Welcome

<< Mulai dengan cerita yang menarik>> << SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA >>

Jumat, 28 Agustus 2026

Agit CD: Kearifan Lokal

  

 https://www.youtube.com/watch?v=tJiXFyYPnvM


Idendtitas

Nama Guru

:

Aprizal

Mata Pelajaran

:

Ilmu Pengetahuan Sosial

Hari/Tanggal

:

Jumat, 28 Agustus 2026

Fase/Kelas

:

D / 9CD

Judul Materi

:

Kearifan Lokal

Pertemuan ke -

:

13

 

Capaian Pembelajaran

:

Pada akhir Fase D, Peserta didik mampu mengeksplorasi ragam kearifan lokal di Indonesia sebagai benteng pertahanan budaya dalam menghadapi arus globalisasi..

Tujuan Pembelajaran

:

Peserta didik dapat merekonstruksi potensi kearifan lokal daerah sebagai strategi kontekstual (*local wisdom*) untuk menyaring infiltrasi budaya asing.

ü Mindfull (Berkesadaran)

:

Peserta didik mampu menyadari dan mengamati secara kritis berbagai bentuk infiltrasi atau masuknya budaya asing di lingkungan sekitar, serta merefleksikan posisi dan pentingnya nilai-nilai kearifan lokal daerah mereka sebagai identitas diri.

ü Meaningfull (Bermakna)

:

Peserta didik mampu menghubungkan dan merekonstruksi potensi kearifan lokal daerah menjadi strategi kontekstual yang aplikatif dan fungsional untuk menyaring, menyerap, serta menyikapi pengaruh budaya asing secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.

ü Joyful

(Menyenangkan)

:

Peserta didik terlibat secara aktif, antusias, dan kreatif melalui pengalaman belajar berbasis penemuan atau proyek interaktif (seperti pembuatan media digital, kampanye budaya, atau pertunjukan seni) dalam mengeksplorasi dan melestarikan kearifan lokal.

AlurnTujuan Pembelajaran

:

Eksplorasi dan Identifikasi

:

Peserta didik diajak untuk mengenali dan menggali data terkait objek budaya lokal serta fenomena budaya luar..

Analisis dan Kontekstualisasi

:

Peserta didik mulai menghubungkan antara nilai kearifan lokal dengan tantangan budaya asing, serta menganalisis dampaknya.

Sintesis dan Rekonstruksi

:

Peserta didik mengolah kembali konsep kearifan lokal agar relevan dengan zaman modern sebagai alat penyaring.

 

 

 MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

 

"Anak-anakku, sebelum kita membahas globalisasi, mari kita renungi:

·         Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk manusia dengan segala akal budinya. Dari akal dan kreativitas ciptaan Allah inilah lahir berbagai kebudayaan dan kearifan lokal di tengah masyarakat.

·         Al-Malik (Maha Memelihara): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur alam raya. Sebagai bentuk penjagaan atas kekuasaan-Nya, Dia menanamkan sifat tanggung jawab kepada manusia untuk menjadi penjaga (khalifah) yang memelihara keseimbangan alam.

·         Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang mengatur segala sumber penghidupan manusia. Rezeki tidak hanya berupa materi, tetapi juga kelestarian alam, air, tanah yang subur, dan hasil bumi yang dikelola oleh manusia melalui kearifan lokal mereka."

 

Secara sederhana, kearifan lokal (local wisdom) adalah pandangan hidup, ilmu pengetahuan, serta berbagai bentuk strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka.

Kearifan lokal lahir dan berkembang secara turun-temurun di dalam masyarakat tertentu melalui proses interaksi yang erat dengan alam dan lingkungan sekitar. Nilai-nilai ini diwariskan dari generasi ke generasi sehingga menjadi identitas budaya masyarakat tersebut.

Kearifan lokal bukan sekadar tradisi masa lalu yang usang, melainkan strategi hidup yang sangat relevan hingga hari ini. Berikut adalah peran utamanya dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat:

  • Sebagai Konservasi dan Pelestarian Alam: Banyak kearifan lokal yang mengatur bagaimana manusia harus memperlakukan alam secara bijak sebagai wujud syukur atas rezeki dari Ar-Razzaq, seperti larangan menebang pohon di hutan tertentu (hutan larangan/adat) atau menjaga kelestarian sumber air.
  • Pengembangan Sumber Daya Manusia: Nilai-nilai gotong royong, etos kerja, kejujuran, dan solidaritas sosial yang terkandung dalam budaya lokal membentuk karakter masyarakat yang tangguh dalam mengemban amanah sebagai bagian dari ciptaan Al-Khaliq.

·         Pengembangan Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan: Kearifan lokal merupakan laboratorium pengetahuan tradisional yang kaya, mulai dari sistem pengobatan herbal hingga teknik pertanian ramah lingkungan.

·         Sebagai Petuah, Kepercayaan, dan Pantangan: Berfungsi sebagai sistem pengendali sosial (social control) agar warga masyarakat tetap hidup selaras dan harmonis di bawah aturan kekuasaan Allah SWT Yang Maha Mengatur (Al-Malik).

 

Bentuk-Bentuk Kearifan Lokal di Indonesia https://www.youtube.com/watch?v=t1sgDqOZr9c

Indonesia kaya akan beragam bentuk kearifan lokal yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Bentuk-bentuk tersebut umumnya terbagi menjadi dua kategori:

1. Berwujud Nyata (Tangible):

  • Arsitektur Tradisional: Contohnya Rumah Gadang (Minangkabau) atau Joglo (Jawa) yang dirancang tahan gempa dan menyesuaikan kondisi iklim tropis.
  • Teknologi Tradisional: Sistem Subak di Bali untuk mengatur irigasi persawahan secara adil berbasis keagamaan dan ekologi.
  • Tekstil dan Seni: Kain Tenun dan Batik dengan filosofi corak yang mendalam tentang kehidupan.

2. Berwujud Tidak Nyata (Intangible):

  • Nasihat, Nyanyian, dan Semboyan: Pepatah adat seperti "Siri' na Pacce" di Sulawesi Selatan yang mengajarkan harga diri dan kepedulian sosial.
  • Tata Cara Adat dan Hukum Adat: Aturan sasi di Maluku dan Papua untuk melindungi hasil laut atau hutan agar tidak dieksploitasi secara berlebihan.

 

ASSESSMENT   (Jawabn soal ini di kolom komentar )

 

1.      Sistem Subak di Bali dan Aturan Sasi di Maluku/Papua merupakan dua contoh kearifan lokal yang memiliki fungsi strategis dalam kehidupan masyarakat. Menurut analisis Anda, nilai-nilai universal apa saja yang dapat dipetik dari kedua praktik tersebut agar dapat diterapkan dalam menjaga keharmonisan sosial dan ekologi saat ini?

 

 

KESIMPULAN MATERI

  Kearifan lokal adalah kekayaan luhur bangsa yang memadukan pengetahuan lokal, nilai moral, dan pelestarian lingkungan.

  Sebagai generasi muda, menjaga dan melestarikan kearifan lokal berarti merawat identitas sekaligus menjaga keberlanjutan bumi kita.

19 komentar:

Anonim mengatakan...

dinasty putri widana 9D

subak dan sasi mengajarkan keadilan,gotong royong, kepatuhan aturan, dan kesadaran lingkungan nilai yang tetap relevan untuk menjaga masyarakat dan alam saat ini

Anonim mengatakan...

Clara Salsabilla Efendi 9D

Nilai universal dari subak dan sasi adalah kebersamaan, keadilan, dan peduli lingkungan. Nilai ini bisa diterapkan sekarang dengan cara gotong royong, menjaga alam, dan membagi sumber daya secara adil.

Anonim mengatakan...

Ratifa Indah Permana 9D

Menurut saya, Sistem Subak di Bali dan Aturan Sasi di Maluku/Papua mengajarkan bahwa menjaga alam tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan aturan dan tanggung jawab bersama. Nilai universal yang dapat diterapkan saat ini adalah:

1. Keadilan, yaitu menggunakan dan membagi sumber daya alam secara adil agar tidak hanya menguntungkan sebagian orang.


2. Gotong royong, karena kepentingan bersama harus didahulukan daripada kepentingan pribadi.


3. Tanggung jawab terhadap lingkungan, dengan mengambil hasil alam secukupnya dan memberi kesempatan alam untuk kembali pulih.


4. Kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan, agar pemanfaatan alam tidak berlebihan dan tetap terjaga dalam jangka panjang.


5. Mengutamakan keberlanjutan, yaitu memenuhi kebutuhan manusia sekarang tanpa merusak kesempatan generasi berikutnya untuk menikmati alam.



Jadi, pelajaran utama dari Subak dan Sasi adalah keseimbangan: manusia boleh memanfaatkan alam, tetapi harus disertai batas, aturan, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama. Dengan menerapkan nilai tersebut, keharmonisan sosial dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan.

Koko Hafiz mengatakan...

Muhammad Hafiz Eka Laksana (9D)
Menurut saya, nilai nilai universal yang dapat dipetik dari Sistem Subak di Bali dan Aturan Sasi Maluku/Papua untuk menjaga keharmonisan sosial serta ekologi meliputi:
-Keberlanjutan dan Pelestarian Lingkungan (Ekologis)
-Keadilan dan Kesetaraan Sosial
-Gotong Royong dan Kebersamaan
-Kepatuhan terhadap Aturan dan Hukum (Ketertiban)

Febri 7b hadir mengatakan...

nilai dari subak dan sasi adalah kerja sama, keadilan, dan juga pelestarian alam. nilai ini bisa kita terapkan sekarang dengan saling bantu, hemat sumber daya, dan disiplin pada aturan supaya kehidupan masyarakat rukun.
Febri 9d

ibnu mengatakan...

ibnu khasir 9D

nilai dari subak dan sasi adalah kerja sama, keadilan, dan juga pelestarian alam. nilai ini bisa kita terapkan sekarang dengan saling bantu, hemat sumber daya, dan disiplin pada aturan supaya kehidupan masyarakat rukun.

ziankha ayu t. 9c mengatakan...

nilai dari subak dan sasi adalah kerja sama, keadilan, dan juga pelestarian alam. nilai ini bisa kita terapkan sekarang dengan saling bantu, hemat sumber daya, dan disiplin pada aturan supaya kehidupan masyarakat rukun.

dhevin mengatakan...

nilai dari subak dan sasi adalah kerja sama, keadilan, dan juga pelestarian alam. nilai ini bisa kita terapkan sekarang dengan saling bantu, hemat sumber daya, dan disiplin pada aturan supaya kehidupan masyarakat rukun.
dhevin alviandra.h 9c

ahmad rayhan ghani rafif mengatakan...

ahmad rayhan ghani rafif 9c
nilai dari subak dan sasi adalah kerja sama, keadilan, dan juga pelestarian alam. nilai ini bisa kita terapkan sekarang dengan saling bantu, hemat sumber daya, dan disiplin pada aturan supaya kehidupan masyarakat rukun.

Anonim mengatakan...

kalika 9d
Keberlanjutan Lingkungan (Sustainability)
Gotong Royong dan Kebersamaan
Keadilan dan Kesetaraan
Kepatuhan pada Aturan Bersama

Anonim mengatakan...

queensha radellia prasetyo (cantikk🩷🩷😜)

inii yyaaa

Nilai yang dapat dipetik dari Sistem Subak dan Sasi adalah gotong royong, tanggung jawab, keadilan, dan peduli lingkungan. Nilai tersebut bisa diterapkan dengan bekerja sama, mematuhi aturan, dan menjaga alam agar kehidupan masyarakat tetap harmonis.


tencuu papiii🤗🤗😜😜

‧₊ ᵎᵎ ⋅ ˚✮ ҽƚσιʅҽ mengatakan...

Ghifara At Tin Kimay 9C

Nilai universal yang dapat dipetik dari Subak di Bali dan Sasi di Maluku atau Papua adalah gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, disiplin, keadilan, serta tanggung jawab bersama.

Anonim mengatakan...

Annisa Nur Azizah 9c

subak dan aturan sasi mengandung nilai keadilan dan kebersamaan juga nilai gotong royong dan pelestarian alam. Agar kehidupan masyarakat dapat hidup di siplin dan rukun.

Anonim mengatakan...

Zhahira estiana syifa 9c

Nilai universalnya adalah:
1. Gotong royong
2. Kedisiplinan
3. Menghargai budaya

Anonim mengatakan...

menurut saya nilai universal dari subak dan sasi meliputi kepedulian terhadap alam, kebersamaan, serta keadilan. nilai-nilai ini dapat diterapkan saat ini melalui kerja sama antarwarga, menjaga kelestarian lingkungan, dan membagi sumber daya secara merata.

cecilia mengatakan...

ini cecilia 9c

Aska 9c mengatakan...

Nilai utama dari Subak dan Sasi adalah gotong royong, keadilan, tanggung jawab, disiplin, serta penghormatan terhadap alam. Jika nilai-nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan modern, masyarakat dapat menciptakan hubungan sosial yang harmonis sekaligus menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

syafira mengatakan...

syafira hestiara putri 9c
Nilai universal yang dapat dipetik dari Subak di Bali dan Sasi di Maluku atau Papua adalah gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, disiplin, keadilan, serta tanggung jawab bersama

Anonim mengatakan...

rizki agung 9c

Nilai universal Subak dan Sasi adalah kebersamaan, kelestarian lingkungan, dan ketaatan aturan.
Nilai ini bisa diterapkan sekarang untuk menjaga solidaritas, mencegah kerusakan alam, dan mengelola sumber daya secara adil.