Welcome

<< Mulai dengan cerita yang menarik>> << SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA >>

Jumat, 30 Januari 2026

K9 BC Tolok Ukur Pembangunan

 



 

Tolok Ukur Pembangunan



Mata Pelajaran

IPS

Kelas/Fase

9 BC   / Fase D 

Materi

Tolok Ukur Pembangunan

Pertemuan ke

 3

Guru Pengampu

Aprizal

Waktu Pembelajaran

Jumat 30  Januari  2026

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Murid   memahami  keberagaman kondisi geografis Indonesia, konektivitas antarruang terhadap upaya pemanfaatan dan pelestarian potensi sumber daya alam, faktor aktivitas manusia terhadap perubahan iklim dan potensi bencana alam.

Tujuan Pembelajaran

Melalui pemahaman dan penyampaian  Murid mampu mendeskripsikan Tolok Ukur Pembangunanserta mempresentasikan di depan kelas menggunakan Canvas, PPT atau video/mind map atau karya lain sesuai dengan kesiapan siswa.

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du. 

Pembangunan masa Reformasi (1998-sekarang) di Indonesia fokus pada pemulihan ekonomi pasca-krisis, liberalisasi, desentralisasi, serta peningkatan demokrasi dan kualitas SDM melalui kebijakan seperti UU Anti-KKN dan perbaikan sektor keuangan, dengan tolok ukur keberhasilan mencakup pertumbuhan ekonomi (PDB), peningkatan kesejahteraan rakyat (IPM: harapan hidup, pendidikan, pendapatan per kapita), serta stabilitas politik dan supremasi hukum. 


  Ok guys kita masuk pada materi  Pembangunan Masa Reformasi dan Tolok Ukur Pembangunan

 

MATERI

 lok Ukur Pembangunan

1. Pengertian Tolok Ukur Pembangunan

Tolok ukur pembangunan adalah indikator atau alat ukur yang digunakan untuk menilai tingkat keberhasilan pembangunan suatu negara.

2. Macam-Macam Tolok Ukur Pembangunan

a. Pendapatan Nasional

  • PDB (Produk Domestik Bruto)
  • PNB (Produk Nasional Bruto)
    Digunakan untuk melihat kemampuan ekonomi negara, tetapi belum mencerminkan pemerataan kesejahteraan.

 b. Pendapatan Per Kapita

Pendapatan rata-rata penduduk suatu negara.
Kelemahan: tidak menunjukkan kesenjangan pendapatan.

 c. Indeks Pembangunan Manusia (IPM / HDI)

Indikator yang paling sering digunakan, meliputi:

  1. Pendidikan (rata-rata lama sekolah)
  2. Kesehatan (angka harapan hidup)
  3. Standar hidup layak (pendapatan per kapita)

IPM memberikan gambaran pembangunan yang lebih menyeluruh.

d. Indikator Sosial Lainnya

  • Tingkat kemiskinan
  • Tingkat pengangguran
  • Angka melek huruf
  • Akses terhadap layanan kesehatan

 3. Kesimpulan Tolok Ukur Pembangunan

  • Pembangunan tidak hanya dinilai dari pertumbuhan ekonomi
  • Harus memperhatikan kualitas hidup manusia
  • IPM menjadi tolok ukur yang paling relevan dalam era modern

 Soal Essay (Latihan Pemahaman)

1.       Jelaskan latar belakang lahirnya Reformasi di Indonesia serta hubungannya dengan arah pembangunan nasional setelah tahun 1998.

2.       Tuliskan dan jelaskan tujuan pembangunan pada masa Reformasi di Indonesia.

3.       Uraikan ciri-ciri pembangunan masa Reformasi dalam dua bidang, misalnya bidang politik dan ekonomi.

4.       Jelaskan pengertian tolok ukur pembangunan dan mengapa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dianggap lebih tepat dibandingkan pendapatan nasional.

5.       Mengapa pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu mencerminkan keberhasilan pembangunan? Jelaskan dengan mengaitkannya pada pemerataan kesejahteraan masyarakat.

 

 Resume



lok Ukur Pembangunan

1. Pengertian Tolok Ukur Pembangunan

Tolok ukur pembangunan adalah indikator atau alat ukur yang digunakan untuk menilai tingkat keberhasilan pembangunan suatu negara.

2. Macam-Macam Tolok Ukur Pembangunan

a. Pendapatan Nasional

  • PDB (Produk Domestik Bruto)
  • PNB (Produk Nasional Bruto)
    Digunakan untuk melihat kemampuan ekonomi negara, tetapi belum mencerminkan pemerataan kesejahteraan.

 b. Pendapatan Per Kapita

Pendapatan rata-rata penduduk suatu negara.
Kelemahan: tidak menunjukkan kesenjangan pendapatan.

 c. Indeks Pembangunan Manusia (IPM / HDI)

Indikator yang paling sering digunakan, meliputi:

  1. Pendidikan (rata-rata lama sekolah)
  2. Kesehatan (angka harapan hidup)
  3. Standar hidup layak (pendapatan per kapita)

IPM memberikan gambaran pembangunan yang lebih menyeluruh.

d. Indikator Sosial Lainnya

  • Tingkat kemiskinan
  • Tingkat pengangguran
  • Angka melek huruf
  • Akses terhadap layanan kesehatan

 3. Kesimpulan Tolok Ukur Pembangunan

  • Pembangunan tidak hanya dinilai dari pertumbuhan ekonomi
  • Harus memperhatikan kualitas hidup manusia
  • IPM menjadi tolok ukur yang paling relevan dalam era modern

 Soal Essay (Latihan Pemahaman)

1.       Jelaskan latar belakang lahirnya Reformasi di Indonesia serta hubungannya dengan arah pembangunan nasional setelah tahun 1998.

2.       Tuliskan dan jelaskan tujuan pembangunan pada masa Reformasi di Indonesia.

3.       Uraikan ciri-ciri pembangunan masa Reformasi dalam dua bidang, misalnya bidang politik dan ekonomi.

4.       Jelaskan pengertian tolok ukur pembangunan dan mengapa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dianggap lebih tepat dibandingkan pendapatan nasional.

5.       Mengapa pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu mencerminkan keberhasilan pembangunan? Jelaskan dengan mengaitkannya pada pemerataan kesejahteraan masyarakat.

 

 Resume

Tolok ukur pembangunan digunakan untuk menilai keberhasilan suatu negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas hidup manusia.

Indikator pembangunan meliputi PDB, pendapatan per kapita, IPM, dan indeks kemiskinan. Dari berbagai indikator tersebut, IPM dianggap paling mewakili kondisi pembangunan karena memperhatikan aspek kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Namun, pembangunan masih menghadapi berbagai masalah seperti ketimpangan wilayah, kemiskinan, dan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, pembangunan harus dilakukan secara adil, merata, dan berkelanjutan agar benar-benar meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat.

Kamis, 29 Januari 2026

K8D Perubahan masyarakat akibat Kolonialisme dan Imperialisme

 


 

https://www.youtube.com/watch?v=2n9j7-VrCG8




Mata Pelajaran

IPS

Kelas/Fase

8D    / Fase D 

Materi

Kehidupan Masa Kolonialisme dan Imperialisme

Pertemuan ke

 2

Guru Pengampu

Aprizal

Waktu Pembelajaran

Kamis 29  Januari 2026

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Murid   memahami  keberagaman kondisi geografis Indonesia, konektivitas antarruang terhadap upaya pemanfaatan dan pelestarian potensi sumber daya alam, faktor aktivitas manusia terhadap perubahan iklim dan potensi bencana alam.

 

Tujuan Pembelajaran

Murid  mampu menganalisis Perubahan masyarakat akibat Kolonialisme dan Imperialisme  melalui diskusi kelompok dan studi kasus secarakritis,  serta mempresentasikan di depan kelas menggunakan Canvas, PPT atau video/mind map atau karya lain sesuai dengan kesiapan siswa.

 

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du. 


Masa kolonialisme dan imperialisme di Indonesia, yang berlangsung selama berabad-abad, membawa perubahan mendalam dalam struktur kehidupan masyarakat. Dari dominasi ekonomi hingga pergeseran nilai budaya, periode ini membentuk wajah Indonesia modern.

 

Mari kita  kaitannya materi minggu lalu dengan mareri hari ini..

 

MATERI

 Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme

  • Kolonialisme adalah penguasaan suatu wilayah oleh negara lain dengan tujuan mengeksploitasi sumber daya alam dan tenaga manusia demi keuntungan negara penjajah.
  • Imperialisme adalah kebijakan politik suatu negara untuk memperluas kekuasaan atas wilayah lain secara ekonomi, politik, dan budaya. Kedua konsep ini saling berkaitan dalam sejarah Indonesia.

 Latar Belakang Kedatangan Bangsa Barat

  • Kedatangan bangsa-bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda) dipicu oleh tujuan mencari rempah-rempah, kekayaan, dan pasar baru.
  • VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) didirikan dan memiliki hak monopoli perdagangan di Nusantara.
  • Persaingan antar bangsa Eropa memicu dominasi Belanda atas wilayah Nusantara yang kemudian berlanjut ke imperium Hindia Belanda.

 

        I.            Perubahan Masyarakat Akibat Kolonialisme dan Imperialisme

Ø  Aspek Geografis

Perubahan geografis masyarakat termasuk:

  • Penggunaan jalur laut dan darat untuk perdagangan sebagai bagian dari sistem kolonial.
  • Pembangunan fasilitas fisik seperti pelabuhan, jalan, dan jalur kereta api untuk pengangkutan komoditas ekspor.
  • Perubahan persebaran penduduk karena perpindahan tenaga kerja dan transmigrasi awal di bawah kolonialisme.

Ø  Aspek Ekonomi

Kolonialisme dan imperialisme membawa perubahan ekonomi yang signifikan:

  • Eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran, termasuk komoditas pertanian dan pertambangan yang diekspor ke Eropa.
  • Sistem tanam paksa (cultuurstelsel) yang memaksa petani menanam komoditas ekspor dengan harga yang ditetapkan penjajah, menyebabkan kemiskinan dan kelaparan.
  • Monopoli perdagangan oleh pemerintahan kolonial yang merugikan pedagang dan petani pribumi.
  • Pengenalan sistem upah dan pekerjaan kontrak, serta investasi modal asing di perkebunan dan industri.

Ø  Aspek Politik

  • Pemerintahan lokal dan sosio-politik berubah: penguasa asli kehilangan sebagian kekuasaannya, dan struktur birokrasi kolonial muncul.
  • Muncul berbagai bentuk penindasan politik dan pelanggaran hak asasi, memicu ketidakpuasan dan perlawanan rakyat.
  • Perubahan ini juga memicu organisasi pergerakan nasional yang memperjuangkan hak dan kemerdekaan Indonesia.

Ø  Aspek Sosial dan Budaya

  • Terjadi stratifikasi sosial: kelas sosial baru terbentuk antara pribumi, perantau, dan kelas penguasa kolonial.
  • Akulturasi budaya dan masuknya unsur budaya Barat ke dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
  • Banyak tradisi lokal mengalami perubahan karena sistem pendidikan dan budaya Barat diperkenalkan.
  • Bahasa dan istilah baru masuk ke bahasa Indonesia, dan bangunan bergaya kolonial tetap menjadi bagian dari warisan fisik.

Ø  3.5 Aspek Pendidikan

  • Didirikannya sekolah-sekolah model Barat membuka peluang pendidikan baru bagi sebagian masyarakat pribumi.
  • Muncul golongan terpelajar yang kemudian menjadi pemimpin dalam perjuangan kemerdekaan.
  • Pendidikan kolonial memberi akses literasi, namun tetap dibatasi demi keuntungan penjajah.

 

     II.            Dampak Perubahan Masyarakat

Perubahan akibat kolonialisme dan imperialisme memiliki dampak yang kompleks:

Negatif:

  • Ketimpangan sosial dan ekonomi antara pribumi dan elit penjajah.
  • Kemiskinan, kerja paksa, dan penderitaan rakyat akibat sistem kerja kolonial.
  • Penurunan kemandirian ekonomi dan ketergantungan terhadap pasar luar negeri.

Positif (terbatas):

  • Pengenalan infrastruktur transportasi, pendidikan, dan sistem administrasi yang kemudian dikembangkan pada masa pascamerdeka.
  • Pertumbuhan kesadaran nasionalisme melalui pengalaman penindasan dan pendidikan kolonial.

Kaitannya dengan Pergerakan Nasional

Perubahan sosial dan politik akibat kolonialisme memicu bangkitnya gerakan nasionalis yang disalurkan melalui organisasi seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, PNI, dan tokoh-tokoh seperti Sukarno dan Hatta yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Resume

Kedatangan bangsa Barat ke Indonesia dilatarbelakangi oleh keinginan mencari rempah-rempah, kekayaan, dan pasar baru. Bangsa Eropa seperti Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda datang ke Nusantara dan saling bersaing. Belanda kemudian mendirikan VOC yang memiliki hak monopoli perdagangan. Persaingan antarbangsa Eropa akhirnya mengantarkan Belanda menguasai Nusantara dan membentuk pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Perubahan masyarakat akibat kolonialisme dan imperialisme menimbulkan dampak negatif dan positif. Dampak negatifnya antara lain ketimpangan sosial, kemiskinan, kerja paksa, serta ketergantungan ekonomi pada pihak asing. Namun, terdapat dampak positif yang terbatas, seperti pembangunan infrastruktur, sistem administrasi, dan tumbuhnya kesadaran nasionalisme.

Keseluruhan perubahan tersebut berkaitan erat dengan munculnya pergerakan nasional. Penindasan dan ketidakadilan yang dialami rakyat mendorong lahirnya organisasi seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, dan PNI, serta tokoh-tokoh nasional seperti Soekarno dan Mohammad Hatta yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia

Soal Essay (Latihan Pemahaman)

  1. Sebutkan tiga perubahan sosial yang terjadi akibat kolonialisme!
  2. Mengapa kolonialisme justru mendorong lahirnya pergerakan nasional?
  3. Mengapa sistem tanam paksa merugikan rakyat Indonesia?
  4. Siapa pihak yang paling diuntungkan dari sistem tersebut?
  5. Bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan sosial masyarakat desa?


Sumber Literasi & Bacaan

Ø   https://aprizal79.blogspot.com/

Ø   https://bobo.grid.id/read/083741560/pengaruh-kondisi-geografis-indonesia-terhadap-penjelajahan-samudra?page=all    

Ø  Buku Teks Utama: Kemendikbudristek. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VIII. (Edisi terbaru kurikulum Merdeka/K-13).

https://palembang.tribunnews.com/2025/02/11/latihan-soal-ips-kelas-8-smpmts-materi-perubahan-masyarakat-akibat-kolonialisme-dan-imperialisme 

K9 BA Pembangunan Masa Reformasi dan Tolok Ukur Pembangunan

 

Mata Pelajaran

IPS

Kelas/Fase

9 BA   / Fase D 

Materi

Pembangunan Masa Reformasi dan Tolok Ukur Pembangunan

Pertemuan ke

 3

Guru Pengampu

Aprizal

Waktu Pembelajaran

Kamis, 29  Januari 2026

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Murid   memahami  keberagaman kondisi geografis Indonesia, konektivitas antarruang terhadap upaya pemanfaatan dan pelestarian potensi sumber daya alam, faktor aktivitas manusia terhadap perubahan iklim dan potensi bencana alam.

Tujuan Pembelajaran

Melalui pemahaman dan penyampaian  Murid mampu mendeskripsikan upaya pembangunan dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat pada masa Orde Lama dan Orde Baru serta mempresentasikan di depan kelas menggunakan Canvas, PPT atau video/mind map atau karya lain sesuai dengan kesiapan siswa.

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du. 

Pembangunan Orde Lama lebih menitikberatkan pada pembangunan fisik yang bersifat simbolis untuk memperkuat jati diri bangsa di tingkat global. Sebaliknya, Orde Baru lebih pragmatis dengan memprioritaskan stabilitas ekonomi, pembangunan infrastruktur rakyat, dan peningkatan taraf hidup melalui sektor pertanian (Revolusi Hijau).

Secara garis besar, perbedaan pembangunan kedua era ini terletak pada prioritasnya: Orde Lama membangun "Jiwa dan Harga Diri", sedangkan Orde Baru membangun "Pertanian dan Ekonomi". Ok guys kita masuk pada materi  Pembangunan Masa Reformasi dan Tolok Ukur Pembangunan

 

MATERI

Pembangunan masa Reformasi (1998-sekarang) di Indonesia fokus pada pemulihan ekonomi pasca-krisis, liberalisasi, desentralisasi, serta peningkatan demokrasi dan kualitas SDM melalui kebijakan seperti UU Anti-KKN dan perbaikan sektor keuangan, dengan tolok ukur keberhasilan mencakup pertumbuhan ekonomi (PDB), peningkatan kesejahteraan rakyat (IPM: harapan hidup, pendidikan, pendapatan per kapita), serta stabilitas politik dan supremasi hukum. 

 

A. Pembangunan Masa Reformasi (Sejak 1998)

1. Latar Belakang Reformasi

Era Reformasi dimulai pada tahun 1998 setelah berakhirnya pemerintahan Orde Baru. Reformasi muncul akibat:

  • Krisis ekonomi 1997–1998
  • Tingginya praktik KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme)
  • Lemahnya penegakan hukum
  • Kurangnya demokrasi dan kebebasan berpendapat

Reformasi bertujuan menciptakan pemerintahan yang demokratis, transparan, dan akuntabel.

2. Tujuan Pembangunan Masa Reformasi

Pembangunan pada masa Reformasi diarahkan untuk:

  • Mewujudkan demokrasi dan supremasi hukum
  • Meningkatkan kesejahteraan rakyat
  • Mengurangi kemiskinan dan pengangguran
  • Mendorong pemerataan pembangunan
  • Memberantas korupsi

 3. Kebijakan dan Ciri Pembangunan Masa Reformasi

Beberapa ciri utama pembangunan pada masa Reformasi antara lain:

a. Bidang Politik

  • Pelaksanaan pemilu langsung (presiden, kepala daerah)
  • Kebebasan pers dan berpendapat
  • Penguatan lembaga negara (KPK, MK, KY)

b. Bidang Ekonomi

  • Pemulihan pascakrisis ekonomi
  • Pemberdayaan UMKM
  • Pengurangan utang luar negeri secara bertahap
  • Program perlindungan sosial (BLT, PKH, BPJS)

c. Bidang Sosial dan Pendidikan

  • Wajib belajar 9–12 tahun
  • Program BOS (Bantuan Operasional Sekolah)
  • Peningkatan layanan kesehatan masyarakat

d. Bidang Pemerintahan

  • Otonomi daerah melalui desentralisasi
  • Peningkatan transparansi anggaran
  • Reformasi birokrasi

 4. Tantangan Pembangunan Masa Reformasi

  • Ketimpangan sosial dan ekonomi
  • Korupsi yang masih terjadi
  • Kualitas SDM yang belum merata
  • Infrastruktur yang belum seimbang antarwilayah

 B. Tolok Ukur Pembangunan

1. Pengertian Tolok Ukur Pembangunan

Tolok ukur pembangunan adalah indikator atau alat ukur yang digunakan untuk menilai tingkat keberhasilan pembangunan suatu negara.

2. Macam-Macam Tolok Ukur Pembangunan

a. Pendapatan Nasional

  • PDB (Produk Domestik Bruto)
  • PNB (Produk Nasional Bruto)
    Digunakan untuk melihat kemampuan ekonomi negara, tetapi belum mencerminkan pemerataan kesejahteraan.

 b. Pendapatan Per Kapita

Pendapatan rata-rata penduduk suatu negara.
Kelemahan: tidak menunjukkan kesenjangan pendapatan.

 c. Indeks Pembangunan Manusia (IPM / HDI)

Indikator yang paling sering digunakan, meliputi:

  1. Pendidikan (rata-rata lama sekolah)
  2. Kesehatan (angka harapan hidup)
  3. Standar hidup layak (pendapatan per kapita)

IPM memberikan gambaran pembangunan yang lebih menyeluruh.

d. Indikator Sosial Lainnya

  • Tingkat kemiskinan
  • Tingkat pengangguran
  • Angka melek huruf
  • Akses terhadap layanan kesehatan

 3. Kesimpulan Tolok Ukur Pembangunan

  • Pembangunan tidak hanya dinilai dari pertumbuhan ekonomi
  • Harus memperhatikan kualitas hidup manusia
  • IPM menjadi tolok ukur yang paling relevan dalam era modern

 Soal Essay (Latihan Pemahaman)

1.       Jelaskan latar belakang lahirnya Reformasi di Indonesia serta hubungannya dengan arah pembangunan nasional setelah tahun 1998.

2.       Tuliskan dan jelaskan tujuan pembangunan pada masa Reformasi di Indonesia.

3.       Uraikan ciri-ciri pembangunan masa Reformasi dalam dua bidang, misalnya bidang politik dan ekonomi.

4.       Jelaskan pengertian tolok ukur pembangunan dan mengapa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dianggap lebih tepat dibandingkan pendapatan nasional.

5.       Mengapa pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu mencerminkan keberhasilan pembangunan? Jelaskan dengan mengaitkannya pada pemerataan kesejahteraan masyarakat.

 

 Resume

Pembangunan masa Reformasi menekankan pada demokrasi, kesejahteraan rakyat, dan pemerataan pembangunan. Keberhasilannya diukur melalui berbagai tolok ukur, terutama Indeks Pembangunan Manusia, yang menilai pembangunan secara ekonomi, sosial, dan kualitas sumber daya manusia.

 

  Sumber Literasi & Bacaan