Welcome

<< Mulai dengan cerita yang menarik>> << SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA >>

Jumat, 30 Januari 2026

K9 BC Tolok Ukur Pembangunan

 



 

Tolok Ukur Pembangunan



Mata Pelajaran

IPS

Kelas/Fase

9 BC   / Fase D 

Materi

Tolok Ukur Pembangunan

Pertemuan ke

 3

Guru Pengampu

Aprizal

Waktu Pembelajaran

Jumat 30  Januari  2026

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Murid   memahami  keberagaman kondisi geografis Indonesia, konektivitas antarruang terhadap upaya pemanfaatan dan pelestarian potensi sumber daya alam, faktor aktivitas manusia terhadap perubahan iklim dan potensi bencana alam.

Tujuan Pembelajaran

Melalui pemahaman dan penyampaian  Murid mampu mendeskripsikan Tolok Ukur Pembangunanserta mempresentasikan di depan kelas menggunakan Canvas, PPT atau video/mind map atau karya lain sesuai dengan kesiapan siswa.

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du. 

Pembangunan masa Reformasi (1998-sekarang) di Indonesia fokus pada pemulihan ekonomi pasca-krisis, liberalisasi, desentralisasi, serta peningkatan demokrasi dan kualitas SDM melalui kebijakan seperti UU Anti-KKN dan perbaikan sektor keuangan, dengan tolok ukur keberhasilan mencakup pertumbuhan ekonomi (PDB), peningkatan kesejahteraan rakyat (IPM: harapan hidup, pendidikan, pendapatan per kapita), serta stabilitas politik dan supremasi hukum. 


  Ok guys kita masuk pada materi  Pembangunan Masa Reformasi dan Tolok Ukur Pembangunan

 

MATERI

 lok Ukur Pembangunan

1. Pengertian Tolok Ukur Pembangunan

Tolok ukur pembangunan adalah indikator atau alat ukur yang digunakan untuk menilai tingkat keberhasilan pembangunan suatu negara.

2. Macam-Macam Tolok Ukur Pembangunan

a. Pendapatan Nasional

  • PDB (Produk Domestik Bruto)
  • PNB (Produk Nasional Bruto)
    Digunakan untuk melihat kemampuan ekonomi negara, tetapi belum mencerminkan pemerataan kesejahteraan.

 b. Pendapatan Per Kapita

Pendapatan rata-rata penduduk suatu negara.
Kelemahan: tidak menunjukkan kesenjangan pendapatan.

 c. Indeks Pembangunan Manusia (IPM / HDI)

Indikator yang paling sering digunakan, meliputi:

  1. Pendidikan (rata-rata lama sekolah)
  2. Kesehatan (angka harapan hidup)
  3. Standar hidup layak (pendapatan per kapita)

IPM memberikan gambaran pembangunan yang lebih menyeluruh.

d. Indikator Sosial Lainnya

  • Tingkat kemiskinan
  • Tingkat pengangguran
  • Angka melek huruf
  • Akses terhadap layanan kesehatan

 3. Kesimpulan Tolok Ukur Pembangunan

  • Pembangunan tidak hanya dinilai dari pertumbuhan ekonomi
  • Harus memperhatikan kualitas hidup manusia
  • IPM menjadi tolok ukur yang paling relevan dalam era modern

 Soal Essay (Latihan Pemahaman)

1.       Jelaskan latar belakang lahirnya Reformasi di Indonesia serta hubungannya dengan arah pembangunan nasional setelah tahun 1998.

2.       Tuliskan dan jelaskan tujuan pembangunan pada masa Reformasi di Indonesia.

3.       Uraikan ciri-ciri pembangunan masa Reformasi dalam dua bidang, misalnya bidang politik dan ekonomi.

4.       Jelaskan pengertian tolok ukur pembangunan dan mengapa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dianggap lebih tepat dibandingkan pendapatan nasional.

5.       Mengapa pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu mencerminkan keberhasilan pembangunan? Jelaskan dengan mengaitkannya pada pemerataan kesejahteraan masyarakat.

 

 Resume



lok Ukur Pembangunan

1. Pengertian Tolok Ukur Pembangunan

Tolok ukur pembangunan adalah indikator atau alat ukur yang digunakan untuk menilai tingkat keberhasilan pembangunan suatu negara.

2. Macam-Macam Tolok Ukur Pembangunan

a. Pendapatan Nasional

  • PDB (Produk Domestik Bruto)
  • PNB (Produk Nasional Bruto)
    Digunakan untuk melihat kemampuan ekonomi negara, tetapi belum mencerminkan pemerataan kesejahteraan.

 b. Pendapatan Per Kapita

Pendapatan rata-rata penduduk suatu negara.
Kelemahan: tidak menunjukkan kesenjangan pendapatan.

 c. Indeks Pembangunan Manusia (IPM / HDI)

Indikator yang paling sering digunakan, meliputi:

  1. Pendidikan (rata-rata lama sekolah)
  2. Kesehatan (angka harapan hidup)
  3. Standar hidup layak (pendapatan per kapita)

IPM memberikan gambaran pembangunan yang lebih menyeluruh.

d. Indikator Sosial Lainnya

  • Tingkat kemiskinan
  • Tingkat pengangguran
  • Angka melek huruf
  • Akses terhadap layanan kesehatan

 3. Kesimpulan Tolok Ukur Pembangunan

  • Pembangunan tidak hanya dinilai dari pertumbuhan ekonomi
  • Harus memperhatikan kualitas hidup manusia
  • IPM menjadi tolok ukur yang paling relevan dalam era modern

 Soal Essay (Latihan Pemahaman)

1.       Jelaskan latar belakang lahirnya Reformasi di Indonesia serta hubungannya dengan arah pembangunan nasional setelah tahun 1998.

2.       Tuliskan dan jelaskan tujuan pembangunan pada masa Reformasi di Indonesia.

3.       Uraikan ciri-ciri pembangunan masa Reformasi dalam dua bidang, misalnya bidang politik dan ekonomi.

4.       Jelaskan pengertian tolok ukur pembangunan dan mengapa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dianggap lebih tepat dibandingkan pendapatan nasional.

5.       Mengapa pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu mencerminkan keberhasilan pembangunan? Jelaskan dengan mengaitkannya pada pemerataan kesejahteraan masyarakat.

 

 Resume

Tolok ukur pembangunan digunakan untuk menilai keberhasilan suatu negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas hidup manusia.

Indikator pembangunan meliputi PDB, pendapatan per kapita, IPM, dan indeks kemiskinan. Dari berbagai indikator tersebut, IPM dianggap paling mewakili kondisi pembangunan karena memperhatikan aspek kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Namun, pembangunan masih menghadapi berbagai masalah seperti ketimpangan wilayah, kemiskinan, dan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, pembangunan harus dilakukan secara adil, merata, dan berkelanjutan agar benar-benar meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat.

Tidak ada komentar: