https://www.youtube.com/watch?v=t1sgDqOZr9c
Idendtitas
|
Nama Guru |
: |
Aprizal |
|
Mata Pelajaran |
: |
Ilmu Pengetahuan Sosial |
|
Hari/Tanggal |
: |
Jumat 24 Agustus 2026 |
|
Fase/Kelas |
: |
D / 9CD |
|
Materi |
: |
Kearifan Lokal |
|
Capaian Pembelajaran |
: |
Pada akhir Fase D, Peserta didik mampu
mengeksplorasi ragam kearifan lokal di Indonesia sebagai benteng pertahanan
budaya dalam menghadapi arus globalisasi.. |
|
Tujuan Pembelajaran |
: |
Peserta didik dapat merekonstruksi potensi kearifan
lokal daerah sebagai strategi kontekstual (*local wisdom*) untuk menyaring
infiltrasi budaya asing. |
|
ü
Mindfull
(Berkesadaran) |
: |
Peserta didik mampu menyadari dan mengamati secara
kritis berbagai bentuk infiltrasi atau masuknya budaya asing di lingkungan
sekitar, serta merefleksikan posisi dan pentingnya nilai-nilai kearifan lokal
daerah mereka sebagai identitas diri. |
|
ü
Meaningfull (Bermakna) |
: |
Peserta didik mampu menghubungkan dan merekonstruksi
potensi kearifan lokal daerah menjadi strategi kontekstual yang aplikatif dan
fungsional untuk menyaring, menyerap, serta menyikapi pengaruh budaya asing
secara bijak dalam kehidupan sehari-hari. |
|
ü Joyful
(Menyenangkan) |
: |
Peserta didik terlibat secara aktif, antusias, dan
kreatif melalui pengalaman belajar berbasis penemuan atau proyek interaktif
(seperti pembuatan media digital, kampanye budaya, atau pertunjukan seni)
dalam mengeksplorasi dan melestarikan kearifan lokal. |
|
AlurnTujuan Pembelajaran |
: |
|
|
Eksplorasi dan Identifikasi |
: |
Peserta didik diajak untuk mengenali dan menggali
data terkait objek budaya lokal serta fenomena budaya luar.. |
|
Analisis dan Kontekstualisasi |
: |
Peserta didik mulai menghubungkan antara nilai
kearifan lokal dengan tantangan budaya asing, serta menganalisis dampaknya. |
|
Sintesis dan Rekonstruksi |
: |
Peserta didik mengolah
kembali konsep kearifan lokal agar relevan dengan zaman modern sebagai alat
penyaring. https://www.youtube.com/watch?v=zuPBzy-YyZs |
MATERI
Assalamu'alaikum
Wr.Wb.
الـحَمْدُ
للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ
وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi
robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal
mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi
aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
"Anak-anakku, sebelum kita membahas globalisasi,
mari kita renungi:
·
Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat
yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk manusia dengan segala
akal budinya. Dari akal dan kreativitas ciptaan Allah inilah lahir berbagai
kebudayaan dan kearifan lokal di tengah masyarakat.
·
Al-Malik (Maha Memelihara): Allah SWT adalah
penguasa mutlak yang mengatur alam raya. Sebagai bentuk penjagaan atas
kekuasaan-Nya, Dia menanamkan sifat tanggung jawab kepada manusia untuk menjadi
penjaga (khalifah) yang memelihara keseimbangan alam.
·
Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang mengatur
segala sumber penghidupan manusia. Rezeki tidak hanya berupa materi, tetapi
juga kelestarian alam, air, tanah yang subur, dan hasil bumi yang dikelola oleh
manusia melalui kearifan lokal mereka."
Secara sederhana, kearifan lokal (local
wisdom) adalah pandangan hidup, ilmu pengetahuan, serta berbagai bentuk
strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal
dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka.
Kearifan lokal lahir dan berkembang secara
turun-temurun di dalam masyarakat tertentu melalui proses interaksi yang erat
dengan alam dan lingkungan sekitar. Nilai-nilai ini diwariskan dari generasi ke
generasi sehingga menjadi identitas budaya masyarakat tersebut.
Kearifan lokal bukan sekadar tradisi masa lalu yang
usang, melainkan strategi hidup yang sangat relevan hingga hari ini. Berikut
adalah peran utamanya dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat:
- Sebagai Konservasi dan Pelestarian Alam:
Banyak
kearifan lokal yang mengatur bagaimana manusia harus memperlakukan alam
secara bijak sebagai wujud syukur atas rezeki dari Ar-Razzaq, seperti
larangan menebang pohon di hutan tertentu (hutan larangan/adat) atau
menjaga kelestarian sumber air.
- Pengembangan Sumber Daya Manusia: Nilai-nilai gotong
royong, etos kerja, kejujuran, dan solidaritas sosial yang terkandung
dalam budaya lokal membentuk karakter masyarakat yang tangguh dalam
mengemban amanah sebagai bagian dari ciptaan Al-Khaliq.
·
Pengembangan Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan: Kearifan
lokal merupakan laboratorium pengetahuan tradisional yang kaya, mulai dari
sistem pengobatan herbal hingga teknik pertanian ramah lingkungan.
·
Sebagai Petuah, Kepercayaan, dan Pantangan: Berfungsi sebagai sistem
pengendali sosial (social control) agar warga masyarakat tetap hidup
selaras dan harmonis di bawah aturan kekuasaan Allah SWT Yang Maha Mengatur (Al-Malik).
Bentuk-Bentuk Kearifan Lokal di Indonesia https://www.youtube.com/watch?v=t1sgDqOZr9c
Indonesia kaya akan beragam bentuk kearifan lokal yang
tersebar dari Sabang sampai Merauke. Bentuk-bentuk tersebut umumnya terbagi
menjadi dua kategori:
1. Berwujud Nyata (Tangible):
- Arsitektur Tradisional:
Contohnya Rumah Gadang (Minangkabau) atau Joglo (Jawa) yang dirancang
tahan gempa dan menyesuaikan kondisi iklim tropis.
- Teknologi Tradisional:
Sistem Subak di Bali untuk mengatur irigasi persawahan secara adil
berbasis keagamaan dan ekologi.
- Tekstil dan Seni: Kain
Tenun dan Batik dengan filosofi corak yang mendalam tentang kehidupan.
2. Berwujud Tidak Nyata (Intangible):
- Nasihat, Nyanyian, dan Semboyan:
Pepatah adat seperti "Siri' na Pacce" di Sulawesi Selatan
yang mengajarkan harga diri dan kepedulian sosial.
- Tata Cara Adat dan Hukum Adat:
Aturan sasi di Maluku dan Papua untuk melindungi hasil laut atau hutan
agar tidak dieksploitasi secara berlebihan.
ASSESSMENT
1. Manakah di
bawah ini yang merupakan contoh bentuk kearifan lokal berwujud tidak nyata
(intangible) berdasarkan teks materi…
A. Sistem
irigasi Subak di Bali yang berbasis keagamaan.
B. Arsitektur
Rumah Gadang di Minangkabau yang tahan gempa.
C. Kain tenun
tradisional dengan filosofi corak yang mendalam.
D. Aturan sasi
di Maluku dan Papua untuk melindungi hasil laut.
2. Peran utama
kearifan lokal yang berfungsi sebagai sistem pengendali sosial agar masyarakat
hidup selaras dan harmonis ditunjukkan melalui...
A. Petuah,
kepercayaan, dan pantangan yang berlaku.
B. Pemanfaatan
sistem pengobatan herbal secara turun-temurun.
C. Penerapan
larangan menebang pohon di hutan adat atau larangan.
D. Penanaman
nilai gotong royong dan solidaritas sosial.
3. Jelaskan
bagaimana kearifan lokal dapat berperan sebagai bentuk konservasi dan
pelestarian alam dalam kehidupan masyarakat berdasarkan materi!
A. Kearifan
lokal mengatur cara manusia memperlakukan alam secara bijak, seperti adanya
aturan hutan adat atau larangan menebang pohon tertentu demi menjaga
kelestarian lingkungan dan sumber air.
B. Kearifan
lokal berfungsi sebagai laboratorium pengetahuan tradisional yang kaya akan
teknik pertanian modern dan ramah lingkungan.
C. Kearifan
lokal bertindak sebagai sistem pengendali sosial melalui petuah dan pantangan
agar masyarakat tidak melanggar norma sosial.
D. Kearifan
lokal memuat nilai gotong royong dan etos kerja untuk membangun karakter
masyarakat yang tangguh dalam menghadapi masalah lingkungan.
4. Meskipun kearifan lokal
lahir dari tradisi masa lalu, materi menyebutkan bahwa kearifan lokal bukanlah
sesuatu yang usang, melainkan strategi hidup yang relevan hingga hari ini.
Berdasarkan peran utamanya dalam masyarakat, analisislah bagaimana kearifan lokal
dapat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan modern terkait krisis
lingkungan dan pembangunan karakter bangsa!
5. Sistem Subak di Bali dan
Aturan Sasi di Maluku/Papua merupakan dua contoh kearifan lokal yang memiliki
fungsi strategis dalam kehidupan masyarakat. Menurut analisis Anda, nilai-nilai
universal apa saja yang dapat dipetik dari kedua praktik tersebut agar dapat
diterapkan dalam menjaga keharmonisan sosial dan ekologi saat ini?
KESIMPULAN
MATERI
Kearifan
lokal adalah kekayaan luhur bangsa yang memadukan pengetahuan lokal, nilai
moral, dan pelestarian lingkungan.
Sebagai
generasi muda, menjaga dan melestarikan kearifan lokal berarti merawat
identitas sekaligus menjaga keberlanjutan bumi kita.
KESIMPULAN
HASIL PEMBELAJARAN
KOMENTAR
Tidak ada komentar:
Posting Komentar