Welcome

<< Mulai dengan cerita yang menarik>> << SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA >>

Senin, 12 Oktober 2026

Agit CD : Perkembangan Transaksi Ekonomi Di Era Digital (Uang dan Lembaga Keuangan)

 




Dokumentasi pribadi


Idendtitas

Nama Guru

:

Aprizal

Mata Pelajaran

:

Ilmu Pengetahuan Sosial

Hari/Tanggal

:

Senin, 12  Oktober 2026

Fase/Kelas

:

D / 9CD

Judul Materi

:

Perkembangan Transaksi Ekonomi Di

Era Digital (Uang dan Lembaga Keuangan)

 

 

 

 

Capaian Pembelajaran

:

Pada akhir Fase D, Peserta didik mampu menganalisis fenomena e-commerce, fintech, dompet digital, serta keamanan bertransaksi secara online

Tujuan Pembelajaran

:

Peserta didik dapat Menjelaskan ekosistem ekonomi digital (*e-commerce* dan *fintech*) untuk memetakan risiko serta prosedur keamanan bertransaksi keuangan digital.

ü Mindfull (Berkesadaran)

:

Peserta didik secara kritis, teliti, dan sadar penuh (present & reflective) merefleksikan kebiasaan bertransaksi digital mereka sendiri serta cermat mengenali celah bahaya/penipuan (phishing, kebocoran data) sebelum bertindak.. ..

 

ü Meaningfull (Bermakna)

:

Pembelajaran dikaitkan langsung dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, sehingga mereka paham pentingnya menjaga keamanan finansial untuk melindungi tabungan/keuangan pribadi dan keluarga dari kejahatan siber..

ü Joyful

(Menyenangkan)

:

Belajar dilakukan melalui aktivitas kolaboratif yang interaktif seperti game/quiz kuis keamanan digital, bermain peran (role-play), atau analisis kasus penipuan digital dalam format diskusi kelompok yang seru

 

AlurnTujuan Pembelajaran

 

Pengenalan & Pemahaman Ekosistem Ekonomi Digital

:

Pada tahap ini, peserta didik mampu Menguasai konsep dasar e-commerce dan fintech serta perannya dalam transaksi digital.

Pemetaan Risiko Transaksi Keuangan Digital

:

Peserta didik mampu Menganalisis dan mengidentifikasi potensi ancaman keamanan dalam transaksi digital..

 

Penerapan Prosedur Keamanan & Evaluasi Transaksi

:

Pada tahap akhir, peserta mampu  menerapkan langkah-langkah preventif dan prosedur aman dalam bertransaksi.

 


MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

 

Anak-anakku, sebelum kita membahas kearifan lokal mari kita renungkan bersama:

·         Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah Pencipta alam semesta beserta segala akal pikiran dan potensi manusia, yang kemudian melahirkan inovasi kecanggihan teknologi, termasuk sistem ekonomi digital, e-commerce, dan fintech.

·         Al-Malik (Maha Memelihara):  Allah SWT adalah Penguasa mutlak yang memelihara segala urusan hamba-Nya. Dalam konteks ekonomi digital, pemeliharaan ini tercermin dari perlunya pengaturan, regulasi, dan prosedur keamanan yang ketat untuk melindungi harta serta privasi sesama manusia.

·         Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT menjamin dan memberikan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya melalui berbagai jalan, termasuk melalui perdagangan (e-commerce) dan jasa keuangan (fintech) yang jujur, halal, serta transparan   

 




Pernahkah kalian memperhatikan bagaimana orang tua kalian membayar belanjaan di supermarket atau saat memesan makanan secara daring? Apakah mereka selalu menggunakan uang kertas atau koin? Saat ini, kita hidup di era di mana cara kita bertransaksi telah bertransformasi secara signifikan. Jika dahulu masyarakat exchange barang secara langsung (barter), kini transaksi dapat selesai hanya dalam hitungan detik melalui gawai di genggaman tangan.

Pada pembelajaran kali ini, kita akan menjelajahi evolusi alat pembayaran dari uang fisik hingga uang digital (e-money dan e-wallet), peran vital lembaga keuangan (bank dan non-bank) serta teknologi finansial (fintech), hingga dampaknya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat modern. Mari pelajari bagaimana teknologi digital mengubah tata cara keuangan kita secara bijak dan aman!     https://youtu.be/utUobf5BW6I?si=8NZZ3TPbqU8EuqYQ  

 

 

A.     Evolusi Alat Pembayaran & Evolusi Uang

ü  Masa Barter: Pertukaran barang dengan barang. Kendala utamanya adalah kesulitan menemukan dua pihak yang saling membutuhkan barang satu sama lain (double coincidence of wants).

ü  Masa Uang Barang & Logam: Penggunaan benda berharga seperti emas, perak, atau kerang sebagai alat tukar standar.

ü  Masa Uang Kartal (Kertas & Logam): Diterbitkan oleh Bank Sentral (Bank Indonesia) yang terdiri dari uang kertas dan uang logam sebagai alat pembayaran sah (legal tender).

ü  Era Transaksi Digital (Uang Non-Tunai):

§  Uang Giral Digital: Transfer antarbank, kartu debit, dan kartu kredit.

§  Uang Elektronik (E-Money) & Dompet Digital (E-Wallet): Nilai uang tersimpan secara elektronik pada media kartu atau aplikasi (seperti GoPay, OVO, Dana, ShopeePay).

§  QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard): Pemersatu transaksi pembayaran berbasis QR code di Indonesia untuk mempermudah transaksi non-tunai.   https://youtu.be/BlTl9lhaias?si=3BrHwy7-lF8EXXkO

 

B.      Peran Lembaga Keuangan di Era Digital

Lembaga keuangan berfungsi sebagai perantara keuangan (financial intermediary) antara pihak yang kelebihan dana dan pihak yang membutuhkan dana.

ü  Lembaga Keuangan Bank:

o   Bank Sentral (Bank Indonesia): Menjaga kestabilan nilai rupiah, mengatur sistem pembayaran digital, dan mengawasi sirkulasi uang.

o   Bank Umum & BPR: Menyediakan jasa perbankan digital seperti mobile banking, internet banking, serta tabungan digital.

ü  Lembaga Keuangan Non-Bank (LKNB):

o   Perusahaan Asuransi, Pegadaian, Dana Pensiun, dan Perusahaan Pembiayaan.

ü  Financial Technology (Fintech):

o    Inovasi teknologi pada jasa keuangan seperti peer-to-peer (P2P) lending, crowdfunding, dan aggregator keuangan yang meningkatkan inklusi keuangan.

https://youtu.be/u8Ud4ml0Oco?si=7buM88GItSm9WJyv

 

C.      Keuntungan dan Tantangan Transaksi Digital

Keuntungan

Tantangan & Risiko

Praktis & Cepat: Transaksi dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Keamanan Data (Cyber Security): Risiko kejahatan siber, phishing, dan kebocoran data pribadi.

Transparansi: Pencatatan riwayat transaksi keuangan tersimpan secara otomatis.

Perilaku Konsumtif: Kemudahan bertransaksi dapat memicu kemudahan berbelanja secara impulsif.

Efisiensi Biaya: Memangkas biaya cetak uang fisik dan distribusi tunai.

Literasi Digital: Perlunya edukasi masyarakat agar terhindar dari penipuan/pinjaman online ilegal.

 

 

 

ASSESSMENT

Tuliskan  dua keuntungan utama dari penggunaan transaksi digital (seperti e-wallet atau QRIS) serta satu risiko/tantangan yang perlu diwaspadai oleh masyarakat dalam penggunaannya di era digital saat ini!

 

KESIMPULAN MATERI

Transaksi ekonomi telah bertransformasi secara signifikan, berpindah dari sistem manual (barter dan uang fisik kertas/logam) menuju sistem digital berbasis teknologi (e-wallet, mobile banking, dan QRIS) yang jauh lebih cepat, efisien, dan praktis. ank Sentral (Bank Indonesia) bertindak sebagai regulator stabilitas sistem pembayaran, sementara Bank Umum dan Fintech memperluas akses layanan keuangan masyarakat secara inklusif melalui platform digital.

 

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

Tidak ada komentar: