|
Nama Guru |
: |
Aprizal |
|
Mata Pelajaran |
: |
Ilmu Pengetahuan Sosial |
|
Hari/Tanggal |
: |
Selasa 18 Agustus 2026 |
|
Fase/Kelas |
: |
D / 9AB |
|
Materi |
: |
Globalsiasi (dampak positif dan negatif globalisasi
di bidang transportas serta filterisasi budaya lokasl terhadap pop-culture) |
|
Capaian Pembelajaran |
: |
Pada akhir Fase D, peserta didik mampu menganalisis
dampak positif dan negatif globalisasi di bidang iptek, ekonomi, budaya,
komunikasi, dan transportasi. |
|
Tujuan Pembelajaran |
: |
Peserta didik dapat Menganalisis pergeseran moda
transportasi massal berbasis aplikasi online global secara kritis dan
berkesadaran. |
|
ü
Mindfull
(Berkesadaran) |
: |
Melibatkan kesadaran penuh (mindfulness)
dalam mengenali posisi diri sebagai bagian dari ekosistem global. Peserta
didik diajak berefleksi mengenai pilihan moda transportasi dan konsumsi
budaya mereka sehari-hari, serta menyadari konsekuensi sosial dari pilihan
tersebut. |
|
ü
Meaningfull (Bermakna) |
: |
Menghubungkan konsep globalisasi dengan realitas
kehidupan peserta didik di lingkungannya (misalnya: dampak bandara/kereta
cepat di kota mereka). Pembelajaran tidak lagi bersifat teoritis, melainkan
menjawab tantangan nyata yang mereka temui terkait pergeseran nilai tradisi. |
|
ü Joyful
(Menyenangkan) |
: |
Menciptakan suasana belajar yang memotivasi melalui
proyek kolaboratif dan simulasi kreatif, seperti penggunaan teknologi digital
untuk mempromosikan budaya lokal, sehingga siswa merasa bangga dan berdaya
saat mempraktikkan penguatan identitas bangsa. |
|
AlurnTujuan Pembelajaran |
: |
|
|
Tahap 1: Pengenalan |
: |
Siswa melakukan refleksi diri melalui "Jurnal
Jejak Digital & Transportasi". Mereka mencatat moda transportasi
yang digunakan dan tren pop-culture yang dikonsumsi dalam 24 jam
terakhir. |
|
Tahap 2: Investigasi |
: |
·
Analisis
kasus Kota B: Siswa membedah kaitan antara infrastruktur transportasi modern
dengan pergeseran gaya hidup lokal, lalu berdiskusi mengapa hal tersebut bisa
terjadi. |
|
Tahap 3: Kreasi |
: |
·
Proyek
Kolaboratif: Siswa bekerja dalam kelompok merancang kampanye kreatif digital
(seperti video pendek atau poster) yang mempromosikan budaya lokal dengan
memanfaatkan teknologi. |
MATERI
Assalamu'alaikum
Wr.Wb.
الـحَمْدُ
للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ
وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi
robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal
mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi
aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
"Anak-anakku, sebelum kita membahas globalisasi,
mari kita renungi:
- Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Bumi
yang kita injak dan akal yang kita gunakan untuk menciptakan transportasi
canggih adalah ciptaan Allah. Globalisasi adalah bukti bahwa Allah
menciptakan manusia dengan kemampuan untuk berinovasi tanpa batas.
- Al-Malik (Maha Memelihara): Allah
menjaga keseimbangan alam. Kemajuan transportasi seharusnya tidak merusak
ciptaan-Nya (polusi/kerusakan lingkungan), melainkan menjaga amanah alam
semesta yang Ia titipkan.
- Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki):
Kemudahan transportasi dan konektivitas global adalah pintu-pintu rezeki
yang Allah bukakan. Tugas kita adalah menjemput rezeki tersebut dengan
cara yang thayyib (baik) dan tidak melupakan jati diri budaya sebagai
identitas yang Allah anugerahkan pada setiap bangsa."
Globalisasi
transportasi adalah proses kemajuan alat dan infrastruktur gerak cepat yang
menghubungkan antarnegara. Hal ini memicu pergeseran budaya lokal karena
masuknya budaya populer (pop culture) asing seperti musik, mode, dan
gaya hidup. Masyarakat, khususnya generasi muda, perlu menyaring budaya luar
dengan memperkuat nilai Pancasila dan cinta produk lokal
Globalisasi Bidang Transportasi
https://www.youtube.com/watch?v=HbVcWqvStC8
- Pengertian: Proses perpindahan
manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lain yang makin cepat,
mudah, dan tanpa batas jarak yang berarti.
- Ciri-Ciri:
- Penggunaan kendaraan modern seperti pesawat
terbang cepat, kereta cepat, dan kapal pesiar.
- Sistem tiket dan navigasi berbasis digital.
- Mobilitas penduduk antarkota atau antarnegara
jadi sangat tinggi.
- Dampak Positif:
- Distribusi barang dan jasa makin cepat.
- Waktu tempuh perjalanan jauh jadi sangat
singkat.
- Mempermudah pariwisata dan hubungan antar
bangsa.
- Dampak Negatif:
- Polusi udara dan kemacetan meningkat.
- Berkurangnya penggunaan alat transportasi
tradisional.
Pergeseran Budaya Lokal dan Pop Culture
https://www.youtube.com/watch?v=hron-mirfxU
- Definisi Pop Culture:
Budaya populer yang disukai banyak orang dalam waktu singkat, sering
disebarkan oleh media massa dan internet global.
- Bentuk Masuknya Pop Culture:
- Musik internasional (K-Pop, Pop
Barat).
- Tren pakaian (fashion) modern.
- Kuliner cepat saji (fast food).
- Proses Pergeseran Budaya Lokal:
- Nilai tradisi lama mulai ditinggalkan anak muda.
- Perilaku individualis mulai menggantikan gotong
royong.
- Bahasa daerah kalah populer dibanding bahasa
asing atau gaul
Cara Menghadapi dan Menyikapi Pop Culture
- Sikap Selektif:
- Menyaring informasi dan budaya baru yang masuk.
- Menerima unsur luar yang positif dan menolak
yang merusak moral.
- Penguatan Identitas:
- Mencintai dan memakai produk buatan lokal.
- Melestarikan kesenian, tarian, dan bahasa
daerah.
- Peran Pendidikan:
- Menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini.
- Menggunakan teknologi digital untuk mengenalkan
budaya asli ke kancah global.
ASSESSMENT
1) Penerbangan
antarnegara yang makin murah dan cepat memudahkan artis internasional
mengadakan konser serta mempermudah masuknya tren busana luar negeri ke
Indonesia. Analisislah bagaimana kemajuan di bidang transportasi secara tidak
langsung dapat mempercepat pergeseran budaya lokal di kalangan generasi muda!
2)
Sebagai
generasi muda yang hidup di era digital dan globalisasi transportasi, bagaimana
strategi kreatif yang dapat Anda lakukan untuk memanfaatkan kemudahan
transportasi modern dan teknologi digital guna melestarikan serta mempromosikan
budaya lokal ke tingkat dunia?
3) Sebagai
generasi muda yang hidup di era digital dan globalisasi transportasi, bagaimana
strategi kreatif yang dapat Anda lakukan untuk memanfaatkan kemudahan
transportasi modern dan teknologi digital guna melestarikan serta mempromosikan
budaya lokal ke tingkat dunia?
1. Kota B kini
memiliki bandara internasional baru yang terhubung dengan kereta cepat.
Fenomena ini menyebabkan wisatawan dan pengusaha asing makin mudah berkunjung.
Namun, dalam kurun waktu dua tahun, remaja di Kota B lebih gemar mengonsumsi fast
food dan menggunakan bahasa gaul asing dibandingkan berbahasa daerah serta
mengonsumsi makanan tradisional.
Berdasarkan
analisis terhadap kasus di atas, faktor utama yang memicu pergeseran budaya di
Kota B adalah ...
A. Kurangnya
minat wisatawan asing terhadap kebudayaan tradisional Kota B
B. Tingginya
mobilitas transportasi yang mempercepat penetrasi pop culture asing
C. Ketidakmampuan
pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur digital
D. Penurunan
kualitas cita rasa makanan tradisional dibanding makanan cepat saji
2. Maraknya
tren K-Pop dan gaya hidup Barat yang masuk melalui interaksi global
membuat sebagian pemuda menganggap tradisi gotong royong dan tarian daerah
sebagai hal yang kuno dan tidak praktis.
Sikap
selektif yang paling tepat dan mencerminkan penguatan nilai Pancasila dalam
menyikapi fenomena tersebut adalah ...
A. Menolak
seluruh kemajuan transportasi dan menutup akses bagi wisatawan asing
B. Menerima
semua tren budaya asing tanpa menyaringnya agar tidak dianggap tertinggal
C. Menyaring
pengaruh luar yang positif serta menginovasi budaya lokal agar tetap relevan
D. Mewajibkan
seluruh masyarakat menggunakan transportasi tradisional dalam kegiatan harian
KESIMPULAN MATERI
v Globalisasi
Transportasi: Perkembangan sarana dan infrastruktur modern mempercepat
mobilitas manusia dan barang antarnegara, memperlancar perdagangan serta
pariwisata, namun menimbulkan tantangan berupa polusi dan berkurangnya
transportasi tradisional.
v Pergeseran
Budaya: Masuknya pop culture global (seperti musik, fesyen, dan kuliner)
melalui internet memicu pergeseran budaya lokal, membuat tradisi, bahasa
daerah, dan nilai gotong royong mulai ditinggalkan.
v Sikap Penyikapan: Diperlukan sikap selektif, penguatan identitas bangsa melalui nilai-nilai Pancasila, cinta produk lokal, serta pemanfaatan teknologi digital untuk melestarikan dan mengenalkan budaya asli ke kancah global.
KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar