara aktif dalam perumusan
kebijakan lokal.
- Video Pembelajaran (tertuang dalam link)
- PPT Pembelajaran /CANVA/GAMBAR (sesuai materi)
- LCD, Laptop/Layar PID
ASSESSMENT
1. Jelaskan
bagaimana konsep Seleksi Aktif (Cultural Filtering) bekerja sebagai
salah satu cara kearifan lokal menyaring pengaruh budaya asing di era
globalisasi, serta berikan satu contoh bentuk dampak negatif modernisasi
ekstrem yang dapat dicegah melalui penyaringan tersebut!
KESIMPULAN MATERI
Kearifan lokal berfungsi sebagai "pagar budaya" dan filter
alami untuk membentengi masyarakat dari dampak negatif globalisasi (seperti
individualisme dan konsumerisme) serta memperkuat identitas nasional.
1. Alasan Keefektifan & Analisis Dimensi
·
Sumber Nilai & Karakter: Memuat nilai luhur
(gotong royong, religiusitas, keselarasan alam) yang memperkuat akar kebangsaan
agar tidak kehilangan jati diri.
·
Kontrol Sosial: Hukum adat dan norma lokal menjadi
sanksi moral untuk meredam perilaku menyimpang.
·
Resiliensi Komunitas: Membangun kemandirian
sosial-ekonomi berbasis potensi daerah.
·
Tantangan Utama: Erosi tradisi, minimnya pemahaman generasi muda, pola hidup
individualis perkotaan, hingga komodifikasi budaya.
2. Cara Kerja Kearifan Lokal sebagai Penyaring
·
Seleksi Aktif: Menyerap elemen positif dari budaya
asing (seperti teknologi) dan menolak yang bertentangan dengan norma.
·
Adaptasi Kreatif: Mengemas tradisi lama ke dalam wadah
modern (misal: memanfaatkan media digital untuk seni tradisional).
·
Penguatan Kolektif: Mengikat kepedulian sosial
individu guna memperkecil masuknya paham individualistis.
3. Solusi & Rekomendasi
·
Integrasi Kurikulum: Memasukkan nilai-nilai daerah ke
dalam materi ajar sekolah sejak dini.
·
Digitalisasi Budaya: Memanfaatkan media sosial dan
konten kreatif agar relevan bagi generasi muda (Gen Z & Alpha).
·
Pemberdayaan Tokoh: Melibatkan komunitas dan pemuka
adat secara aktif dalam perumusan kebijakan.
KESIMPULAN HASIL
PEMBELAJARAN
36 komentar:
Ratifa Indah Permana 9D
Konsep Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah proses menyaring budaya asing menggunakan nilai dan norma kearifan lokal, sehingga hanya unsur positif yang diambil dan unsur negatif ditolak.
Cara Kerja: Kearifan lokal bertindak sebagai saringan moral. Budaya luar yang maju (seperti teknologi atau kedisiplinan) diadopsi dan disesuaikan, sedangkan yang bertentangan dengan adat dan etika ditolak.
Dampak Negatif yang Dicegah: Individualisme ekstrem. Saringan nilai gotong royong dan kebersamaan mencegah masyarakat menjadi acuh tak acuh dan egois di era modern.
Nizam Putra Ramadhan 9D
Seleksi Aktif adalah sikap memilih budaya asing yang baik dan cocok dengan adat setempat, serta menolak yang tidak sesuai. Contohnya, tetap menjaga budaya gotong royong agar tidak terlalu terbawa sikap individualis dari budaya luar.
Nama:Maikha Salwa Laysa
Kelas 9D
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah proses menyaring budaya asing dengan memilih yang sesuai dengan nilai dan norma budaya lokal serta menolak yang bertentangan.
Contohnya, masyarakat menerima teknologi modern tetapi tetap mempertahankan gotong royong dan sopan santun
nama Kurni panji dwinur fathih 9c
Konsep Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah mekanisme pertahanan budaya lokal dalam merespons globalisasi melalui proses penilaian, pemilahan diterima, dimodifikasi, atau ditolak, dan pengadopsian adaptif unsur asing berdasarkan nilai kearifan lokal. Proses ini mencegah dampak negatif modernisasi ekstrem seperti individualisme yang mengikis tradisi gotong royong dengan cara mengarahkan pemanfaatan teknologi modern untuk memperkuat ikatan sosial dan nilai kebersamaan masyarakat
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah proses menyaring budaya asing dengan memilih yang sesuai dengan nilai dan norma budaya lokal serta menolak yang bertentangan.
Dzaky Hafiz Ramadhan 9D
Konsep Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah mekanisme ketika suatu masyarakat secara sadar dan kritis memilih, memilah, serta menyelaraskan unsur budaya asing yang masuk dengan nilai-nilai, norma, dan kearifan lokal yang sudah ada.Salah contoh dampak negatif modernisasi ekstrem yang dapat dicegah melalui penyaringan ini adalah individualisme ekstrem
Andra Kila paskal aliuni 9d
Konsep Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah mekanisme ketika suatu masyarakat secara sadar dan kritis memilih, memilah, serta menyelaraskan unsur budaya asing yang masuk dengan nilai-nilai, norma, dan kearifan lokal yang sudah ada.Salah contoh dampak negatif modernisasi ekstrem yang dapat dicegah melalui penyaringan ini adalah individualisme ekstrem
Febri yansyah 9d
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah mekanisme di mana suatu masyarakat secara sadar dan mandiri memilih, memilah, dan menyaring unsur-unsur budaya asing yang masuk akibat globalisasi
rizki agung 9c
Seleksi Aktif bekerja dengan menyaring budaya asing di era globalisasi. Masyarakat hanya menerima unsur positif seperti teknologi, dan menolak unsur negatif yang bertentangan dengan norma dan nilai lokal.
Kearifan lokal berfungsi sebagai "pagar budaya" melalui hukum adat dan nilai gotong royong.
Contoh dampak negatif yang dicegah Individualisme dan konsumerisme Hal ini dicegah karena kearifan lokal memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong.
Clara Salsabilla Efendi 9D
Seleksi Aktif/ Cultural Filtering adalah cara kearifan lokal menyaring budaya asing. Budaya luar yang positif seperti ilmu dan teknologi kita serap, sedangkan budaya negatif seperti individualisme dan konsumerisme kita tolak karena bertentangan dgn norma.
Dampak negatif yang bisa dicegah: Individualisme, Akibatnya orang jadi tidak peduli dengan gotong royong, Hal ini bisa dicegah dengan nilai kearifan lokal gotong royong dari masyarakat.
Anindya Puteri 9D
seleksi aktif atau cultural filtering adalah cara masyarakat menyaring budaya asing yang masuk di era globalisasi. Bukan berarti menolak budaya luar, tapi memilih dan menyesuaikan budaya tersebut dengan nilai nilai, norma, dan identitas budaya lokal sebelum diterima.
• contoh dampak negatif modernisasi ekstrem yang bisa dicegah : (hedonisme dan gaya hidup konsumtif berlebihan)
budaya "flexing" di media sosial, belanja berlebihan demi trend, pergaulan bebas, dan menganggap mahal = keren
• cara mencegahnya yaitu : masyarakat akan menyaring trend tersebut misalnya > boleh ikut trend fashion tapi tetap menyesuaikan dengan etika berpakaian sopan sesuai norma daerah dan agama. boleh memakai HP canggih tapi digunakan untuk hal positif bukan untuk pamer atau konten negatif.
GAGAH 9D
Kearifan lokal berfungsi sebagai "pagar budaya" dan filter alami dari dampak negatif globalisasi (seperti individualisme dan konsumerisme) lewat nilai luhur seperti gotong royong dan keselarasan dengan alam
ibnu khasir 9d
proses di mana masyarakat secara sadar memilih, memilah, dan menyerap unsur budaya asing yang bermanfaat, serta menolak unsur yang bertentangan dengan nilai, norma, dan identitas kearifan lokal.
Irfan Arya 9D
proses di mana masyarakat secara sadar memilih, memilah, dan menyerap unsur budaya asing yang bermanfaat, serta menolak unsur yang bertentangan dengan nilai, norma, dan identitas kearifan lokal.
queensha radellia prasetyo 9d
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah cara masyarakat memilih budaya asing yang sesuai dengan nilai dan budaya lokal, lalu menolak budaya yang tidak sesuai. Dengan begitu, budaya lokal tetap terjaga meskipun ada pengaruh globalisasi.
Contohnya, masyarakat dapat mencegah gaya hidup terlalu konsumtif atau boros yang muncul akibat modernisasi ekstrem.
Annisa Nur Azizah 9C
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) Adalah proses penyaringan
budaya luar yang masuk ke dalam budaya lokal di era globalisasi, dengan cara mengambil dampak positifnya agar sesuai dengan nilai dan norma di masyarakat setempat.
dampak negatifnya adalah individualisme ekstrem dan erosi solidaritas sosial.
Ghifara At Tin Kimay 9C
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) Adalah proses penyaringan
budaya luar yang masuk ke dalam budaya lokal di era globalisasi, dengan cara mengambil dampak positifnya agar sesuai dengan nilai dan norma di masyarakat setempat. dampak negatifnya adalah individualisme ekstrem dan erosi solidaritas sosial.
Annisa nur ramadhan
9D
Jawaban:
Seleksi aktif (cultural filtering) adalah cara masyarakat menyaring budaya asing yang masuk akibat globalisasi. Budaya asing yang sesuai dengan nilai, norma, dan budaya lokal dapat diterima dan diambil manfaatnya, sedangkan budaya yang bertentangan dengan budaya setempat ditolak atau tidak diikuti.
Contoh: masyarakat dapat menerima kemajuan teknologi dan internet untuk pendidikan, tetapi tetap mempertahankan gotong royong, sopan santun, dan adat istiadat.
Salah satu dampak negatif modernisasi ekstrem yang dapat dicegah adalah lunturnya budaya dan nilai-nilai tradisional akibat meniru gaya hidup asing secara berlebihan. Dengan seleksi aktif, masyarakat dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas budayanya.
Muhammad Hafiz Eka Laksana (9D)
Seleksi aktif adalah kemampuan masyarakat lokal untuk menyaring, memilah, memilih unsur-unsur budaya asing yang masuk akibat globalisasi.
Contoh dampak negatif : Masyarakat sangat egois, tidak peduli dengan lingkungan sekitar, dan memiliki pola hidup boros demi mengejar status sosial atau tren sesaat secara berlebihan
dhevin alviandra hermawan 9c
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) Adalah proses penyaringan
budaya luar yang masuk ke dalam budaya lokal di era globalisasi, dengan cara mengambil dampak positifnya agar sesuai dengan nilai dan norma di masyarakat setempat
Contoh dampak negatif yang dicegah Individualisme dan konsumerisme Hal ini dicegah karena kearifan lokal memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong.
afiqa afra zahirah 9d
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah proses menyaring budaya asing dengan menerima hal yang sesuai dengan nilai lokal dan menolak yang bertentangan.
Contoh: Mencegah individualisme berlebihan dengan tetap mempertahankan budaya gotong royong dan kebersamaan.
Alfathi jagaraga wicaksono
9D
Konsep Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah mekanisme ketika suatu masyarakat secara sadar dan kritis memilih, memilah, serta menyelaraskan unsur budaya asing yang masuk dengan nilai-nilai, norma, dan kearifan lokal yang sudah ada.Salah contoh dampak negatif modernisasi ekstrem yang dapat dicegah melalui penyaringan ini adalah individualisme ekstrem.
dinasty putri widana 9D
seleksi aktif / cultural filtering adalah menyaring budaya asing agar sesuai dengan nilai budaya lokal budaya yang baik diterima, yang bertentangan ditolak atau disesuaikan
dampak negatif yang bisa dicegah : individualisme, akibatnya orang jadi tidak peduli dengan gotong royong, hal ini bisa dicegah dengan nilai kearifan lokal gotong royong dari masyarakat.
Zhahira estiana syifa 9c
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) Adalah proses penyaringan
budaya luar yang masuk ke dalam budaya lokal di era globalisasi, dengan cara mengambil dampak positifnya agar sesuai dengan nilai dan norma di masyarakat setempat.
dampak negatifnya adalah individualisme ekstrem dan erosi solidaritas sosial.
Ariz
Seleksi aktif ( cultural filtering ) adalah mekanisme dimana suatu masyarakat secara sadar dan sengaja menyaring unsur-unsur budaya asing atau global yang masuk ke dalam lingkungan mereka
m.ghadafi 9c
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) Adalah proses penyaringan
budaya luar yang masuk ke dalam budaya lokal di era globalisasi, dengan cara mengambil dampak positifnya agar sesuai dengan nilai dan norma di masyarakat setempat.
dampak negatifnya adalah individualisme ekstrem dan erosi solidaritas sosial.
anggun 9c
Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah proses menyaring budaya asing dengan memilih yang sesuai dengan nilai dan norma budaya lokal serta menolak yang bertentangan.
fauzan attar 9c
Seleksi aktif atau cultural filtering adalah cara masyarakat memilih budaya asing yang masuk dengan mempertimbangkan apakah budaya tersebut sesuai dengan nilai dan norma lokal. Budaya yang dianggap baik dapat diterima, sedangkan yang tidak sesuai akan ditolak atau disesuaikan. Contohnya, penyaringan ini dapat mencegah gaya hidup konsumtif berlebihan, seperti membeli barang hanya untuk mengikuti tren.
syahquita zoya arpansa 9D
1. Cara Kerja Seleksi Aktif (Cultural Filtering)
Seleksi Aktif adalah mekanisme masyarakat dalam memilah budaya asing yang masuk di era globalisasi.
Cara kerja: Masyarakat secara kritis menerima dan menyerap elemen positif dari budaya luar (seperti kemajuan teknologi dan efisiensi kerja), namun menolak nilai-nilai budaya asing yang bertentangan dengan norma, norma agama, serta kearifan lokal.
2. Contoh Dampak Negatif Modernisasi Ekstrem yang Dapat Dicegah
Gaya Hidup Individualisme dan Konsumerisme Ekstrem: Seleksi aktif memagari masyarakat dengan nilai kearifan lokal seperti gotong royong dan kebersamaan, sehingga masyarakat tidak menjadi apatis, egois, atau terjerat gaya hidup konsumtif berlebihan yang merusak jati diri bangsa.
nama raska adityha albisya
kelas 9c
Cara Kerja Cultural Filtering: Menyaring budaya asing pakai nilai lokal—mengambil yang bermanfaat (seperti teknologi) dan menolak yang merusak norma.
Dampak Negatif yang Dicegah: Sifat individualis dan konsumeris, agar masyarakat tetap memegang teguh budaya gotong royong dan kebersamaan.
Nama: Effelia Sheren
Kelas: 9D
Kesimpulan Pembelajaran:
Dari materi ini saya belajar bahwa kearifan lokal berfungsi sebagai "pagar budaya" dan filter alami untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif globalisasi seperti individualisme dan konsumerisme, serta memperkuat identitas nasional. Kearifan lokal efektif karena bersumber dari 3 hal: 1. Sumber Nilai & Karakter seperti gotong royong, religiusitas yang memperkuat kebersamaan. 2. Kontrol Sosial: hukum adat dan sanksi moral untuk meredam perilaku menyimpang. 3. Resiliensi Komunitas: membangun ekonomi berbasis potensi daerah. Namun ada tantangan yaitu erosi tradisi, pola hidup individualis, dan komodifikasi budaya. Cara kerjanya ada 3 yaitu Seleksi Aktif = menyerap positif dan menolak negatif, Adaptasi Kreatif = tradisi dikemas modern pakai digital, dan Penguatan Kolektif = gotong royong agar tidak terpengaruh budaya luar.
Pertanyaan:
Izin bertanya papi bagaimana cara agar kearifan lokal tidak hanya dianggap sebagai "nostalgia" saja oleh generasi muda? Apa peran media sosial dalam melestarikan kearifan lokal di era digital ini? Terima kasih.
faris narapati 9D
Seleksi Aktif/ Cultural Filtering adalah cara kearifan lokal menyaring budaya asing. Budaya luar yang positif seperti ilmu dan teknologi kita serap, sedangkan budaya negatif seperti individualisme dan konsumerisme kita tolak karena bertentangan dgn norma.
Dampak negatif yang bisa dicegah: Individualisme, Akibatnya orang jadi tidak peduli dengan gotong royong, Hal ini bisa dicegah dengan nilai kearifan lokal gotong royong dari masyarakat.
nasya arisha 9c
Seleksi aktif adalah menyaring budaya asing konsep dalam teori evolusi biologi di mana makhluk hidup secara aktif memilih, mengubah, atau mencari lingkungan yang paling sesuai dengan sifat-sifat genetik yang mereka miliki.Berbeda dengan seleksi alam konvensional (pasif)—di mana lingkungan bertindak sebagai "penyaring" yang mengeliminasi individu yang tidak fit—seleksi aktif menempatkan organisme sebagai agen penggerak dalam proses evolusinya sendiri. Konsep ini sering dikaitkan dengan istilah niche construction (konstruksi relung) dan pemilihan habitat
nama : syifananda arumi
kelas : 9d
jawaban : Seleksi Aktif (Cultural Filtering) adalah proses kearifan lokal dalam menyaring budaya asing yang masuk akibat globalisasi. Masyarakat tidak langsung menerima atau menolak budaya tersebut, tetapi memilih unsur yang sesuai dengan nilai, norma, adat, dan budaya setempat, kemudian menolak unsur yang dianggap tidak sesuai. Melalui cultural filtering, masyarakat tetap mempertahankan nilai gotong royong meskipun terpengaruh budaya modern yang lebih individualistis. Dengan begitu, hubungan sosial dan kepedulian antarwarga tetap terjaga.
Posting Komentar