Idendtitas
|
Nama Guru |
: |
Aprizal |
|
Mata Pelajaran |
: |
Ilmu Pengetahuan Sosial |
|
Hari/Tanggal |
: |
Jumat, 28 Agustus 2026 |
|
Fase/Kelas |
: |
D / 9CD |
|
Judul Materi |
: |
Kearifan Lokal |
|
Pertemuan ke - |
: |
13 |
|
Capaian Pembelajaran |
: |
Pada akhir Fase D, Peserta didik mampu
mengeksplorasi ragam kearifan lokal di Indonesia sebagai benteng pertahanan
budaya dalam menghadapi arus globalisasi.. |
|
Tujuan Pembelajaran |
: |
Peserta didik dapat merekonstruksi potensi kearifan
lokal daerah sebagai strategi kontekstual (*local wisdom*) untuk menyaring
infiltrasi budaya asing. |
|
ü
Mindfull
(Berkesadaran) |
: |
Peserta didik mampu menyadari dan mengamati secara
kritis berbagai bentuk infiltrasi atau masuknya budaya asing di lingkungan
sekitar, serta merefleksikan posisi dan pentingnya nilai-nilai kearifan lokal
daerah mereka sebagai identitas diri. |
|
ü
Meaningfull (Bermakna) |
: |
Peserta didik mampu menghubungkan dan merekonstruksi
potensi kearifan lokal daerah menjadi strategi kontekstual yang aplikatif dan
fungsional untuk menyaring, menyerap, serta menyikapi pengaruh budaya asing
secara bijak dalam kehidupan sehari-hari. |
|
ü Joyful
(Menyenangkan) |
: |
Peserta didik terlibat secara aktif, antusias, dan
kreatif melalui pengalaman belajar berbasis penemuan atau proyek interaktif
(seperti pembuatan media digital, kampanye budaya, atau pertunjukan seni)
dalam mengeksplorasi dan melestarikan kearifan lokal. |
|
AlurnTujuan Pembelajaran |
: |
|
|
Eksplorasi dan Identifikasi |
: |
Peserta didik diajak untuk mengenali dan menggali
data terkait objek budaya lokal serta fenomena budaya luar.. |
|
Analisis dan Kontekstualisasi |
: |
Peserta didik mulai menghubungkan antara nilai
kearifan lokal dengan tantangan budaya asing, serta menganalisis dampaknya. |
|
Sintesis dan Rekonstruksi |
: |
Peserta didik mengolah
kembali konsep kearifan lokal agar relevan dengan zaman modern sebagai alat
penyaring. |
MATERI
Assalamu'alaikum
Wr.Wb.
الـحَمْدُ
للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ
وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi
robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal
mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi
aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
"Anak-anakku, sebelum kita membahas globalisasi,
mari kita renungi:
·
Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat
yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk manusia dengan segala
akal budinya. Dari akal dan kreativitas ciptaan Allah inilah lahir berbagai
kebudayaan dan kearifan lokal di tengah masyarakat.
·
Al-Malik (Maha Memelihara): Allah SWT adalah
penguasa mutlak yang mengatur alam raya. Sebagai bentuk penjagaan atas
kekuasaan-Nya, Dia menanamkan sifat tanggung jawab kepada manusia untuk menjadi
penjaga (khalifah) yang memelihara keseimbangan alam.
·
Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang mengatur
segala sumber penghidupan manusia. Rezeki tidak hanya berupa materi, tetapi
juga kelestarian alam, air, tanah yang subur, dan hasil bumi yang dikelola oleh
manusia melalui kearifan lokal mereka."
Secara sederhana, kearifan lokal (local
wisdom) adalah pandangan hidup, ilmu pengetahuan, serta berbagai bentuk
strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal
dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka.
Kearifan lokal lahir dan berkembang secara
turun-temurun di dalam masyarakat tertentu melalui proses interaksi yang erat
dengan alam dan lingkungan sekitar. Nilai-nilai ini diwariskan dari generasi ke
generasi sehingga menjadi identitas budaya masyarakat tersebut.
Kearifan lokal bukan sekadar tradisi masa lalu yang
usang, melainkan strategi hidup yang sangat relevan hingga hari ini. Berikut
adalah peran utamanya dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat:
- Sebagai Konservasi dan Pelestarian Alam:
Banyak
kearifan lokal yang mengatur bagaimana manusia harus memperlakukan alam
secara bijak sebagai wujud syukur atas rezeki dari Ar-Razzaq, seperti
larangan menebang pohon di hutan tertentu (hutan larangan/adat) atau
menjaga kelestarian sumber air.
- Pengembangan Sumber Daya Manusia: Nilai-nilai gotong
royong, etos kerja, kejujuran, dan solidaritas sosial yang terkandung
dalam budaya lokal membentuk karakter masyarakat yang tangguh dalam
mengemban amanah sebagai bagian dari ciptaan Al-Khaliq.
·
Pengembangan Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan: Kearifan
lokal merupakan laboratorium pengetahuan tradisional yang kaya, mulai dari
sistem pengobatan herbal hingga teknik pertanian ramah lingkungan.
·
Sebagai Petuah, Kepercayaan, dan Pantangan: Berfungsi sebagai sistem
pengendali sosial (social control) agar warga masyarakat tetap hidup
selaras dan harmonis di bawah aturan kekuasaan Allah SWT Yang Maha Mengatur (Al-Malik).
Bentuk-Bentuk Kearifan Lokal di Indonesia https://www.youtube.com/watch?v=t1sgDqOZr9c
Indonesia kaya akan beragam bentuk kearifan lokal yang
tersebar dari Sabang sampai Merauke. Bentuk-bentuk tersebut umumnya terbagi
menjadi dua kategori:
1. Berwujud Nyata (Tangible):
- Arsitektur Tradisional:
Contohnya Rumah Gadang (Minangkabau) atau Joglo (Jawa) yang dirancang
tahan gempa dan menyesuaikan kondisi iklim tropis.
- Teknologi Tradisional:
Sistem Subak di Bali untuk mengatur irigasi persawahan secara adil
berbasis keagamaan dan ekologi.
- Tekstil dan Seni: Kain
Tenun dan Batik dengan filosofi corak yang mendalam tentang kehidupan.
2. Berwujud Tidak Nyata (Intangible):
- Nasihat, Nyanyian, dan Semboyan:
Pepatah adat seperti "Siri' na Pacce" di Sulawesi Selatan
yang mengajarkan harga diri dan kepedulian sosial.
- Tata Cara Adat dan Hukum Adat:
Aturan sasi di Maluku dan Papua untuk melindungi hasil laut atau hutan
agar tidak dieksploitasi secara berlebihan.
ASSESSMENT (Jawabn soal ini di kolom komentar )
1.
Sistem
Subak di Bali dan Aturan Sasi di Maluku/Papua merupakan dua contoh kearifan
lokal yang memiliki fungsi strategis dalam kehidupan masyarakat. Menurut
analisis Anda, nilai-nilai universal apa saja yang dapat dipetik dari kedua
praktik tersebut agar dapat diterapkan dalam menjaga keharmonisan sosial dan
ekologi saat ini?
KESIMPULAN
MATERI
Kearifan
lokal adalah kekayaan luhur bangsa yang memadukan pengetahuan lokal, nilai
moral, dan pelestarian lingkungan.
19 komentar:
dinasty putri widana 9D
subak dan sasi mengajarkan keadilan,gotong royong, kepatuhan aturan, dan kesadaran lingkungan nilai yang tetap relevan untuk menjaga masyarakat dan alam saat ini
Clara Salsabilla Efendi 9D
Nilai universal dari subak dan sasi adalah kebersamaan, keadilan, dan peduli lingkungan. Nilai ini bisa diterapkan sekarang dengan cara gotong royong, menjaga alam, dan membagi sumber daya secara adil.
Ratifa Indah Permana 9D
Menurut saya, Sistem Subak di Bali dan Aturan Sasi di Maluku/Papua mengajarkan bahwa menjaga alam tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan aturan dan tanggung jawab bersama. Nilai universal yang dapat diterapkan saat ini adalah:
1. Keadilan, yaitu menggunakan dan membagi sumber daya alam secara adil agar tidak hanya menguntungkan sebagian orang.
2. Gotong royong, karena kepentingan bersama harus didahulukan daripada kepentingan pribadi.
3. Tanggung jawab terhadap lingkungan, dengan mengambil hasil alam secukupnya dan memberi kesempatan alam untuk kembali pulih.
4. Kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan, agar pemanfaatan alam tidak berlebihan dan tetap terjaga dalam jangka panjang.
5. Mengutamakan keberlanjutan, yaitu memenuhi kebutuhan manusia sekarang tanpa merusak kesempatan generasi berikutnya untuk menikmati alam.
Jadi, pelajaran utama dari Subak dan Sasi adalah keseimbangan: manusia boleh memanfaatkan alam, tetapi harus disertai batas, aturan, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama. Dengan menerapkan nilai tersebut, keharmonisan sosial dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan.
Muhammad Hafiz Eka Laksana (9D)
Menurut saya, nilai nilai universal yang dapat dipetik dari Sistem Subak di Bali dan Aturan Sasi Maluku/Papua untuk menjaga keharmonisan sosial serta ekologi meliputi:
-Keberlanjutan dan Pelestarian Lingkungan (Ekologis)
-Keadilan dan Kesetaraan Sosial
-Gotong Royong dan Kebersamaan
-Kepatuhan terhadap Aturan dan Hukum (Ketertiban)
nilai dari subak dan sasi adalah kerja sama, keadilan, dan juga pelestarian alam. nilai ini bisa kita terapkan sekarang dengan saling bantu, hemat sumber daya, dan disiplin pada aturan supaya kehidupan masyarakat rukun.
Febri 9d
ibnu khasir 9D
nilai dari subak dan sasi adalah kerja sama, keadilan, dan juga pelestarian alam. nilai ini bisa kita terapkan sekarang dengan saling bantu, hemat sumber daya, dan disiplin pada aturan supaya kehidupan masyarakat rukun.
nilai dari subak dan sasi adalah kerja sama, keadilan, dan juga pelestarian alam. nilai ini bisa kita terapkan sekarang dengan saling bantu, hemat sumber daya, dan disiplin pada aturan supaya kehidupan masyarakat rukun.
nilai dari subak dan sasi adalah kerja sama, keadilan, dan juga pelestarian alam. nilai ini bisa kita terapkan sekarang dengan saling bantu, hemat sumber daya, dan disiplin pada aturan supaya kehidupan masyarakat rukun.
dhevin alviandra.h 9c
ahmad rayhan ghani rafif 9c
nilai dari subak dan sasi adalah kerja sama, keadilan, dan juga pelestarian alam. nilai ini bisa kita terapkan sekarang dengan saling bantu, hemat sumber daya, dan disiplin pada aturan supaya kehidupan masyarakat rukun.
kalika 9d
Keberlanjutan Lingkungan (Sustainability)
Gotong Royong dan Kebersamaan
Keadilan dan Kesetaraan
Kepatuhan pada Aturan Bersama
queensha radellia prasetyo (cantikk🩷🩷😜)
inii yyaaa
Nilai yang dapat dipetik dari Sistem Subak dan Sasi adalah gotong royong, tanggung jawab, keadilan, dan peduli lingkungan. Nilai tersebut bisa diterapkan dengan bekerja sama, mematuhi aturan, dan menjaga alam agar kehidupan masyarakat tetap harmonis.
tencuu papiii🤗🤗😜😜
Ghifara At Tin Kimay 9C
Nilai universal yang dapat dipetik dari Subak di Bali dan Sasi di Maluku atau Papua adalah gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, disiplin, keadilan, serta tanggung jawab bersama.
Annisa Nur Azizah 9c
subak dan aturan sasi mengandung nilai keadilan dan kebersamaan juga nilai gotong royong dan pelestarian alam. Agar kehidupan masyarakat dapat hidup di siplin dan rukun.
Zhahira estiana syifa 9c
Nilai universalnya adalah:
1. Gotong royong
2. Kedisiplinan
3. Menghargai budaya
menurut saya nilai universal dari subak dan sasi meliputi kepedulian terhadap alam, kebersamaan, serta keadilan. nilai-nilai ini dapat diterapkan saat ini melalui kerja sama antarwarga, menjaga kelestarian lingkungan, dan membagi sumber daya secara merata.
ini cecilia 9c
Nilai utama dari Subak dan Sasi adalah gotong royong, keadilan, tanggung jawab, disiplin, serta penghormatan terhadap alam. Jika nilai-nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan modern, masyarakat dapat menciptakan hubungan sosial yang harmonis sekaligus menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
syafira hestiara putri 9c
Nilai universal yang dapat dipetik dari Subak di Bali dan Sasi di Maluku atau Papua adalah gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, disiplin, keadilan, serta tanggung jawab bersama
rizki agung 9c
Nilai universal Subak dan Sasi adalah kebersamaan, kelestarian lingkungan, dan ketaatan aturan.
Nilai ini bisa diterapkan sekarang untuk menjaga solidaritas, mencegah kerusakan alam, dan mengelola sumber daya secara adil.
Posting Komentar